Sariawan Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut, Ayo Deteksi Dini dan Mencegahnya

Ilustrasi/National Cancer Institute Via REUTERS
SEL kanker skuamosa oral (putih) diserang oleh dua sel T sitotoksik (merah), merupakan bagian dari respons kekebalan alami.*

RONGGA mulut adalah cerminan ­kesehatan tubuh seseorang. Apalagi, rongga mulut ­merupakan gerbang ­pertama masuknya segala ­jenis makanan, hingga bakteri dan virus ke dalam tubuh. Dari kondisi yang terjadi di rongga mulut, kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di salah satu atau beberapa organ tubuh. ­Termasuk sebagai langkah awal atau deteksi dini kanker mulut, yang ­tumbuh dan berkembang di dalam ­mulut. 

Kanker mulut, misalnya, terjadi pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, langit-langit mulut, atau di bagian lain dalam rongga mulut. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut Shelly Lelyana mengatakan, kanker mulut dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening. Meskipun demikian, kanker mulut bisa dideteksi secara dini dari kondisi yang terjadi di rongga ­mulut. 

”Misalnya dari sariawan yang terjadi di dalam mulut, tapi tidak sembuh-sembuh lebih dari dua minggu. Itu perlu diwaspadai dengan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Shelly, ketika ditemui di Poli Gigi Rumah Sakit Melinda 2, Jalan Dr Cipto Bandung, Senin 5 Maret 2018. 

Menurut Shelly, normalnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya sekitar 7 hari. Apalagi jika diberikan obat, maka bisa sembuh lebih cepat. 

”Kalau lebih dari dua minggu, biasanya ada sesuatu yang lain,” ujarnya. 

Perbedaan sariawan biasa dan sariawan yang merupakan gejala awal kanker mulut, dilanjutkan Shelly, bisa dibedakan dari rasa sakit yang terasa dan permukaan sariawan. Pada sariawan biasa, rasanya sakit dan permukaannya memiliki rasa cekung. Sedangkan pada sariawan gejala awal kanker mulut, sebaliknya. 

”Untuk gejala awal kanker mulut, menyerupai bercak putih yang tidak bisa hilang, kadang juga seperti bersisik. Hal itu bisa ditemukan di mana saja di dalam rongga mulut,” ucap Shelly, yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Maranatha. 

Selain bercak putih, warna bercak yang ditemu­kan juga bisa merah, cokelat dan biru. Warna bercak tersebut akan mudah dibedakan, lantaran warna rongga mulut biasanya coral pink. Benjolan atau penebalan pada dinding di dalam mulut juga bisa menjadi tanda awal yang diwaspadai, jika tak kunjung hilang. 

Kanker memiliki berbagai tahap­an­. Semakin cepat diketahui, penanganannya semakin mudah dilakukan dan tingkat kesembuhannya semakin tinggi. 

Seperti kanker pada umumnya, kanker mulut jarang menimbulkan gejala pada stadium awal sehingga sulit dideteksi. Hanya, tanda-tanda awal tersebut bisa diwaspadai, ketika terjadi pada rongga mulut dan tak menghilang dalam waktu lebih dari dua minggu. 

Faktor pemicu kanker mulut

Kanker mulut disebabkan oleh adanya perubah­an abnormal atau mutasi pada perkembangan sel-sel dalam mulut atau bibir. Penyebab di balik mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. 

Menurut Shelly, ada tiga faktor penyebab kanker mulut yang biasanya terjadi. Yang pertama yaitu faktor lokal, disebabkan misalnya oleh gigi palsu yang mengiritasi atau kesehatan rongga mulut yang tidak terjaga. 

”Ketika ada yang mengiritasi secara terus menerus dalam jangka waktu lama, bisa menjadi faktor pemicu kanker mulut. Makanya ketika merasakan ada ketidaknyamanan di dalam mulut, bisa langsung berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui apa yang harus dilakukan,” tuturnya. 

Faktor kedua berasal dari luar, seperti gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya dari kebiasaan menggunakan segala jenis tembakau seperti rokok, cerutu dan tembakau ku­nyah. Konsumsi minuman keras secara berlebihan juga bisa menjadi pemicu, selain memiliki pola makan yang buruk. Ada pula faktor yang disebabkan dari genetik. 

”Berdasarkan penelitian yang ada, 80 persen kasus kanker mulut bisa dideteksi secara dini dan akhirnya bisa dicegah supaya tidak ke arah keganasan,” kata Shelly. 

Kanker mulut stadium awal memiliki kemungkinan tertinggi untuk sembuh total. Sementara kanker mulut stadium me­­nengah mungkin dapat disembuhkan. Tetapi kanker mulut stadium lanjut umumnya tidak dapat disembuhkan dan pena­nganan yang dilakukan hanya untuk meringankan gejala serta memperlambat penyebaran kanker. 

”Sayangnya, banyak pasien yang datang dengan stadium yang sudah lanjut, padahal kalau saja datang dalam kondisi pre-cancer atau stadium awal, masih sangat mungkin untuk disembuhkan,” ucapnya. 

Ada pun langkah-langkah penanganan untuk kanker mulut meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Ketiga langkah ini sering dikombinasikan guna mendapat­kan hasil yang mak­simal.

Lalu, bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker mulut?

Karena penyebab utamanya belum diketahui, kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya. Akan tetapi, langkah sederhana tetap bisa dilakukan untuk menghindari pemicu atau menurunkan risiko dan menghambat perkembangan kanker mulut. Di antaranya adalah tidak menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun, termasuk merokok. 

”Juga menghindari minuman keras, dan makanan-makanan yang bersifat karsinogenik. Sebaiknya terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, serta menjaga kebersihan mulut dan memeriksakan kesehatan gigi secara teratur,” tutur Shelly.***

Baca Juga

Lima Buah Paling Ampuh Atasi Kanker

JAKARTA, (PR).- Ilmuwan telah mengungkap sederetan buah paling ampuh yang diklaim mampu mengatasi penyakit kanker. Di antaranya lemon, cranberry, apel, anggur, dan stroberi.

Menerjemahkan Tren Mode 2019-2020

PARADOKS antara manusia dan kecerdasan intelektual (AI) akan menjadi highlight tren mode di tanah air, satu hingga dua tahun mendatang.

Lima Minuman Alternatif Pengganti Kopi

KOPI adalah salah satu minuman yang sangat disukai di seluruh dunia, sebab, kopi dapat memberi energi dan menjauhkan kantuk.

Maudy Koesnaedi Pilih Teater daripada Film

JAKARTA, (PR).- Walaupun peran Zaenab dalam film serial "Si Doel Anak Sekolahan" telah mempopulerkan namanya, aktris Maudy Koesnaedi mengaku seni teater ketimbang film.