Mengkreasi Sendiri Dekorasi Rumah, Kenapa Tidak?

Komunitas Home Decor Bandung/DEDEN IMAN/PR

TAHUN baru, suasana baru. Bukan hanya suasana hati yang biasanya ditandai dengan resolusi baru yang lebih baik, tapi juga suasana di mana kita paling lama berinteraksi ­dengan keluarga. Ya, tentu saja rumah! Mahal? Do it yourself saja!

Mendekorasi rumah memang bukan kegiatan yang mudah dan murah. Apalagi kalau ingin mengganti suasana rumah yang baru. Padahal, dekorasi rumah sebelumnya sudah tertata baik tapi ada keinginan untuk menganti konsep keseluruhan dekorasi rumah.

Kalau mengganti konsep, ya tentu saja berimbas pada mengganti banyak hal. Mulai dari pilihan warna, mebel, pajangan, dan lain-lain yang membayangkannya saja sudah terasa mahalnya. Padahal, ada kok salah satu cara mengganti dekorasi rumah yang relatif murah, tentu saja dengan konsep do it yourself (DIY).

Serba-serbi DIY menjadi tren beberapa tahun ke belakang. Itu bisa juga diterapkan di rumah, supaya suasana baru didapat tapi tidak ”menyiksa kantong”. Seperti yang dilakukan beberapa perempuan yang tergabung dalam Komunitas Home Decor Bandung yang memiliki jejaring sosial di Instagram bernama @homedecor_bandung.

Salah satunya adalah Agri Sintia Sari (31) yang berangsur meng­ubah konsep dekorasi rumahnya dari bergaya shabby chic ke gaya klasik. Ia pun tidak mengubahnya secara drastis, tapi sedikit demi sedikit sejak akhir 2017 dan mendekorasi beberapa pajangan de­ngan cara DIY.

”Saya lagi senang tema klasik, tahun lalu serba-serbi shabby chic. Jadi berangsur dari bunga-bunga ke dekorasi klasik yang elegan. Inginnya sih serumah berganti, tapi ya pelan-pelan, mulai dari ruangan per ruangan dulu. Inginnya sih tanpa perlu beli baru semua hal, tapi mengubah yang kecil-kecil dulu tapi kesan dekorasi keseluruhannya langsung berubah,” katanya.

Ia mencontohkan dekorasi di kamarnya. Sekarang, kamarnya tidak lagi bernuansa shabby chic yang biasanya dominan dengan aksen bunga-bunga kecil dan warna-warna pastel. Kamarnya sudah menjadi serba putih.

Lalu, jam dindingnya yang tadinya tidak mewakili gaya desain apa pun, diubahnya bergaya klasik. Ia menggunakan sendok plastik yang disusun sehingga jam itu menjelma menjadi gaya yang elegan. Ia pun menambahkan hasil kerajinan makrame yang dibuatnya di bagian dinding yang lain.

”Membuat jam seperti itu karena ingin menyesuaikan dengan tema klasiknya. Sendoknya pun saya biarkan putih. Bentuk seperti itu ada yang jual, tapi kan mahal. Kalau DIY murah dan sebenarnya mudah kok. Ide itu saya dapatkan dari teman yang mendekorasi DIY yang sama tapi pada cermin. Lalu saya coba untuk jam. Lumayan lah dengan DIY, barang yang tadinya biasa-biasa saja, tapi jadi bagus dan cocok untuk dekorasi rumah,” tuturnya.

Ia banyak membuat dekorasi sendiri seperti talenan yang tidak terpakai didekorasi dengan teknik decoupage, rajut, dan sebagainya. Karena mendekorasi dengan DIY itulah dia menyadari sebaiknya nuansa rumah dibuat dengan warna serbaputih lebih dulu. Sebab, warna itu bisa menyesuaikan dengan semua tema dan everlasting. Ingin shabby chic, klasik, atau apapun, bisa disesuaikan dengan sarung bantal, atau unsur yang lebih kecil.

Biaya murah

Fitry Andriany (36) juga sering kali ingin mengubah tampilan rumahnya namun dengan biaya yang lebih murah, yaitu dengan DIY. Kebanyakan, dekorasi DIY itu menjadi kreasi yang dipajang di kamar anaknya.

”Misalnya, saya bikin dream catcher dari hoop, ditambahkan pita dan bunga. Cocok kan untuk kamar anak. Pernah juga menghias cermin yang tadinya sudah jelek dan disimpan di gudang. Tetapi, cermin itu lalu saya hias dengan susunan CD bekas lalu disemprotkan pylox supaya semakin cerah. Setelah ’disulap’ dan jadi bagus, eh anak saya juga suka jadi ditaruh di kamarnya juga,” katanya.

Begitu pun dengan Ratih Agustin (36). Ketika ingin mengubah suasana rumah, ia langsung berkreasi ala DIY. Misalnya, pajangan dari stik es krim, pot bunga dari stik es krim, dan table mat spiral dari tali.
Ia sangat senang memanfaatkan berbagai stiker ataupun pylox. Bosan dengan dispenser beras yang begitu-begitu saja, ia langsung mewarnai dengan pylox. Tempat cuci piring yang sudah kusam pun berubah cantik ketika diwarnai dengan pylox.

”Saya senang semua di-pylox, hahaha! Memang kadang ada yang mengelupas setelah sekian lama, ya pylox lagi saja. Kompor juga saya hias supaya nggak membosankan. Saya menghias kompor menggunakan stiker dinding,” ujarnya.
Aina Mardiah (28) juga berkreasi mengubah suasana rumah menggunakan stik es krim. Ia mengubah stik itu menjadi pajangan yang dilekatkan di dinding. Di dalamnya pun bisa diisi berbagai pajangan kecil.

Evi Melaty (24) memiliki kreasi DIY lain lagi. Ia mengkreasikan gelas terbang menggunakan cangkir dan piringnya yang sudah tidak terpakai. Cangkir dan piring itu dihubungkan dengan kawat, lalu setiap jalinan kawatnya ditutupi oleh aneka bunga-bunga plastik. Jadilah gelas terbang yang seakan-akan menuangkan bunga ke piring.

Dari ide hingga pilih bahan

Berkreasi dekorasi rumah dengan DIY memang mudah dan murah, tapi tentu memiliki tantangan. Tantangan itu mulai dari mencari ide, memilih bahan yang cocok, sampai ke proses pengerjaannya yang mungkin tidak semudah yang dibayangkan di awal.

”Akan tetapi, karena sudah dikerjakan, ya harus selalu jadi. Meskipun jadi lama ya pengerjaannya. Saya sih alhamdulillah jadi terus, dipajang terus. Karena memang harus diniatkan dari awal, harus jadi. Kalau dari awal sempat males-malesan, lebih baik jangan dimulai. Tunggu mood supaya nggak sia-sia,” ujar Helma Sefti Fauzia (36).

Dari tantangan itu, hasilnya memang memuaskan. Banyak keuntungan yang dirasakan pegiat dekorasi DIY. ”Bukan hanya mengkreasikan barang yang estetik dan dekoratif, tapi hasilnya juga fungsional. Apalagi itu buatan tangan sendiri, jadi puas,” kata Fitry Andriany.

Sementara itu, Ratih Agustin mengatakan, keuntungan DIY adalah mengasah kreativitas. Ia jadi sering berpikir kreatif untuk mengubah berbagai barang di rumahnya yang sudah lama atau kusam supaya menjadi bernuansa baru.
Proses kreatif itu pun akhirnya disukai anak-anaknya. Mereka juga ikut membantu berkreasi dan bekerja sama untuk menyelesaikannya. ”Terus, lebih disayang suami karena nggak selalu mengeluarkan duit ketika ingin mengganti suasana rumah, hahaha!” katanya.***

Baca Juga

Inspirasi Desain Dapur untuk Kaum Adam

KEGIATAN memasak di dapur identik dengan wanita. Namun, pria juga boleh melakukannya karena tidak ada yang melarang. Pada kenyataanya, memang banyak koki handal, baik nasional maupun internasional, yang ternyata adalah pria.

Band Folk Mr Sonjaya Rilis Single Cukuplah

BERCERITA tentang sosok Ibu, band folk asal Bandung Mr Sonjaya merilis single baru. Mengusung judul Cukuplah, single ini menjadi rangkaian sebelum Mr Sonjaya melahirkan album penuh ketiganya.