Terbaru

  • Data Sampai Malam Ini, Gempa Rusak 9 SMP di Garut

    Selain merusak rumah, gempa di Tasikmalaya yang terasa hingga ke Kabupaten Garut menyebabkan sembilan sekolah menengah pertama di Kabupaten Garut rusak. Jenis kerusakan bervariasi, mulai dari bangunan yang retak-retak, genting ambruk, dan plafon serta kaca ruangan pecah.

  • PKL Tidak Perlu Dihilangkan Seluruhnya dari Ruang Publik

    Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak seharusnya dihilangkan secara keseluruhan dari ruang publik. Penyediaan area khusus yang tertata akan menarik budaya berjalan kaki bagi publik perkotaan sekaligus mengubah ketergantungan atas kendaraan bermotor pribadi.

  • Bogor FC Gagal Merumput di Liga 1

    Klub sepakbola Bogor FC dipastikan gagal merumput di kasta tertinggi Liga Indonesia musim selanjutnya setelah tidak jadi mengakuisisi salah satu klub. Pemilik klub sekaligus Direktur Utama Persikabo, Effendi Syahputra mengaku masih memperjuangkan klub barunya berlaga di liga profesional baik Liga 2 maupun Liga 3.

  • Menguak Rahasia Oto Iskandar Di Nata

    Keberanian dalam perjuangan dan mahirnya Oto Iskandar Di Nata dalam bernegosiasi dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya anggota parlemen di negeri ini. Pahlawan dari tanah Sunda yang banyak dijadikan nama jalan ini sudah seharusnya lebih dikenal kiprahnya sebagai teladan dalam kehidupan bernegara.

  • Dampak Gempa Bumi, 20 Orang Terluka dan 221 Bangunan di Pangandaran Rusak

    Akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter di wilayah barat daya Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat, 15 Desember 2017 dini hari pukul 23.52 WIB, tercatat sebanyak 221 rumah di Kabupaten Pangandaran dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu 20 orang dilaporkan mengalami luka akibat tertimba reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.

Akhir pekan ini kita dikejutkan dengan kabar terjadinya gempa bumi berkekuatan cukup besar di Tasikmalaya dan sekitarnya. Gempa, sama halnya dengan tsunami dan gunung meletus, dapat dikatakan sebagai bencana alam yang benar-benar murni karena kehendak Tuhan. Bencana ini tidak dipengaruhi oleh ulah manusia seperti banjir, kebakaran hutan, atau longsor misalnya.

Karena pemikiran itulah, seorang kawan pernah membuat guyonan "Tuhan pun tak ingin Persib degradasi". Konteksnya adalah kejadian tahun 2006 saat Persib yang seharusnya turun kasta tiba-tiba selamat karena Tuhan mengirim gempa bumi. Tanpa bermaksud tidak bersimpati namun gempa Yogyakarta tahun 2006 ternyata menjadi "berkah" untuk Persib.

FENOMENA  kota besar masa kini, salah satunya adalah gusur-menggusur dengan alasan mengurangi kawasan kumuh, penataan lingkungan, perbaikan kualitas hidup, memperluas ruang terbuka hijau (RTH), revitalisasi aset negara, dan sejumlah dalil lain yang terdengar indah.  Dan tidak sedikit pula muncul perlawanan dari warga masyarakat, karena merasa sudah turun temurun, beranak cucu menempati lahan tersebut. Anak-anak mereka bersekolah yang dekat tempat tinggal.

Surat Pembaca

Persib

Bandung Raya

Jawa Barat

Telefon Penting

Gelora

Khazanah

Nasional

Jadwal Penerbangan Bandara Husein Sastranegara