Hati-hati! Begadang Ternyata Bisa Bikin Hormon Seks Menurun

SEMAKIN lama anak berbagi tempat tidur dengan orang tua mereka, semakin besar kesempatan itu durasi tidur pendek dan sering terbangun di usia 18 bulan.*
BBC/PRLM
SEMAKIN lama anak berbagi tempat tidur dengan orang tua mereka, semakin besar kesempatan itu durasi tidur pendek dan sering terbangun di usia 18 bulan.*

JAKARTA, (PR).- Begadang kerap menjadi solusi untuk menyelesaikan pekerjaan, namun jika kebiasaan itu dibiarkan begitu saja, kadar hormon testosteron seorang pria akan menurun.

Penelitian menemukan bahwa pria yang waktu tidurnya di bawah rata-rata sebanyak 6,9 jam, akan kehilangan 1,5 persen hormon testosteron, menurut laporan Dailymail, seperti dikutip Kantor Berita Antara, Rabu 10 Oktober 2018.

Para peneliti yang dipimpin oleh University of Miami mengamati rata-rata tidur dari hampir 2.300 pria. Mereka memiliki waktu tidur antara dua sampai 12 jam setiap malam.

Kendati terjadi penurunan kadar testosteron yang tercatat, itu dalam kisaran normal. Penelitian juga menemukan bahwa massa tubuh tinggi dan mengonsumsi alkohol menyebabkan kadar testosteron menurun drastis.

Tidur dapat mengurangi testosteron dengan menganggu sinyal otak yang mengontrol hormon seks. Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan di Denver, mengungkapkan bahwa "kualitas tidur" harus diperhitungkan ketika mempelajari penurunan kadar, yang dapat menyebabkan hilangnya dorongan seksual, depresi, dan kelelahan.

Presiden International Chromosome and Genome Society, Profesor Darren Griffin, mengatakan bahwa hal itu tidak mengejutkan. Ia mengatakan, “Kurang tidur memiliki sejumlah efek buruk terhadap kesehatan dan kita semua tahu bahwa betapa buruknya fungsi tubuh ketika kita tidak dapat tidur nyenyak".

SATU studi baru oleh para ahli di National Sleep Foundation di AS telah merekomendasikan berapa banyak kebutuhan tidur seseorang di setiap tahap dalam hidup, mulai dari 14 hingga 17 jam sebagai bayi yang baru lahir sampai tujuh hingga delapan jam sebagai

Sel Otak Rusak

Pada 2014 lalu, sebuah penelitian menunjukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan rusaknya sel-sel otak. Berdasarkan penelitian dalam The Journal of Neuroscience, pengujian pada tikus menunjukkan kurang tidur yang berkepanjangan menyebabkan 25% sel-sel otak mati.

Penelitian ini menguji tikus laboratorium untuk tetap terjaga agar kurang tidur dan meniru perilaku kehidupan modern, seperti shift malam atau berjam-jam di kantor. Tim penelitian dari Universitas Pennsylvania itu mempelajari sel-sel otak tertentu yang terlibat dalam menjaga kesiagaan otak.

Setalah beberapa hari mengikuti pola tidur yang dilakukan oleh pekerja malam, hanya dengan waktu tidur antara empat sampai lima jam dalam 24 jam, tikus kehilangan 25% dari sel-sel otak, yang dikenal sebagai neuron-neuron locus coeruleus (LC).

Para ilmuwan mengatakan ini adalah bukti pertama bahwa kurang tidur dapat menyebabkan hilangnya sel-sel otak. Prof. Sigrid Veasey dari Center for Sleep and Circadian Neurobiology mengatakan kepada BBC, “Kami sekarang memiliki bukti bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat disembuhkan”. (Fani Ferdiansyah)***

Baca Juga

Manfaat Lari Maraton untuk Kesehatan

JAKARTA, (PR).- Para penggiat hidup sehat banyak yang memilih lari maraton sebagai bagian dari gaya hidupnya. Bukan tanpa alasan, maraton ternyata tidak hanya bermanfaat untuk sekadar membakar kalori.

Kenali Karbohidrat Baik dan Buruk

STUDI terbaru menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat bukan jalan sehat bisa Anda ambil. Lebih baik mengikuti pola makan yang mencakup karbohidrat dalam jumlah yang cukup dan berasal dari sumber yang tepat.

Atasi Migrain dengan Bahan-bahan Alami

KAFEIN merupakan salah satu zat yang mampu mengobati serangan migrain. Namun, berhati-hatilah karena bila berlebihan bukan membuat migrain menghilang, namun justru malah memicu gejala sakit kepala.

Cara Mudah Mengenali Garam Beryodium

TIDAK semua garam yang beredar di pasaran mengandung iodium. Karena itu kita perlu teliti untuk mengenali garam yang kita beli, apakah mengandung iodium atau tidak.