PARA keluarga "trah menak" sejati menempatkan pendidikan karakter sebagai hal mendasar. Seperti dicontohkan Wirautama, membentuk karakter yang baik menjadi fondasi yang ditanam pertama kali dalam bangunan cita-cita politis sang anak. Mengetahui anaknya ingin menjadi bupati (saat itu demang), Wirautama bukan hanya mengajari anaknya (Yogaswara) baca tulis, tetapi segera memasukannya ke Pesantren Jenggala. Seperti dapat dibaca dalam novel politik "Tjarita Mantri Djero" (R. Memed Sastrahadiprawira, terbit 1928), alasan utama Wirautama mengirim anaknya ke pesantren tiada lain untuk memberi dasar-dasar keyakinan agama, sebagai alat untuk mengendalikan hawa nafsu, sebab umumnya penguasa suka lupa diri dan tak mau kalah.

Meski sudah relatif terlambat, yang dapat dilakukan oleh presiden dan mendagri adalah meminta keterangan kepada PN Jakatara Utara yang mengadili Ahok mengenai dakwaan JPU, apakah JPU mendakwa dengan Pasal 156 atau Pasal 156a KUHP. Dari sinilah berdasar pada yuridis formal, perlu terbit keputusan pemberhentian sementara atau tidak perlu diberhentikan sementara. Mendagri mestinya tidak mempolitisasi Pasal 83 UU Pemda untuk kepetingan politiknya, hal ini mencegah terjadinya kebijakan yang dinilai unfair dan diskriminatif. Hal ini tentunya akan menurunkan wibawa dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi, dan meragukan kesungguhan Presiden Jokowi dalam menegakkan negara hukum yang berkeadilan dan menjakankan negara demokrasi yang berkeadaban sebagaimana telah dicanangkannya dalam Nawacita.

Surat Pembaca

  • Angkot ”Ngetem” Bikin Macet

    SETIAP hari saya pergi ke kampus dengan mengendarai sepeda motor. Sepanjang perjalanan banyak persimpangan lampu merah yang dilalui. Namun, yang sangat dikeluhkan yaitu daerah Kiaracondong.

Kolom

PR Info

  • NIROM Cililin

    NIROM Cililin merupakan alat komunikasi pertama dan tertua yang dibangun oleh Belanda, stasiun radio ini didirikan oleh seorang insiyur berkebangsaan Jerman yang bernama Raymond

Epaper Pikiran Rakyat