Apa Itu Rubella atau Campak Jerman?

Rubella/YOUTUBE

RUBELLA atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit. Umumnya rubella ini sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak, gondok, dan lain-lain. Meski demikian, belum banyak masyarakat mengenal apa itu rubella.

Tidak hanya anak yang dapat terserang, tetapi orang dewasa pun ikut terkena penyakit ini. Pada ibu hamil, penyakit ini bisa menyebabkan kematian janin atau cacat bawaan yang dikenal sebagai sindroma rubella kongenital (CRS). Data WHO menyebutkan, sedikitnya 100.000 bayi di dunia lahir dengan CRS setiap tahunnya. Tidak ada pengobatan khusus untuk rubella, namun penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

Penularan utama dari penyakit ini dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagai makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika anda menyentuh mata, hidung, atau mulut anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Apa saja tanda-tanda gejala rubella?

Penderita rubella pada anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala dan gejalanya pun lebih ringan dibandingkan dengan penderita dewasa. Pada umumnya gejala akan muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyakit ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadinya penyakit rubella sampai menimbulkan gejala.

Gejala-gejala yang sering terjadi dimulai dengan ruam kulit pada kepada menyebar ke tubuh selama 2-3 hari, sakit kepala dan demam ringan, hidung tersumbat, kelenjar getah bening leher dan bagian belakang telinga membengkak. Gejala pada orang dewasa pun sama, namun ada beberapa gejala tambahan seperti hilangnya nafsu makan konjungtivis (kelopak mata dan bola mata), sendi bengkak, dan nyeri pada wanita usia muda.

Bagaimana metode penanganan rubella?

Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan ini dapat dilakukan di rumah dengan mudah. Salah satunya adalah dengan beristirahat sebanyak mungkin dan minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Dapat juga dilakukan dengan minum air hangat dan mencampurkan madu serta lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan hidung yang tersumbat.

Untuk mengurangi nyeri dan demam, minumlah paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi. Langkah-langkah seperti itu tujuannya adalah untuk meringankan penyakit tersebut bukan untuk mempercepat penyembuhan. (Gita Rakhmadhani B)***

Baca Juga

Kecemasan Bisa Picu Diare atau Sembelit

ADA kalanya kita merasa cemas ­terhadap suatu hal yang sedang ­dihadapi atau dijalani. Lalu, tiba-tiba perut pun terasa tidak nyaman dan beberapa kali harus buang air.

Penyebab dan Solusi Suara Parau

SETIAP orang mungkin pernah mengalami suara parau (serak). Suara jenis ini sering digambarkan sebagai perubahan suara yang ­normal menjadi suara yang kasar. Atau, suara yang nadanya lebih rendah dari biasanya. 

5 Tips Sederhana untuk Para Pengidap Insomnia

MENJALANI aktivitas penuh di siang hari membuat tubuh lelah dan memerlukan waktu untuk beristirahat. Tidur merupakan kebutuhan vital manusia agar untuk tubuh akan lebih membaik.