Ini Penjelasan Mengapa Menguap Bisa Menular

Ilustrasi/USEP USMAN NASRLLOH/PR
SEORANG siswa baru kelas IB menguap pada hari pertama sekolah, beberapa waktu lalu.*

ANDA pasti mengalami kejadian saat teman sedang menguap, Anda pun ikut menguap. Para peneliti menyebut hal itu sebagai menguap yang menular. Peristiwa itu terjadi sekitar 60% sampai 70%. Sebuah penelitian bahkan menyebut bahwa menahan kuap justru hanya akan membuat rasa ingin menguap semakin kuat.

Time melaporkan, penelitian yang dipublikasikan di Current Biology ini memberikan penjelasan mengenai mengapa orang yang menguap akan menular pada orang-orang di sekitarnya. Dalam penelitian sebelumnya ditemukan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya dengan mengekspresikan rasa empati atau keinginan untuk berbagi terhadap perilaku orang lain.

Sebuah laporan menunjukkan bahwa dorongan untuk menguap seperti orang yang sedang menguap di sekitar Anda sangat berhubungan dengan tingkat aktivitas otak pada manusia. Akan ada dorongan untuk ikut menguap dan sulit untuk dihindari.

Hasil penelitian

Penelitian itu melibatkan 36 orang dewasa. Pertama, secara magnetis peneliti menstimulasi otak mereka untuk mengukur seberapa aktif saraf di daerah tertentu di otak. Mereka fokus pada korteks motorik, karena di sana melibatkan perencanaan dan gerakan tubuh.

Pengukuran tersebut membantu peneliti untuk mengukur beberapa "sensitif" korteks motorik setiap orang, yang mereka asumsikan akan memperdiksikan kecenderungannya untuk menguap yang menular.

Kemudian mereka menunjukkan sebuah video yang berisikan orang yang menguap kepada para relawan. Setengah dari mereka diminta untuk menahan rasa untuk menguap, dan setengahnya lagi dibebaskan untuk menguap. Para peneliti merekam reaksi para relawan dan menghitung jumlah dan jenis menguap yang mereka lakukan.

Peneliti menemukan, relawan yang diminta untuk menahan rasa menguap, pada akhirnya mereka menguap dengan mulut terbuka lebar. Namun, peneliti melihat banyak yang berusaha menahan (namun masih terlihat) menguap pada kelompok ini, dan para relawan dalam kelompok tersebut mengatakan dorongan yang kuat untuk menguap daripada kelompok lainnya.

PELAWAK Roman Atwood tampak menguap di dekat menara Eiffel, Paris.*

Aksi peniruan

Peneliti juga menemukan bahwa kemungkinan seseorang untuk "tertular" rasa menguap dari orang lain secara langsung berhubungan dengan betapa sensitif korteks motoriknya. "Beberapa dari kita memiliki jaringan korteks motorik yang sangat sensitif dan sangat mungkin bagi kita untuk tertular rasa menguap, sementara yang lain tidak," ujar Stephen Jackson, profesor dari University of Nottingham.

Dalam percobaan terpisah, peneliti meneliti gagasan tersebut dan menemukan bahwa stimulasi otak dengan listrik dapat meningkatkan rangsangan pada korteks motorik dan hal tersebut dapat meningkatkan kecenderungan orang untuk menguap yang menular. Kemampuan untuk mengubah rangsangan –begitu juga dengan kekuatan dorongannya– mungkin penting untuk memahami kondisi neurologis lainnya, ujar peneliti.

Menguap yang menular itu sendiri adalah bentuk dari ekofenomena, peniruan secara automatis terhadap kata-kata atau tindakan seseorang. (Ines Anggun)***

Baca Juga

Begini Kemeriahan Hariring Asih: Dayang Sumbi

DIKENAL sebagai penari, seniman Endang Caturwati ternyata piawai menulis tembang Sunda. Pada konser Hariring Asih: Dayang Sumbi, Endang merilis sejumlah nomor gubahannya yang dilantunkan sejumlah penyanyi.