DALAM beberapa hal, masyarakat kita sekarang seperti angsa yang kebingungan. Berteriak-teriak lantang, namun tidak beranjak. Coba simak, berbagai kalangan meneriakan pentingnya menjaga toleransi atau membangun keutuhan republik, namun miskin aksi nyata. Paling banter hanya pernyataan sikap, atau mengulang kebiasaan masa Orde Baru, menyatakan kebulatan tekad. Banyak hal harus dikerjakan, namun hanya diperlakukan sebagai wacana, lalu menguap terdesak isu baru.

  Situasi praksis demokrasi  masih diwarnai dengan  jargon-jargon yang penuh rekayasa, khalayalan dan kepalsuan oleh para elite politik, pemodal dan mendapat penguatan birokrat. Di sisi lain, warga Jabar tak lagi memiliki informasi yang memadai dan valid tentang para calon gubernur Jabar, maka perubahan yang signifikan dan makna politik yang sesungguhnya (membangun civil society yang sejahtera dan damai), semakin jauh dari kenyaataan dan harapan

Surat Pembaca

  • Menyoal ”Supply and Demand”

    BERDASARKAN hukum ekonomi, kenaikan harga tidak dipengaruhi waktu dan wilayah. Kenaikan terjadi ketika suplai tidak sebanding dengan demand.

Kolom

PR Info

Epaper Pikiran Rakyat