Ternyata Junk Food juga Ada Baiknya bagi Tubuh

Ilustrasi/REUTERS

Pernahkah Anda merasa bersalah atau menyesal setelah memakan camilan atau makanan yang disebut junk food (makanan rendah gizi)? Apakah makanan-makanan itu 100 persen buruk bagi tubuh kita?

Dikutip dari situs Daily Mail Femail, seorang ahli gizi asal Australia, Lee Holmes, mengatakan kita tidak perlu merasa bersalah setelah mengonsumsi junk food. “Sama saja seperti makanan sehat yang tidak semuanya bisa membuat Anda kuat. Junk food juga tidak semuanya membuat berat badan Anda naik,” kata Holmes.

Namun, dia juga tidak menyarankan untuk mengonsumsi junk food setiap saat. Junk food bisa menjadi makanan selingan. Lee Holmes menjelaskan semuanya hanya masalah keseimbangan.

Jika Anda termasuk orang yang sangat sulit untuk berhenti mengonsumsi junk food, Anda tidak perlu berhenti. Kurangi saja konsumi junk food Anda atau cobalah untuk mengakalinya agar junk food menjadi junk food yang lebih sehat.

Cokelat

Salah satu junk food yang paling sering dikonsumsi adalah cokelat. Cokelat yang sangat lezat dapat mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi.

Cokelat memang bisa melepaskan serotonin ke seluruh tubuh dan membuat kita merasa bahagia. Selain itu, cokelat juga mengandung magnesium mineral yang dibutuhkan tubuh untuk bisa berfungsi.

Namun, makanan yang baik untuk tubuh tidak akan menjadi baik jika dimakan terlalu banyak. Oleh karena itu, setiap kali Anda memakan makanan ini, nikmatilah setiap gigitannya. Jangan pernah merasa bersalah apalagi menyesal setelah memakannya.

Anda juga bisa mencoba cokelat yang lebih pekat, dengan kandungan 70% biji kakao atau coba juga biji mentahnya. Cokelat seperti ini lebih tinggi antioksidan dan lebih lezat serta hanya sedikit kandungan tidak sehat.

Es Krim

Jika Anda ingin menguatkan tulang dan gigi Anda, zat yang dibutuhkan adalah kalsium. Kalsium paling banyak terdapat dalam susu, namun bukan berarti Anda hanya bisa mendapatkan kalsium dari susu. Sayuran dan makanan lain juga dapat memberikan asupan kalsium.

Ilustrasi penjualan es krim

Salah satunya es krim. Kita semua tahu dalam proses pembuatannya, es krim membutuhkan banyak susu. Oleh karena itu, untuk Anda yang ingin mendapatkan kalsium dengan cara yang menyenangkan, Anda bisa memakan es krim.

Burger

Banyak sekali orang yang menyukai makanan satu ini. Namun, jika Anda khawatir dengan kandugan minyak, lemak jenuh, dan zat-zat berbahaya lain dalam burger ini, mungkin Anda bisa mencoba homemade burger.

Buatlah burger sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang lebih sehat. Anda bisa mencoba protein tanpa lemak untuk alasnya, sayuran segar untuk tengahnya dan roti yang sehat sebagai pembungkusnya. Bisa juga menggunakan selada atau biarkan terbuka saja.

Burger ini jelas akan lebih sehat dan lebih aman bagi tubuh. Jika Anda tetap ingin memakan burger dari restoran cepat saji, boleh saja. Namun, jangan habiskan semuanya. Makanlah beberapa gigitan saja hanya untuk memuaskan keinginan Anda.

Pizza

Pizza adalah junk food yang paling disenangi banyak orang. Bahan-bahan pizza pun bisa berbeda-beda di setiap daerah. Ada pizza yang memakai saus tomat, di mana kaya akan vitamin A dan C sebagai antioksidan tubuh kita. Ada juga pizza yang ditaburi sayuran yang baik bagi tubuh.

Namun, pizza juga bisa mengandung lemak dan gula dengan kadar yang tinggi. Inilah yang harus menjadi pertimbangan Anda ketika memutuskan memakan pizza. Anda bisa mencoba alternatif pizza yang lebih sehat dan bebas gula.

PIZZA bertabur keju mengundang selera.*

Jika Anda tertarik untuk membuat pizza sendiri di rumah juga tidak masalah. Anda bisa mengganti dasar pizza dengan kembang kol atau terong, sehingga ham and cheese pizza pun menjadi lebih sehat untuk dikonsumsi. (Annisa Fauziah)***

Baca Juga

HASIL penelian, mengkonsumsi cokelat dengan rutin ternyata bisa memperpanjang umur.*

20 Mitos dan Fakta yang Patut Diketahui Seputar Cokelat

PERTIMBANGAN saat mengonsumsi satu jenis makanan seringkali tak bisa dilepaskan dari mitos dan fakta seputarnya. Termasuk untuk cokelat yang merupakan makanan favorit hampir semua orang  dari segala usia.

Mengadopsi gaya hidup sehat dapat secara dramatis dapat mengurangi risiko serangan jantung.*

Depresi Menyebabkan Detak Jantung Tidak Beraturan

SESEORANG dengan depresi memiliki risiko terkena penyakit atrial fibrilasi, atau kondisi dimana jantung berdetak tidak beraturan dan cepat menurut sebuah data baru yang dilansir dari Medical News Today.