Cara Kenali Kelainan Jantung dari Denyut Nadi

Ilustrasi/PTACADEMY

JAKARTA, (PR).- Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Dr dr Yoga Yniadi SpJP mengimbau kepada masyarakat untuk mengenali kelainan irama jantung atau Fibriliasi Atrium dengan meraba nadi.

"Kita harus berdayakan masyarakat untuk mengenali FA dengan meraba nadi sendiri (Menari). Meraba nadi, kenali FA, dan hindari kelumpuhan," kata Yoga di Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Kelainan irama jantung tersebut dapat digambarkan dengan denyut nadi yang awalnya normal kemudian tiba-tiba cepat lalu tiba-tiba kembali normal. Atau denyut jantung yang tiba-tiba menghentak, denyut yang terkadang berhenti satu sampai dua detik, hingga denyut jantung yang berdetak sangat cepat.

Untuk mengetahui jumlah denyut dan irama denyut bisa dilakukan dengan cara meraba nadi di bawah pergelangan tangan dengan tiga jari. Posisi tepat untuk merasakan nadi berada di bawah pergelangan tangan yang lebih dekat dengan ibu jari.

Jika sudah merasakan nadi, hitunglah jumlah nadi yang berdenyut selama sepuluh detik. Yoga memaparkan jumlah denyut nadi yang normal dalam sepuluh detik antara enam sampai delapan denyut.

Selain menghitung jumlah denyut, rasakan juga irama nadi apakah berdenyut secara teratur setiap detiknya, atau iramanya tak beraturan seperti yang dijelaskan.

Tiga kategori kelainan jantung

Yoga menerangkan FA terbagi menjadi tiga kategori, yakni FA paroksismal, presisten, dan permanen.

FA paroksismal ialah munculnya kelainan denyut nadi yang hilang timbul atau hanya pada waktu tertentu. Misalnya pada pagi hari irama denyut jantung menjadi tidak reguler, sementara di sore dan malam hari berjalan normal.

Sedangkan FA presisten ialah kelainan irama jantung yang hilang setelah diberikan obat. Namun Yoga menyayangkan kebanyakan pasien berhenti meminum obat ketika merasa irama jantungnya kembali normal, padahal obat tersebut harus tetap diminum untuk mencegah munculnya kembali FA.

Sementara FA permanen ialah orang yang mengalami kelainan irama jantung setiap saat. Dari ketiga kategori tersebut, kata Yoga, ketiganya memiliki risiko yang sama yaitu meningkatkan lima kali lipat risiko terkena stroke.

Dia menjelaskan, pasien stroke dengan FA lebih tinggi kemungkinan lumpuhnya dibandingkan pasien stroke tanpa FA.

"Stroke dengan FA lebih tinggi kemungkinan kelumpuhannya dari pada stroke tanpa FA. Baik cacat sebelah, atau seluruhnya yang nggak bisa apa-apa lagi," kata Yoga.

Selain itu, kasus kematian pada pasien stroke dalam 30 hari pascaserangan juga lebih tinggi terjadi pada penderita FA dibandingkan pasien tanpa FA.

Penderita FA juga lebih cepat tekena serangan stroke dibanding penderita hipertensi biasa. Bila penyakit hipertensi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi stroke. FA hanya membutuhkan waktu 48 jam untuk bisa menjadi stroke.***

Baca Juga

Perayaan Kimchi di Google Doodle Hari Ini

DEMAM Korea melanda dunia. Tidak hanya akan dramanya yang terkenal, namun juga kuliner khasnya menjadi favorit warga dari berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah makanan tradisional Korea, Kimchi!

Kimchi dan 5 Manfaatnya yang Mengejutkan

APA itu kimchi? Kimchi merupakan makanan sejenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Kubis adalah sayuran favorit yang kerap dijadikan bahan baku utama Kimchi.

Produksi Film Biografi Freddie Mercury Ditunda

PRODUKSI film biografi terbaru Freddie Mercury terpaksa harus ditunda. Hal ini menyusul sang sutradara, Bryan Singer dikabarkan mengalami masalah kesehatan sehingga harus sehat sejenak dari aktifitas produksi film tersebut.