• MU Permalukan Leicester City 4-1

    MANCHESTER, (PR),- Stadion Old Trafford menjadi saksi atas pertandingan menarik yang tersaji antara Manchester United melawan juara bertahan Leicester City, Sabtu 24 September 2016. Pasukan Jose Mourinho sukses mengakhiri rentetan kekalahan dengan mengatasi perlawanan The Foxes.

  • Liverpool Bungkam Hull City 5-1

    LIVERPOOL, (PR),- Bermain dihadapan pendukungnya sendiri, "The Reds" Liverpool sukses menyuguhkan permainan yang menarik dengan menghancurkan Hull City 5-1, Sabtu 24 September 2016.

  • Pembalap, Tas Batik, dan Payung Geulis

    APA jadinya jika pembalap motor yang terlihat gagah, menenteng tas bercorak batik dan membawa payung geulis? Pemandangan itu terpantau pada acara penyambutan atlet dan ofisial balap motor di Hotel Santika, Tasikmalaya, Kamis, 22 September 2016 malam lalu.

  • Serial "Candra Kirana" Boyong Penghargaan FFB 2016

    BANDUNG, (PR).- Selain kategori film bioskop, Festival Film Bandung (FFB) juga menilai tayangan televisi yaitu serial dan film televisi.

  • Jabar Harus Puas dengan Tambahan Satu Perunggu PON XIX dari Cabor Renang

    BANDUNG, (PR).- Sudah lama absen dan kembali lagi untuk membela Jawa Barat dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, membuat raihan perunggu yang diperoleh pasangan synchro putri papan 3 meter Herlyani Dias-Trevyani Dias dinilai sudah merupakan hasil terbaik mereka.

Berita BCA

DALAM bahasa Sunda, eurad berarti jerat. Kalau dibuat rekonstruksi sosialnya, di kawasan inilah pada masa lalu, para pemburu sering memasang eurad untuk menjerat binatang seperti mencek. Binatang jago lari di dalam hutan ini akan dikepung dari bawah, lalu digiring menuju lereng atas agar larinya tidak terlalu cepat. Bila pemburu itu warga dari Maribaya atau Cibodas, mencek akan digiring ke utara menuju puncak. Demikian juga para pemburu dari Cibitung, akan menggiring buruannya ke selatan. Dengan bantuan anjing pemburu yang terlatih, mencek akan diarahkan, didesak, dikejar sehingga berlari ke arah lereng curam menuju puncak.

Kelembagaan petani sekelas KTNA, jelas butuh penataan yang lebih jelas dan tegas. Dalam bahasa lain, KTNA perlu direvitalisasi. Di sini, penting adanya "darah baru" yang diharapkan mampu menggeliatkan kembali KTNA lewat berbagai kiprah yang dilakoninya.

Surat Pembaca