Java Jive Meriahkan Pembukaan Bekraf Festival 2017

Java Jive/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
PENAMPILAN Java Jive saat pembukaan Bekraf Festival 2017 di Gudang Persediaan PT KAI Jalan Sukabumi Kota Bandung, Kamis 7 Desember 2017.*

BANDUNG, (PR).- Tabuhan kendang dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menandai dibukanya Bekraf Festival 2017. Berlangsung di Gudang Persediaan PT KAI Jalan Sukabumi Kota Bandung, Kamis 7 Desember 2017, Triawan menabuh kendang bersama musisi Sunda, Ega Robot Percussion.

Pada sambutannya, Triawan mengatakan, keragaman di Indonesia menjadi kekayaan yang seharusnya bisa menjadi tulang punggung ekonomi negara. Menurut Triawan, tidak mudah mengembangkan berbagai potensi di Indonesia karena keberagaman budaya, adat, dan latar belakang masyarakatnya. Namun, hal itu bisa diolah asalkan semua bahu membahu dan menjaga toleransi.

"Harus ada kolaborasi berbagai sektor untuk menyentuh potensi yang ada di Indonesia. Kemajuan ekonomi kreatif bisa terjadi jika alurnya dari bawah ke atas. Kita harus memanfaatkan yang ada untuk menjadi modal kehidupan di masa depan," kata Triawan Munaf.

Triawan menyebutkan, sampai 10 Desember 2017 pada Bekraf Festival 2017, pengunjung yang hadir bisa melihat sebagian kecil subsektor di bawah Bekraf. Semua itu terdiri atas antara lain seni musik, film, fashion, kuliner, dan seni rupa.

Selain dalam bentuk kongkret, digelar pula aneka talkshow dan sharing session bersama pakar dengan berbagai tema yang berlangsung di Bandung Creative Hub Jalan Laswi Kota Bandung. Tahun depan, kata Triawan, Bekraf akan mengajak lebih banyak pelaku ekonomi kreatif pada Bekraf Festival.

Bekraf Festival 2017 meriah

Hari pertama Bekraf Festival 2017 ditutup dengan penampilan unit deathmetal asal Jakarta, Deadsquad. Band yang terbentuk 2006 ini dihuni Stevie Item (gitar) dan Daniel (vokal) dengan additional Karis (gitar), Akbar (drum), dan Anak Agung Gede (bas).

Selama 45 menit, repertoar yang dihadirkan diambil dari album Horror Vision (2009), Profanatik (2013), dan Tyranation (2016). Sejak Daniel dkk naik panggung, para Pasukanmati -sebutan penggemar Deadsquad- sudah merangsek ke bibir panggung.

"Selamat malam Bekraf Festival. Terima kasih buat yang sudah datang malam ini," kata Daniel.

Gempuran sarat distorsi langsung menyerbu indra pendengaran. Sejumlah nomor seperti Dominasi Belati, Anatomi Dosa, Dimensi Keterasingan, Pragmatis Sintetis, Patriot Moral Prematur, Hiperbola Dogma Monotheis, dan Manufaktur Replika Baptis disambut penonton terus headbanging.

Java Jive

Menjelang petang, band asal Bandung, Java Jive tampil untuk mengajak puluhan penonton ke era 1990-an. Band yang masih solid dihuni Capung (gitar), Dany Spreet dan Faturachman (vokal), Edwin Saleh (drum), Noey (bas), dan Tonny (keyboard) itu hadir di tengah rintik hujan. Untungnya, penonton bertahan demi menyaksikan Java Jive.

Kor massal pun terdengar ketika deretan tembang seperti Yang Terindah, Menikahlah Denganku, Permataku, Keliru, Selalu Untuk Selamanya, dan Gerangan Cinta mengisi repertoar. Sebagai penutup, Java Jive menyajikan single terbaru, Dansa Yo Dansa.

Pada Jumat, 8 Desember 2017, Bekraf Festival akan menampilkan Karinding Attack, Lightcraft, Angsa Serigala, dan HMGNC (Homogenic).***

Baca Juga

Romantisme Fariz RM Larutkan Malam Bandung

NAIK perlahan dari bawah panggung, Fariz RM telah duduk di belakang piano sambil memainkan intro Antara Kita. Ratusan penonton menyambut sang legenda dengan tepuk tangan meriah.

Megaloblood, Showcase Koil Merayakan Daya Magis Megaloblast

BAGI Koil, album Megaloblast (2001) menjadi salah satu catatan sejarah di karier musik mereka. Selain karena mulai digarap secara komputerisasi, album ini juga sukses secara komersial dan berhasil menembus chart Music Television (MTV).