Ini 3 Food Truck "Menu Berat" di Botram with Daihatsu

Food Truck Sangu Rice Bowl/ARIF HIDAYAH/PR

TREN menjajakan makanan di atas truk karoseri atau disebut food truck tengah banyak digemari. Kota Bandung sebagai pusat kreativitas di negeri ini bahkan akan menggelar festival food truck ini termasuk mobil toko lainnya dalam rangka HUT ke207 Kota Bandung, 23-24 September 2017. Nama event itu adalah Bandung Oto Trade Market atau Botram with Daihatsu

Biasanya food truck identik dengan kuliner yang mudah dibuat seperti makanan ringan dan sajian penutup (dessert). Namun, food truck yang menjagokan nasi sebagai menu andalannya juga tak kalah menarik. Berikut adalah sejumlah food truck yang akan hadir dalam acara Botram with Daihatsu nanti:

1. Sangu Rice Bowl

Food truck milik Sangu Rice Bowl itu biasanya beroperasi setiap akhir pekan di sekitar Taman Lansia, Kota Bandung. Tepatnya, di seberang Hotel Vio. Setiap Sabtu, ketiga pemiliknya, yaitu Wulan, Pramanda, dan Veranty menjajakan rice bowl mulai pukul 15.00 hingga 23.00, atau sehabisnya. Sementara setiap Minggu, mereka berjualan mulai pukul 8.00 hingga 15.00. 

"Sementara ini cuma jalan weekend aja, sedangkan kalau hari biasa lewat online dulu," ucap Veranty Natalia (29).

Buat pencinta kuliner, konsep rice bowl pasti sudah tidak asing lagi. Wujudnya yaitu nasi yang diletakkan di dalam mangkuk atau bowl untuk dimakan di tempat (dine in) maupun dibawa pergi (take away). Di atas nasi, terdapat olahan makanan yang bervariasi, mulai dari masakan nusantara, masakan Asia, kuliner Jepang, Tiongkok, dan masih banyak lagi. 

Sangu Rice Bowl cukup berbeda. Olahan makanan yang diletakkan di bagian atas nasi, merupakan kuliner autentik Sunda. Itu pula sebabnya Veranty memilih kata sangu yang dalam bahasa Sunda berarti nasi. "Awalnya iseng aja. Mama di rumah sering membuatkan makanan ini. Ternyata enak, lalu aku cobain bikin untuk dijual lewat online. Ternyata, dalam sebulan sudah rame banget," katanya. 

Kemudian, seorang teman Veranty, yaitu Wulan, menawarkan mobil Daihatsu Gran Max miliknya yang kebetulan sedang tidak digunakan. Dengan modifikasi, mobil itu kemudian disulap menjadi food truck. "Kalau yang lain membuat rice bowl kan ala Jepang atau Korea, jadi kami pikir yang ala Sunda belum ada. Mungkin itu juga sebabnya, rice bowl kami cepat ludes," tutur ibu dari tiga anak ini. 

2. Nasi Kikil Sigeunyal

Di Bandung, kita sering kali menjumpai kikil sapi menjadi bagian tak terpisahkan dalam semangkuk mi kocok. kali ini aneka olahan kikil ala Jawa Timur itu dapat ditemui di food truck yang bernama Nasi Kikil Sigeunyal. Nasi kikil ini bisa dijumpai ketika kita melintasi Jalan Ahmad Yani. Food truck nasi kikil milik Anna Oktaria (37) ini, memiliki lokasi tetap di sebelah kiri jalan, tepatnya di seberang Nusantara Motor.

"Ide awalnya berasal dari adik saya yang suka bepergian ke luar kota. Di Jawa Timur, kuliner yang mengandung bahan dasar kikil sangat disukai. Di sini kayaknya susah ya mencari kuliner serbakikil. Nah, saya jadi terpikir membuatnya," ucap Anna.

Kikil yang digunakan, berasal dari bagian kaki sapi. Alasannya, kikil pada bagian tersebut paling lezat ketika dimasak. Lebih empuk, tebal, dan memiliki aroma khas yang sedap. Dari bahan dasar kikil, Anna membuat empat varian olahan kikil. Ada nasi kikil bakar, nasi sop kikil, nasi kikil mercon, dan nasi gule kikil. 

Nasi kikil mercon biasanya dipilih oleh penyuka rasa pedas. Seperti namanya, ketika dicecap lidah, sensasinya seperti mercon yang membakar lidah dan tenggorokan. Seporsi nasi hangat yang masih mengepul, sedikit menetralisasi rasa pedas. Jika merasa tak kuat, tinggal tambahkan kuah kikil mercon dengan kecap.

3. Nasi Kuning Kang Maman

Nasi kuning adalah salah satu varian dari sekian banyak menu nasi yang merupakan sajian khas kuliner nusantara. Kini, kenikmatan nasi kuning dapat dirasakan di food truck. Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Dr Sutami, Kota Bandung. Tepatnya, di depan Museum Barli. Ada food truck yang menjajakan nasi kuning. Selain itu, ada lontong kari ayam. 

Pemiliknya, Maman, juga memiliki satu food truck lagi yang menjajakan nasi kuning di kawasan Tegallega, Kota Bandung. Akan tetapi, di kawasan ini, food truck hanya berfungsi untuk mengangkut makanan. Lokasi berjualan sesungguhnya berada di salah satu lapak lesehan. 

Nasi kuning disajikan bersama lauk pauk seperti irisan telur dadar, telur bulat balado, serta bihun goreng. Keunikannya, rasa dan aroma rempah-rempah yang kuat jika dibandingkan dengan nasi kuning pada umumnya. 

"Kunyitnya memang lebih banyak, jadi lebih terasa di lidah," ucap Mamat Rohimat, adik sang pemilik food truck. Di kawasan Jalan Dr Sutami, food truck ini berjualan setiap hari, mulai pukul 6.00 hingga 12.00. Sedangkan di Tegallega, mulai pukul 7.00 hingga 10.00.***

Baca Juga