7 Makanan Terbaik untuk Mata

Dok. PR

SESEORANG hanya memiliki sepasang mata yang telah diberikan oleh Tuhan. Maka penting merawat kesehatan mata.

Penelitian baru menunjukkan apa yang dimakan seseorang dapat mempengaruhi penglihatan seiring dengan bertambahnya usia. Tambahkan makanan yang baik untuk mata pada menu Anda untuk meningkatkan kesehatan mata.

Makanan yang kaya dengan antioksidan juga dikenal membantu melindungi dari degenerasi makula terkait usia (ARMD) yang merupakan penyebab utama kebutaan di kalangan orang tua Amerika, serta katarak, dan kondisi mata lainnya. Dalam Age-Related Eye Disease Study (AREDS), subjek yang melengkapi diet dengan vitamin C, antioksidan, seng, beta karoten dan vitamin E mengalami penurunan 25% risiko pengembangan ARMD serius.

Inilah beberapa makanan yang baik untuk kesehatan mata:

Tomat

Tomat dikemas dengan karotenoid yang termasuk lycopene yang dapat membantu memberi warna merah pada tomat. Penelitian menunjukkan, lycopene hadir dalam jaringan okular membantu mencegah kerusakan akibat sinar ringan pada retina dan area mata lainnya.

Tomat merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, pelindung bagi penglihatan. Produk tomat olahan atau tomat segar yang dimakan dengan sedikit minyak zaitun akan membantu meningkatkan penyerapan lycopene. Para peneliti mengatakan, mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan lebih baik daripada suplemen.

Bayam, kale, serta daun hijau lainnya

Bayam dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya kaya akan dua antioksidan yang tersimpan dalam makula-lutein dan zeaxanthin. Makula adalah bagian dari retina yang berfungsi sebagai tabir surya alami yang bisa melindungi mata dari cahaya yang dapat merusak mata. Lutein dan zeaxanthin dapat menyerap sinar biru yang sangat berbahaya bagi retina.

Nutrisi ini juga bisa membantu mata mendeteksi kontras lebih baik, sehingga mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan tidak hanya meningkatkan penglihatan tapi juga membantu menjaganya hingga jangka panjang. Karena lutein dan zeaxanthin bisa larut dalam lemak, makanan sayuran hijau dengan minyak zaitun akan membantu memastikan dapat menyerap lebih banyak.

Telur

Seperti halnya bayam dan sayuran hijau lainnya, kuning telur juga merupakan sumber dari lutein dan zeaxanthin yang baik. dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa kadar lutein meningkat sebesar 26%, sementara itu kadara zaexanthin meningkat sebesar 38% ketika seseorang makan satu telur tiap hari.

Para peneliti juga menemukan, mengonsumsi telur setiap hari tidak mempengaruhi kolesterol LDL atau HDL atau trigliserida. Telur khusus tersedia yang memiliki jumlah lutein per telur lebih banyak karena memberi makan ayam lebih banyak makanan yang kaya akan karotenoid. Kuning telur juga merupakan sumber alami vitamin D yang dapat mengurangi risiko ARMD.

Ikan salmon

Ikan salmon merupakan salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3 yang sehat bagi kesehatan mata. Telah terbukti mengurangi risiko ARMD dan membantu mengobati penyakit mata kering. Sebuah studi ophthalmology melaporkan, asupan makanan yang tinggi dari asam lemak omega-3 mengakibatkan penurunan risiko ARMD sebesar 38%. Ikan salmon juga merupakan sumber alami vitamin D, yang mungkin juga terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan mata.

Minyak Zaitun

Diet rendah lemak trans dan jenuh membantu untuk mencegah penyakit pada retina mata. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet ala Mediterania (ikan, makanan nabati, dan lemak sehat) direkomendasikan untuk kesehatan. Minyak zaitun juga tidak hanya bebas dari lemak trans dan rendah lemak jenuh. Para peneliti asal Australia menemukan bahwa seseorang yang mengkonsumsi minyak zaitun paling banyak 48% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan ARMD. Saat membeli minyak zaitun cari extra virgin untuk tambahan antioksidan yang di berikannya.

Jagung

Jagung kuning merupakan sumber besar lutein dan zeaxanthin dan ½ cangkir jagung yang di masak memiliki 1,8 gram pigmen yang bermanfaat yang bisa dikombinasikan per posrinya. Pigmen kuning alami akan hilang selama ARMD, namun penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua yang meningkatkan kadar lutein dan zaexanthin dalam darah dengan mengkonsumsi makanan seperti jagung, buah dan sayuran yang kaya akan karotenoid lainnya secara signifikan mengurangi risiko kehilangan pigmen.

Salah satu studi bahkan menemukan, perempuan yang makan buah dan sayuran paling banyak, termasuk jagung kuning dapat mengurangi risiko terkena katarak. Untuk meningkatkan penyerapan pigmen eye-friendly di jagung, pastikan dengan menikmati jagung sebagai bagian dari makanan yang menyediakan beberapa lemak makanan seperti minyak zaitun, kenari atau salmon.

Kacang pistasio

Sebagai satu-satunya kcang yang mengandung lutein dan zaexanthin dalam jumlah yang signifikan, pistasio merupakan kacang eye-friendly yang baik untuk cemilan. Pistasio menyediakan lutein dan zaexanthin dan mengemas sejumlah besar vitamin E. Lemak mono dan tak jenuh ganda dalam pistasio membantu meningkatkan penyerapan karotenoid. Sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang menambahkan pistasio pada makanannya secara signifikan dapat meningkatkan tingkat lutein. (Bella Rosalina Sahara)***

Baca Juga

Cegah Stroke dengan Sayuran Cruciferous

WANITA yang memakan brokoli, kembang kol dan kubis brussel akan memiliki risiko terserang stroke yang rendah, menurut sebuah penelitian.

Waspadai 10 Tanda Kurang Makan Sayuran

DALAM masa pertumbuhan, sering kali para orang tua menyuruh anak-anaknya agar sering mengonsumsi sayuran dengan alasan sangat baik bagi tubuh.

Bagaimana Menghindari Asam Lambung Saat Berpuasa?

PUASA tidak hanya menjadi praktik dalam beribadah, namun juga telah menjadi praktik di banyak budaya berkaitan dengan kesehatan. Ini karena puasa memberikan hasil yang efektif untuk tubuh yang sehat setelah tubuh mulai membuang racun berba

10 Peralatan di Rumah yang Harus Rutin Diganti

MENJAGA rumah agar tetap bersih dan higienis memerlukan lebih dari sekadar menyapu dan mengepel lantai. Banyak orang yang tidak menyadari pentingnya menganti barang atau peralatan rumah secara teratur agar terhindar dari bakteri.