Tiga Film yang Diangkat dari Karya Victor Hugo

The Hunchback of Notre Dame/disney

VICTOR Hugo adalah nama yang dikeramatkan karena telah mewariskan narasi besar dalam sejarah kesusasteraan dunia.

Namanya diabadikan, dikenang, dan dirayakan dengan banyak cara. Bahkan di tanah kelahirannya, Prancis, Victor Hugo diabadikan dalam bentuk pecahan uang 5 franc pada 1959 silam.

Sebagai sastrawan besar, karya-karyanya tidak pernah rampung diapresiasi dari masa ke masa bahkan hingga saat ini. Film adalah bentuk seni yang juga banyak mengambil referensi dari karya-karyanya.

Berikut ini adalah 3 film yang paling sering diangkat berdasarkan karya sastrawan yang menjadi rujukan penganut gaya romantisisime itu.

1. Les Miserables

Sudah dua kali Hollywood memproduksi film berdasarkan mahakarya Victor Hugo ini. Kali pertama adalah tahun 1998 dengan mengusung genre drama kriminal. Film yang kedua adalah tahun 2012 dengan genre drama musikal. Meski hanya berjarak 14 tahun, jeda yang kurang ideal untuk sebuah remake, kedua film itu mendapat respons positif baik dari kritikus maupun pasar penonton.

Dalam film tahun 1998 dengan judul ”Les Miserables”, Liam Neeson menjadi tokoh protagonis, Jean Valjean. Bintang tenar lainnya yang bermain di film itu adalah Uma Thurman, Geoffrey Rush.

Kisah film ini lebih berfokus pada Jean Valjean, tahanan Prancis yang dipenjara karena mencuri roti dan harus menghidari kejaran polisi bernama Javert. Keduanya harus bertaruh nyawa dalam aksi kejar-kejaran itu. Pada saat yang bersamaan, Jean Valjean terlibat dalam pergerakan revolusi pelajar di Prancis.

Sementara dalam film remake tahun 2012 yang juga berjudul ”Les Miserables” ceritanya berseputar pada perjuangan Jean Valjean dalam membantu sesama kaum proletar.

Jean Valjean dikisahkan sudah puluhan tahun diburu oleh Javert. Pada suatu hari dia merasa harus bertanggung jawab atas kelangsungan hidup anak perempuan dari buruh rendahan. Keputusannya itu lantas mengubah hidupnya untuk selamanya.

Sejumlah bintang yang bermain di film ini adalah Hugh Jackman, Russell Crowe, dan Anne Hathaway.

Film yang kedua ini juga menyabet 3 penghargaan Oscar yaitu aktris pendukung wanita terbaik untuk Anne Hathaway, tata rias dan tata rambut terbaik, dan tata suara terbaik.

2. The Hunchback of Notre Dame

Ada banyak versi film dari novel ”The Hunchback of Notre Dame” karya Victor Hugo tahun 1831. Salah satunya yang paling terkenal adalah versi animasi dengan judul ”The Hunchback of Notre Dame” tahun 1996 buatan Disney.

Seperti umumnya film-film animasi Disney terutama pada era 1990-an, film ini juga disertai banyak nyanyian. Para pengisi suaranya yaitu Demi Moore, Kevin Kline, dan Tom Hulce.

”The Hunchback of Notre Dame” bercerita tentang Quasimodo, sosok lelaki bertubuh ganjil namun berhati emas yang bertugas membunyikan bel di katedral Notre Dame.

Sejak bayi, dia diasingkan dari dunia luar oleh Claude Frollo, seorang pejabat berpengaruh. Sampai pada suatu ketika, diadakan festival besar di kota dan Quasimodo tertantang untuk pergi melihat dunia luar serta mengikuti festival.

Ketika itulah dia bertemu gadis Gipsi cantik, Esmeralda dan prajurit tampan bernama Phoebus. Mereka bertiga lantas bahu membahu melawan Claude Frollo yang menjalankan pemerintahan tirani dan bermaksud menghancurkan pemukiman kaum Gipsi.

Selain versi animasinya, selama hampir 100 tahun, ”The Hunchback of Notre Dame” telah diangkat ke layar lebar dalam banyak versi. Versi pertamanya dibuat tahun 1923, diikuti versi berikutnya tahun 1939, 1956, 1982, 1997, dan 2002.

3. Beragam versi "Rigoletto"

”Le roi s'amuse” yang diinterpretasikan ke dalam bahasa Inggris sebagai ”The King Amuses Himself” atau ”The King Has Fun” menjadi inspirasi banyak film maupun drama panggung.

”Le roi s'amuse” merupakan drama lima babak yang pertama kali dipentaskan pada 1832.

Judul yang paling sering dipakai untuk adaptasi ”Le roi s'amuse” adalah ”Rigoletto”, merujuk pada drama tiga babak karya dramawan Italia, Giuseppe Verdi.

Garis besar kisah ”Le roi s'amuse” atau ”Rigoletto” adalah tentang kehidupan di Prancis pertengahan tahun 1520-an. Sebagian besar ceritanya adalah mengenai konflik dan intrik keluarga kerajaan. Ceritanya disampaikan dengan nuansa komedi yang sedikit aneh dan sulit dipahami.

Sudah tak terhitung banyaknya film maupun drama yang terinspirasi ”Le roi s'amuse” atau ”Rigoletto”.

Jika dibandingkan dengan serial TV zaman sekarang, konfliknya sedikit banyak mirip dengan apa yang ditampilkan dalam ”Game of Thrones”.***

Baca Juga