All 4 One dan Sheila On 7 Hadirkan Memori 1990-an dengan Aransemen Kekinian

All 4 One/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
PENAMPILAN All 4 One di Trans Convention Center The Trans Luxury Hotel Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Minggu, 31 Desember 2017. Aksi mereka membangkitkan nostalgia dari era 1990-an bersama rentetan hit yang dinyanyikan untuk menyambut Tahun Baru 2018.*

BANDUNG, (PR).- Hit I Swear dari All 4 One menjadi klimaks penampilan grup vokal pop dan RnB asal Amerika Serikat tersebut. Nyanyian massal ribuan penonton pun membahana menyambut tembang yang mengantarkan All 4 One meraih Grammy Awards. Senyum semringah tak lepas dari bibir Tony Borowiak, Delious Kennedy, Alfred Nevarez, dan Jamie Jones. Mereka puas dengan sambutan positif penonton.

Berlangsung di Trans Convention Center The Trans Luxury Hotel Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Minggu 31 Desember 2017, konser "New Year's Celebration Eve with All 4 One and Sheila On 7" itu dihelat untuk menyambut Tahun Baru 2018. Ribuan penonton pun puas dengan konsep nostalgia yang diusung All 4 One dan Sheila On 7.

"Terima kasih Bandung, selamat Tahun Baru dan sampai ketemu lagi," ujar Jamie mewakili rekan-rekannya.

Aksi All 4 One dengan I Swear menandai berakhirnya pesta Tahun Baru 2018. Namun, perjalanan menuju tengah malam telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Sebelum I Swear, kuartet yang terbentuk 1993 itu sukses mengajak penonton bersenang-senang.

Nomor mengentak A Night to Remember menjadi pembuka yang menyulut semangat. Tempo lagu yang cepat seharusnya membuat penonton bergoyang. Sayangnya, reaksi penonton masih adem ayem. Tanpa basa-basi, penampilan All 4 One berlanjut dengan hit I Can't Love You Like That. Di lagu ini, baru penonton memberikan respons asyik. Apalagi, Tony dkk memasukan koreografi nan lincah untuk mendukung performa.

"Bandung how are you? Kami akan membawa kalian ke era 1990-an. Selamat menikmati malam ini," kata Tony menyapa.

Seusai berbincang sebentar, All 4 One berturut-turut mempersembahkan dua nomor slow, yakni Smile Like Monalisa dan I Turn to You. Bagi All 4 One, dua lagu itu menjadi rekam jejak karier mereka yang pernah mengisi soundtrack film.

"Kalian siap untuk 2018. Kami berharap tahun depan lebih baik untuk kita semua. Kami, senang bisa tampil di Bandung malam ini. Kami janji kalian akan bersenang-senang. Kalau kalian tahu lagunya, silahkan nyanyi bareng," ujar Delious.

Tak dapat dimungkiri keunggulan All 4 One pada harmonisasi vokal mereka yang apik. Semalam, mereka membuktikannya dengan memamerkan kemampuan menyanyi acapela. Alhasil, nomor So Much In Love tersaji lewat harmonisasi vokal yang indah.

Tempo pertunjukan kembali dinamis dan sukses membuat penonton berdiri untuk berdansa. Sebelum tengah malam, repertoar All 4 One diisi dengan September dan Baby Love. Saat detik-detik Tahun Baru 2018 dimulai, All 4 One bersama Sheila On 7 hadir di panggung. Pesta meriah dengan suara trompet dan taburan confetti menjadi penanda kalau 2017 berakhir.

Di babak akhir penampilan, All 4 One melanjutkan aksi dengan I Will Be Right Here, Who Do You Love, Someday, dan tentu saja I Swear.

Lagu lawas, aransemen baru

Sebelum All 4 One, band Sheila On 7 sukses membuka konser. Selama 90 menit, band yang diawaki Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum) tampil dengan deretan hit yang telah dirilis sejak 1999 lalu. Sebagai starter, nomor JAP yang medley dengan Perhatikan Rani sukses membawa penonton ke era 1990-an.

"Selamat malam Bandung, terima kasih sudah hadir malam ini. Semoga tahun depan kita semua lebih baik. Melihat yang tampil malam ini, saya dan teman-teman jadi mau mengajak bernostalgia," ungkap Duta.

Seusai sapaan itu, songlist Sheila On 7 diisi dengan Hari Bersamanya, Seberapa Pantas, Kita, Sephia, dan Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki yang disambut kor massal penonton. Duta berharap, semoga 2017 menjadi anugerah terindah untuk semua.

Band asal Yogyakarta ini tampil maksimal dengan sejumlah racikan aransemen baru yang disematkan pada hit lawas mereka. Kendati lagu-lagu yang disuguhkan membangkitkan memori, tapi konsep aransemen baru membuat musik Sheila On 7 lebih kekinian.

Sebut saja Penjantan Tangguh, Sahabat Sejati, Waktu Hujan Turun, Dan, serta Itu Aku yang ditampilkan dengan aksen bunyi synthesizer. Apalagi, Eross dkk juga membuat medley lagu-lagu Sheila On 7 sehingga terdengar segar. Mereka sukses menggabungkan Temani Aku, Generasi Patah Hati, dan Pria-pria Kesepian.

"Sebelum menyambut tahun baru, yang dulu-dulu dilupakan dulu. Kalau bahasa Jawanya, yoweslah. Mungkin ada yang datang sendiri malam ini, yoweslah," ujar Duta yang disambut tawa penonton.

Di pengujung performanya, Sheila On 7 membuat penonton nyanyi bersama dengan Lapang Dada, Melompat Lebih Tinggi, dan Kisah Klasik Untuk Masa Depan yang menutup aksi.

"Sekali lagi terima kasih untuk kalian yang sudah meluangkan waktu di sini dan Sheila Gank yang setia menonton kami. Mudah-mudahan cepat ketemu lagi," kata Duta seraya berpamitan.***
 

Baca Juga

Pahami Penyebab dan Solusi Suara Parau

SETIAP orang mungkin pernah ­mengalami suara parau (serak). Suara jenis ini sering digambarkan sebagai perubahan suara yang ­normal menjadi suara yang kasar. Atau, suara yang nadanya lebih ­rendah dari biasanya.