Sinopsis Pengabdi Setan, Saat Ibu Datang Lagi

Pengabdi Setan/RAPI FILMS

SATU hal yang selalu mengusik saat berbicara soal film horor adalah aspek motif dan motivasi dalam cerita. Menarik untuk menyimak dorongan besar di balik tindakan-tindakan irasional para tokohnya.

Seringnya, jawaban paling mengakar berasal langsung dari agama. Agama mengajarkan bahwa setan, sampai akhir zaman, akan terus menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Caranya beragam. Cara-cara itulah yang berkaitan dengan motif dan motivasi tokoh manusia—bukan hantu—dalam film.

Lewat Pengabdi Setan, keputusasaan dan rasa ingin dicintai menjadi pintu masuk bagi setan untuk merusak hati manusia.

Pengabdi Setan berkisah tentang satu keluarga tahun 1980-an yang terdiri atas ibu, bapak, empat anak dan seorang nenek. Mereka tinggal di rumah terpencil di tengah rimbunnya pepohonan.

Sang ibu yang merupakan penyanyi, sudah tiga tahun mengidap penyakit aneh dan dia akhirnya meninggal. Sehari setelahnya, bapak terpaksa pergi ke kota untuk suatu urusan, meninggalkan empat anaknya dan si nenek.

Berbagai kejadian ganjil mulai terjadi di rumah keluarga itu. Rupanya ibu kembali dan menebar teror kepada keluarganya yang masih hidup. Semua terjadi karena semasa hidupnya, ibu mengalami fase putus asa karena tak kunjung punya keturunan. Dia lantas menyembah setan guna memenuhi keinginannya memiliki anak.

Motif adalah istilah generik yang meliputi semua faktor internal yang mengarah pada sejumlah perilaku untuk mencapai keinginan. Sementara motivasi merupakan istilah yang lebih umum yang merujuk kepada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang menjadi dorongan dari dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkannya, dan keinginan akhir.

Memiliki anak tergolong pemenuhan kebutuhan cinta. Dalam hierarki pemenuhan kebutuhan, cinta dan rasa memiliki-dimiliki berada di tingkat ketiga setelah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman.

Jadi, jelas bahwa motif dan motivasi ibu untuk menjadi budak setan adalah karena keputusasaan dan cinta. Motif dan motivasi ibu itu dijelaskan sedikit demi sedikit sepanjang film dan sukses menjadi kejutan.

Adegan di luar nalar

Dalam satuan yang lebih kecil, menarik pula memahami motif, motivasi, dan emosi di balik perilaku-perilaku renik tokoh dalam film horor.

Coba kita renungkan lagi, seberapa sering kita mendapati serangkaian adegan di luar nalar dalam film horor. Misalnya, para tokoh memilih berpisah dan berpencar alih-alih tetap berkumpul setelah suatu peristiwa gaib atau teror menimpa mereka? Atau misalnya lagi, kebiasaan sehari-hari para tokoh itu tidak berubah padahal suatu peristiwa menakutkan baru saja terjadi?

Keganjilan itu bukan hanya muncul dalam film horor Tanah Air tetapi juga di film horor Hollywood dan buatan negara mana pun. Meskipun memang, perilaku tokoh seperti itu, dalam penulisan naskah cerita, dibutuhkan untuk menjembatani satu peristiwa horor ke peristiwa horor berikutnya.

Artinya, tantangan bagi penulis film horor adalah menemukan penjelasan rasional untuk hal-hal semacam itu. Tujuannya, agar jalinan sebab akibat yang menjadi pondasi cerita bisa lebih solid dan tak meninggalkan plot hole. Semakin masuk akal perilaku para tokohnya, semakin berhasil dia menularkan ketakutan kepada pemirsanya.

Di malam yang sangat mencekam yang berjarak tidak lama dari kejadian mengerikan sebelumnya, kenapa para tokoh harus tidur terpisah di kamar yang berjauhan jika bisa berkumpul di ruang tengah, misalnya, untuk menghindari teror.

Soal emosi, keluarga dalam Pengabdi Setan tidak bersedih saat ibu meninggal, dan itu realistis. Pakar psikologi Elizabeth B Hurlock menjelaskan dampak yang timbul pada pasangan usia madya jika salah satu dari mereka meninggal.

Menurut dia, pasangan yang ditinggal tidak akan mengalami rasa duka cita mendalam karena kematian didahului penyakit lama. Teori itu berlaku pula pada anggota keluarga lainnya. Mereka tidak akan mengalami duka cita yang amat.

Tapi lain soal kalau ada anggota keluarga yang meninggal mendadak, entah oleh sebab natural atau kecelakaan. Saat ada seorang lagi anggota keluarga dalam Pengabdi Setan yang meninggal sementara hantu ibu kembali ke rumah, duka cita terkalahkan oleh rasa takut. Kesedihan akan lebih tereksplorasi senadainya durasi film sedikit saja lebih panjang.

Palet warna dan kamera

Adegan horor Pengabdi Setan yang memadukan teknik-teknik klasik seperti jumpscare, musik sumbang, dan pintu berderit teramat mudah ditebak. Namun, bukan berarti disodorkan begitu saja.

Uniknya, penonton dibiarkan tahu kapan sosok seram akan muncul dari tanda-tanda sinematik tertentu. Utamanya, pergerakan kamera dan unsur audio. Selanjutnya, penonton justru dibuat ketakutan oleh kejadian yang membuntutinya.

Sebuah pendekatan narasi yang menarik. Joko Anwar menciptakannya seperti itu seolah hendak menegaskan bahwa teknik-teknik klasik tersebut, dalam pengarapan film  horor, sudah harus dikreasi ulang.

Tempo cerita yang lambat menempa rasa takut dengan apik dan mencapai puncaknya pada setengah terakhir durasi film. Suasana tahun 1980-an begitu menjelma dalam detail desain artistiknya. Hal itu, secara sadar, merujuk kepada dari mana ide film ini berasal.

Semua itu terangkum dalam dua unsur sinematografi yang diterapkan secara menakjubkan dalam Pengabdi Setan. Keduanya adalah penggunaan palet warna dan pergerakan kamera.

Keduanya berhasil memaku nuansa horor di benak penonton. Warna-warna gelap dan pudar menegaskan keberadaan jiwa-jiwa yang putus asa.

Pergerakan dan sudut pandang kamera bukan hanya memberi efek kejut tetapi juga memberi gambaran utuh rumah tempat keluarga itu tinggal. Penonton akan akrab dengan ruangan-ruangan dan tata letaknya seperti akrabnya kita dengan tata letak rumah Betawi Si Doel dalam serial TV ”Si Doel Anak Sekolahan”.

Dalam Pengabdi Setan, rumah adalah entitas penting yang harus mendapat perhatian pemirsa. Buktinya, rumah menjadi objek yang muncul dalam poster film dan materi promosi lainnya.

Memenuhi ekspektasi dan memuaskan? Ya. Namun agak mengganjal kalau dibilang bahwa Pengabdi Setan versi 2017 ini sangat memuaskan. Saya pikir—bukan saya rasa—Joko Anwar bisa lebih baik lagi dari ini.***

Baca Juga

Cara Ampuh Menegur Penonton Berisik di Bioskop

SELAIN anak kecil yang menangis dan cahaya dari layar smartphone, penonton berisik adalah salah satu hal yang sangat menganggu kenyamanan menonton film di bioskop.

Daftar Lengkap Nomine FFI 2017, Pengabdi Setan Masuk 7 Nomine

FILM Pengabdi Setan menjadi salah satu film yang tengah ramai dibicarakan saat ini. Didaur ulang dari film sebelumnya yang diproduksi pada 1980-an, film besutan Joko Anwar tersebut sukses menarik perhatian masyarakat Indonesia.

5 Film Superhero Terburuk Versi Rotten Tomatoes

Film-film superhero dalam beberapa tahun terakhir ini merajai box office dunia. Film-film ini tidak hanya berkualitas secara hiburan, namun juga sukses di bursa box office.

Besok, Pemenang FFB 2017 Diumumkan

PEMENANG FFB (Festival Film Bandung) 2017 akan diumumkan Minggu 22 Oktober 2017 siang. Pengumuman pemenang akan disiarkan langsung di SCTV.