Aldin feat. Mocca, Membawa Hits ke Generasi Penerus

Grup Band Mocca dan Aldin Aimar Massad/MUHAMMAD IRFAN/PR

BAGI Aldin Aimar Massad (11), band Mocca mungkin lebih dari sekadar kuartet indiepop asal Bandung yang sudah hampir 20 tahun berdiri. Ayahnya, Indra Massad, adalah penabuh drum di band ini. Sementara tiga personel lainnya yakni Riko Prayitno (gitar), Arina Ephiphania (vokal), dan Ahmad Pratama (bass) juga sangat dekat dengan Aldin. Tak heran kalau kemudian album debut Aldin bertajuk "Happy - Aldin feat. Mocca" kental dengan aura kekeluargaan.

Lagu-lagu Mocca memang bukan lagu pertama yang dikenalkan ayahnya kepada Aldin. Tetapi keseringannya ikut dalam panggung-panggung Mocca bersama sang ayah membuat lagu Mocca cukup nempel di benaknya. Bakat menyanyinya pun pernah di tampilkan di dua panggung Mocca. Sekali pada 2014 dan sekali lagi pada 2015.

"Enggak disangka banyak yang senang sama penampilan aku. Akhirnya "Happy" jadi lagu Mocca pertamaku yang direkam pada tahun 2016. Terus tanggal 15 Desember 2017 lalu, rilis lagu kedua berjudul "Bundle of Joy"," kata Aldin dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Desember 2017.

Album debut Aldin kemudian rilis tak lama setelah lagu "Bundle of Joy" versi Aldin resmi dilepas ke publik. Dirilis dalam format kaset dan bisa diakses melalui aplikasi pemutar musik digital, dalam album ini, Aldin menyanyikan delapan lagu Mocca. Selain "Happy" dan "Bundle of Joy", ada juga "Sunday Afternoon", "Hanya Satu", "Buddy Zeus", "Do What You Wanna Do", dan "Friends".

"Aku juga ditemani dua adik aku, Ghazi dan Razaka saat nyanyi lagu "Do What You Wanna Do"," kata dia.

Proses rekaman album ini memakan waktu hampir satu bulan lebih dan dilalui Aldin dengan proses yang tak mudah. Karena, Aldin harus belajar disiplin membagi waktu antara sekolah, belajar, dan rekaman. Seringkali dia harus langsung pergi ke studio sepulang dari sekolah hingga pulang malam karena keasyikan menyelesaikan rekamannya.

"Tapi aku senang sekaligus bangga bisa bekerjasama dengangan band ayah dan dapat pengalaman baru selama proses rekaman ini jalan. Album ini buat aku senang walaupun capek," ucapnya.

Tapi kesulitan Aldin tak berhenti sampai d situ. Karena meskipun lagu-lagu Mocca sudah dia hafal di luar kepala, beberapa lagu ternyata tak mudah untuk dinyanyikan. "Yang paling aku suka itu lagu "Happy", kalau yang paling susah, "Hanya Satu" karena nada lagu aslinya terlalu rendah dan "Buddy Zeus" karena Tante Dede (sapaan Aldin untuk Arina) nyanyi lagu itu sangat ekspresif," kata dia.

Namun, meskipun beberapa kendala dia lalui selama proses rekaman, dukungan keluarga dan para personel Mocca yang lain pun membuat Aldin nyaman dan semangat menyelesaikan debutnya ini. "Ya aku memang senang dengar band ayah. Apalagi album ini bercerita tentang perasaan bahagiaku," ucapnya.

Memperpanjang umur

Sang ayah, Indra Massad mengatakan proyek ini sebenarnya merupakan proyek santai yang digarap atas keinginan Aldin sendiri. Indra selama ini mengaku tak pernah memaksa anaknya mengikuti jejaknya di musik atau secara sengaja memperdengarkan lagu-lagu Mocca kepada Aldin. Dia menerka kalau fasihnya Aldin menyanyikan lagu-lagu Mocca karena anak sulungnya ini memang sering ikut dirinya manggung.

"Karena saya juga enggak pernah dengerin Mocca di rumah, Aldin juga enggak dengar rekamannya, tapi karena sering ikut, dengan sendirinya dia hafal. Akhirnya ya dia senang nyanyi, mau (direkam) ya sudah jalan," kata Indra.

Tetapi, meskipun keinginan rekaman ini muncul dari inisiatif Aldin, bukan berarti dalam prosesnya berjalan mulus. Seringkali Aldin badmood sehingga mau tak mau, Indra harus membujuk Aldin dengan makanan kesukaannya agar dia mau meneruskan rekaman. Dia pun berharapm karya ini bisa didengar banyak orang terutama anak-anak dan keluarga.

"Selepas album ini kalau anaknya suka, bukan tidak mungkin Aldin akan merilis karya dengan membawakan lagu-lagunya sendiri. Anaknya saja sudah nagih sebenarnya dibikinin lagu. Ada lagu tentang kucingnya. Jadi ya sangat mungkin kalau nanti dia merekam lagunya sendiri," kata dia.

Ahmad Pratama, bassis Mocca yang juga menjadi engineer dalam penggarapan album ini mengatakan, ke delapan lagu yang dinyanyikan Aldin dipilih oleh para personel Mocca. Menurut pria yang akrab disapa Toma ini, lagu-lagu tersebut dirasa pas untuk dinyanyikan oleh anak-anak seusia Aldin.

"Proses rekamannya hanya sebulan sebenarnya, tapi perencanaan dan memilih lagunya ini yang cukup lama. Bisa cepat karena kami tidak merekam ulang instrumen dan mengandalkan master dari rekaman materi-materi mereka terdahulu. Jadi enggak banyak yang berubah, paling ada satu dua lagu yang nadanya perlu dinaikkin," kata dia.

Riko Prayitno, gitaris Mocca menyebut lagu-lagu Mocca yang dibawakan oleh Aldin menjadi proses regenerasi karya dari band yang tenar lewat debut albumnya "My Diary" pada 2002 itu. "Lagu Mocca diwariskan ke generasi selanjutnya yang seumuran Aldin dan akan memperpanjang umur karya si Moccanya sendiri," kata Riko.

Hal ini diamini oleh vokalis Mocca, Arina Ephiphania yang mengatakan, debut album ini secara tidak langsung akan ikut membawa nama Mocca ke generasi yang lebih muda. "Yang selama ini enggak tahu band Mocca yang mana, semoga lewat album ini Aldin bisa memperkenalkannya," kata Arina.***

Baca Juga

Tulus: 2017 Tahun Kerja Keras dan Kolaborasi

MUSISI Muhammad Tulus Rusydi (30) menganggap 2017 sebagai tahun kerja keras yang dilaluinya bersama tim, untuk berkiprah dalam dunia musik dan berkegiatan kemasyarakatan.

Rumah Bintang Rilis Album Lagu Anak

BANDUNG, (PR).- Anak-anak yang tergabung di komunitas belajar Rumah Bintang merilis album berjudul Nyanyian Anak Bintang. Album ini dirilis dalam bentuk CD yang dibantu Maraton Mikrofon, label rekaman asal Bandung.

Armand Maulana Terinspirasi Musik Era ’80-an

KEINGINAN Armand Maulana mewujudkan proyek solonya tak main-main. Setelah single "Hanya Engkau yang Bisa" dan "Sebelah Mata", Armand hadir lagi dengan single baru.