MENANTI pemimpin berusia muda secara biologis saja tidak cukup. Tentu saja yang diharapkan dari pemimpin muda adalah kedalaman wawasan dan pengalaman, serta kematangan berpikir. Pemuda dengan atribut semacam ini hanya mungkin ditemukan di tengah-tengah mereka yang mau berkeringat mengambil tanggung jawab memajukan daerahnya, tidak sekadar berpangku tangan, atau berorasi tentang bokbroknya mentalitas bangsa

Indonesia berangsur-angsur harus berubah dari mayoritas pekerja yang berkarya di industri padat karya ke padat modal yang berbasiskan keterampilan tinggi khususnya dalam inovasi teknologi, sebagaimana misalnya Korea Selatan.  Tentunya SDM Indonesia pun pada esensinya mampu melakukan hal yang sama guna menuju negara kita yang “tinggal landas bukan tinggal kandas”, tinggal masalahnya terletak pada kemauan dan kemampuan guna terus berpikir, bebenah diri, dan berubah ke arah yang lebih maju.

Surat Pembaca

  • Tanggapan untuk Novriza Sativa

    SEHUBUNGAN dengan suara pembaca yang telah dimuat di Surat Pembaca Harian Umum Pikiran Rakyat dan Pikiran Rakyat Oline pada 2 Mei 2017 berjudul ”Barang Hilang di Jasa Ekspedisi”, kami ingin menyampaikan permohonan maaf seb

Epaper Pikiran Rakyat