Yoghurt Ini Miliki Manfaat untuk Antipenuaan Dini

Ilustrasi Yoghurt/BBC.CO.UK

INI dia antipenuaan dini alami dan ama dikonsumsi. Selama 20 tahun, Guru Besar bidang Fisiologi Ternak Universitas Padjadjaran Prof. Lovita Adriani mengembangkan yoghurt menjadi kaya manfaat. Salah satunya, mengembangkan yoghurt untuk antipenuaan dini. 

Menurut Lovita, proses penuaan dini itu dapat ditunda dengan menggunakan beberapa cara. Yoghurt probiotik dengan imbangan yang jelas merupakan yang aman dikonsumsi. 

"Yoghurt yang baik dan sehat itu dapat diperoleh jika memiliki kandungan jenis bakteri baik dan keseimbangan formulasinya," ujarnya Lovita.

Pada umumnya, yoghurt dibuat menggunakan dua jenis mikroba yaitu yaitu Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus bulgaricus. Fungsi utamanya untuk melancarkan pencernaan. Dalam penelitian Lovita, ada manfaat lain dari yoghurt yakni memperbaiki parameter biokimia darah dan antibiotik alami. 

Untuk anti-aging, kata Lovita, yoghurt memanfaatkan hasil fermentasi susu dengan campuran susu berasal dari kacang-kacangan. Kacang kaya akan fitoestrogen, atau suatu senyawa yang strukturnya mirip estrogen. Lovita menyebutkan bagi wanita yang sudah mencapai menopause akan memiliki jumlah kandungan estrogen yang rendah, sehingga akan timbul berbagai macam penyakit, seperti osteoporosis hingga kerusakan sel yang terjadi di sitoplasma dan nukleus. 

"Kandungan fitoestrogen ini diharapkan dapat mengganti kekurangan estrogen bagi wanita sehingga akan menjadi lebih bugar," katanya.

Kacang-kacangan

Kandungan lain pada kacang-kacangan yang penting dalam penelitian ini adalah isoflavon. Bakteri asam laktat  memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan daya cerna dari isoflavon. Peningkatan ini disebabkan adanya aktivitas enzim dalam mikroba  yang dapat menghidrolisis isoflavon menjadi senyawa aglycon yang  mudah diserap usus.

"Sampai saat ini, penelitian tersebut berhasil memfermentasi isoflavon untuk menjadi aglycon. Dalam beberapa bulan ke depan, penelitian ini akan menampakkan keberhasilannya," ucap Lovita.

 

 

Lovita menyebutkan ada beberapa mikroba yang dapat menurunkan jumlah populasi bakteri patogen. Hasil penelitian beberapa kolaborator riset di negara lain menemukan dan menyimpulkan bahwa salah satu fungsi dari bakteri patogen tersebut yaitu dapat mencegah kanker usus, menurunkan gejala radang lambung (maag), meningkatkan imunitas, hingga memperbaiki metabolisme. Dalam penelitiannya, Lovita mencoba menerapkan penggunaan bakteri nonpatogen sebagai kompetitor bakteri patogen dalam produk yoghurt temuannya. Salah satu  yang sudah diterapkan adalah dengan menambah bakteri Bifidobacterium dan Lactobacillus acidophillus serta mikroba lainnya dalam imbangan yang tepat.

Bentuk kapsul

Yoghurt temuan Lovita ini memiliki kadar bakteri nonpatogen dengan jumlah melebihi ketentuan, yaitu lebih dari 109 /ML. Meningkatnya jumlah bakteri nonpatogen yang andal akan menurunkan jumlah bakteri patogen pada saluran cerna. Ini akan memperbaiki ekosistem saluran cerna yang pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan.

Lovita mengaku pernah memanfaatkan yoghurt untuk mencegah radang tenggorokan pada anak-anak. Ia mengganti konsumsi susu pada beberapa anak dengan yoghurt. Hasilnya menunjukkan, anak yang rutin mengonsumsi yoghurt lebih terhindar dari peradangan pada saluran cerna.

Bahkan menurut Lovita, yoghurt dapat dimanfaatkan juga untuk menghasilkan daging ayam rendah lemak dan kolesterol. Ayam yang telah diberi yoghurt dengan sejumlah dosis tertentu ternyata mampu menurunkan kandungan kolesterol dan lemak dagingnya hingga 25 persen. 

Penelitian lainnya, Lovita menggunakan yoghurt untuk menghambat perkembangbiakan bakteri Salmonella  dalam  menangani penyakit tifus. Bahkan, Lovita tengah memproduksi yoghurt dalam bentuk kapsul sehingga berguna bagi orang-orang yang mempunyai saluran cerna yang sensitif. Yoghurt buatannya  juga sudah dimerekdagangkan oleh Unpad.***

Baca Juga