Orang Korea Masih Percaya 10 Hal Takhayul Ini

Tanpa angka 4/CTV News
ELEVATOR di Korea Selatan tidak menggunakan angka 4 dalam urutan tombol penunjuk lantainya, karena takhayul yang masih diyakini warganya.*

SAMA seperti di Indonesia. Berbagai petuah orang tua untuk menghindari suatu hal tanpa alasan rasional, masih berlaku di Korea Selatan. Takhayul ini juga biasanya membuat orang yang meyakininya melakukan hal-hal tak masuk akal, karena takut tertimpa sial akibat melanggarnya.

Banyak orang Indonesia yang masih percaya duduk di ambang pintu bisa membuat susah jodoh. Sejumlah hal juga dianggap pamali, seperti menggunting kuku malam hari dan makan pisang dempet.

Nah, berikut ini 10 takhayul yang masih dipercaya di Korea Selatan, seperti dilansir Koreaboo

1. Makanan licin

Orang Korea menghindari makan rumput laut, mie, atau agar-agar saat mau melaksanakan ujian di sekolah. Kenapa? Karena mereka meyakini makanan licin ini bisa melunturkan hapalan dan pengetahuan yang akan berguna dalam menjawab soal ujian.

Sebagai gantinya, mereka percaya untuk konsumis makanan lengket sebelum ujian, seperti nasi ketan misalnya.

2. Memotong kuku malam hari

Mirip dengan takhayul di Indonesia, orang Korea juga pamali potong kuku malam hari. Konon, yang melanggar bisa menderita penyakit aneh yang datangnya dari siluman tikus.

3. Bersiul

Jangan bersiul di malam hari, karena ular dan hantu akan terpanggil karenanya.

4. Angka empat

Seperti di Tiongkok, angka empat juga dianggap bawa sial di Korea Selatan. Itulah kenapa, kita tak akan menemukan angka 4 di tombol elevator gedung yang kita naiki. Bahkan gedung-gedung di sana telah menghilangkan lantai 4 dalam konstruksinya.

ENTIS (51) merapikan kalender di lapaknya, di Jln. Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (30/12). Menjelang pergantian tahun, kalender yang ditawarkan mulai dari Rp 5.000 - Rp 20.000 perlembarnya itu mulai banyak dicari konsumen.*

5. Pindah di hari baik

Di Indonesia, masih ada orang yang kalau melakukan sesuatu harus di hari yang baik menurut ‘kebaikan’ harinya. Misalnya saat akan menikah, orang yang masih memegang teguh adat, akan bertanya hari baiknya pada tetua.

Di Korea, diyakini saat akan pindah, harus berlangsung  pada "hari tanpa roh jahat". Bukan cuma diyakini saat akan pindah rumah, tapi berlaku juga untuk lokasi bisnis, berdagang, dan lain-lain. Mereka yakin, ketika pindah hujan turun deras, maka usahanya akan lancar.

6. Sepatu

Pernah dengar takhayul memberi kekasih sehelai baju, maka akan putus cinta kemudian hari? Itu berlaku di Indonesia. Di Korea, jika Anda memberi sepatu kepada orang lain, maka ia akan lari dari Anda. Jika Anda yang menerima sepatu sebagai hadiah, maka dianjurkan memberikan pamrih serelanya.

SEJUMLAH pegawai negeri sipil (PNS) tiduran seusai melaksanakan salat Dzuhur berjamaah di Masjid Agung Al Fathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6/2015). Jam istirahat bagi PNS dimanfaatkan dengan tiduran untuk mengisi waktu puasa Ramadan.*

7. Kipas angin listrik

Orang Korea takut tertidur dengan kipas angin listrik yang menyala. Mereka pikir kipas tersebut bisa membunuh saat kita terlelap.

8. Kaki gemetaran

Ada takhayul Indonesia, tangan gemetaran pertanda akan menerima rejeki. Di Korea, gemetar di kaki justru berarti menyingkirkan keberuntungan dan kekayaan.

9. Jalan melangkahi bayi

Jangan melangkah di atas bayi! Alasan logisnya tentu karena masalah keamanan. Namun, diyakini bahwa melompati bayi akan mencegah pertumbuhan mereka. Rupanya pamali ini juga berlaku di Polandia, lho.

10. Sayap ayam

Selain jangan memberi sepatu, takhayul berikut membuat kita berusahalah tidak menyajikan sayap ayam untuk dimakan orang tersayang. Konon, memberi sayap ayam ke pacar atau suami Anda, bisa membuat dia “terbang” alias berpaling.***

Baca Juga

7 Fakta di Balik Film Dilan yang Tayang 25 Januari 2018

FILM Dilan segera tayang di bioskop 25 Januari 2018 ini. Mengangkat tema percintaan remaja yang duduk di bangku SMA, kisah Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla) jadi inti alur ceritanya.