Jonathan Kuo Siapkan Konser Resital Piano Klasik

Jonathan Kuo/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

USIANYA baru akan 16 tahun, tapi Jonathan Kuo telah menorehkan berbagai prestasi di dunia musik klasik. Jonathan merupakan pianis yang telah belajar instrumen piano sejak usia tujuh tahun. Dia bertemu dengan mentornya, yakni Iswargia R Sudarno satu tahun kemudian. Bersama Iswargia, Jonathan mengasah bakat dan potensi yang terus berkembang sampai hari ini.

Salah satu ajang pembuktian Jonathan adalah konser resital solonya yang akan digelar Minggu, 7 Oktober 2018 mendatang. Bertempat di Aula Simfonia Jakarta Jalan Industri Blok B. 14 Kav. 1, Kemayoran, Jakarta Utara, Jonathan akan memainkan komposisi piano klasik gubahan Tchaikovsky dan Mozart. Pergelaran bertajuk Steinway & Sons Present Young Steinway Artist Gala Concert itu menampilkan Jonathan bersama kelompok orkestra di bawah pimpinan konduktor Iswargia R Sudarno.

"Menjelang konser ini saya deg-degan, karena lagunya tidak gampang. Selain itu, kalau main sama orkestra, jangan sampai salah, karena banyak pemain instrumen yang lain. Kalau salah, recovery-nya harus cepat," tutur Jonathan di sela latihan bersama Iswargia di Jalan Sangkuriang Kota Bandung, Senin 20 Agustus 2018. 

Pria kelahiran Bandung, 21 September 2002 ini menyebutkan, saat konser nanti, dia ingin menikmati dan berupaya menampilkan yang terbaik. Bagi Jonathan, repertoar di konser kali ini sulit karena lagu yang dia mainkan baru pertama kali. Selain itu, ada satu nomor yang durasinya mencapai 40 menit. Jonathan merasa, selain durasinya lama, lagu itu juga kompleks secara susunan nada.

Jonathan menyebutkan, pemilihan lagu untuk konser nanti berdasarkan hasil rembukan bersama Iswargia. Dia mengaku, langsung merasa tertantang dengan pilihan lagu yang diajukan. 

Setelah memastikan repertoar yang dibawakan, sejak bulan lalu, Jonathan terus berlatih tanpa henti. Selain bersama Iswargi satu minggu dua kali, Jonathan juga latihan sendiri. "Kalau persiapan khusus yang pasti latihan. Saya juga menyiapkan mental untuk siap tampil nanti. Targetnya setiap hari harus makin baik," ungkap Jonathan yang merupakan putra dari Linda Kartasasmita dan John Kuo.

Jonathan mengungkapkan, bermain piano klasik adalah media untuk meluapkan semua perasaan dan emosi. Lewat bermain piano, dia merasa lebih ekspresif. Jonathan mengaku, dia bisa sampai menangis kalau main piano.

Sejumlah prestasi yang telah diraih Jonathan antara lain peringkat ke-2 serta penghargaan khusus untuk penampilan Marzuka terbaik pada 5th Asean International Chopin Piano Competition di Kuala Lumpur, Malaysia, juara ke-1 Indonesia Steinway Youth Piano Competition, 2014 kategori Talentum B, usia di bawah 13 tahun, juara ke-1 Thailand 1st Chopin International Competition 2014-Group C, dan peringkat ke-2 Medan International Piano Competition 2015-Kategori E, usia 13-17 tahun. 

"Saya ingin main piano sampai mati. Inginnya nanti bisa khusus belajar di luar negeri. Banyak orang senang belajar piano klasik di Amerika, kalau saya ingin coba ke Eropa Timur atau Prancis," kata Jonathan yang pernah mengikuti master class bersama antara lain Thomas Hecht, Josef Anton Scherrer, Manfred Aust, Albert Tiu, Sam Haywood, Irina Vokhmyanina, dan Boris Kraljevic.

Selain menjadi pemain piano, Jonathan juga bercita-cita menjadi konduktor dan membentuk orkes musik klasik. Menurut Jonathan, dengan membentuk kelompok musik, dia bisa menemukan medium lain untuk berlatih dan membangun jejaring.

Sementara mentor Jonathan, Iswargia R Sudarno mengungkapkan, persiapan konser total dilakukan selama tiga bulan. Nanti, lima hari sebelum konser, Jonathan baru akan melakoni latihan bersama kelompok orkestra.

"Lagunya memang sulit, ini sesuai dengan materi pengajaran saya kepada Jonathan. Ibaratnya kalau di sekolah, Jonathan naik kelas lewat konser nanti," ujar Iswargia. 

Iswargia menyebutkan, Jonathan adalah salah satu musisi muda di musik klasik yang responsif dan minatnya besar. Alhasil, metode dan proses mengajar juga jadi lebih menyenangkan. Iswargia menargetkan, Jonathan bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi. 

"Di tingkat Asia Tenggara, prestasi Jonathan sudah tercipta. Inginnya ke depan bisa di tingkat dunia," kata Iswargia.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga