HAL terpenting yang saya catat dari forum debat calon gubernur Jakarta adalah "paslon". Istilah ini bukan kata baru. Setidaknya, sejak politik di Indonesia ramai dengan pemilihan kepala daerah dan presiden, penutur bahasa Indonesia sering memakai istilah ini. Melalui forum itu, istilah "paslon" kedengarannya tambah populer, setidaknya dalam dua pekan terakhir. 

Dalam konteks demokrasi kita, maka Indonesia, kini dan selanjutnya, membutuhkan sosok pemimpin yang tegas dan berani di dalam memperkokoh wibawa negara dan sekaligus pemerintahan. Sebab jika pemimpin tidak berani dan tidak tegas, maka yang merongrong negara bukan saja akan datang dari pihak luar atau pihak asing, tapi, dan ini yang paling berbahaya, adalah munculnya komunitas brutus bermuka ganda, menjadi manusia yang menyenangkan di depan presiden tapi dengan pasti yang bersangkutan menikam secara perlahan langkah-langkah presiden. Jika pemimpin tertinggi di republik ini tidak berani dan tegas “menghabisi” komunitas brutus, maka Indonesia akan terperangkap dalam kubangan stagnasi.

Surat Pembaca

Kolom

PR Info

  • Arjuna: Minasanologi dalam Fiksi

    arjuna

    ARJUNA adalah seorang wanita keturunan Cina-Jawa, yang ngotot memilih belajar filsafat untuk memahami “perilaku” Tuhan ket

Epaper Pikiran Rakyat