Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan di Huawei Unpad Tech Day

Huawei Unpad Tech Day/MOHAMAD ILHAM PRATAMA/PR
Cui Liang selaku Vice President Huawei Indonesia (kiri) dan Selina Wen sebagai Director of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia (kanan) sedang berbincang dengan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Tri Hanggono Achmad (tengah), di Kampus Jalan Dipatiukur, Bandung Selasa, 23 Mei 2017. Pada hari itu, Huawei Indonesia menggelar Huawei-Unpad Tech Day dengan tema “SmartGen: The Future of The Internet of Things”.*

BANDUNG,(PR).- Perkembangan teknologi informasi (TI) saat ini seakan tak ada hentinya. Hampir setiap saat selalu ada inovasi terbaru juga pengembangannya.

Kemudian, siapa yang bertanggungjawab dalam hal memajukan dan juga mengembangkan TI? Bukan lembaga pendidikan seorang, kemudian pemerintah, bukan juga pihak swasta atau institusi yang bergerak di bidangnya.

Dijelaskan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Tri Hanggono Achmad, untuk kemajuannya itu bukan dominan perguruan tinggi. Tetapi perlu ada kerjasama dengan pihak lain.

“Kemajuan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) bukan dominan perguruan tinggi. Tanpa membangun jaringan dengan berbagai pihak, iptek tidak dapat maju di suatu Negara atau institusi,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Huawei-Unpad Tech Day, di Kampus Unpad Jalan Dipatiukur, Bandung, Selasa, 23 Mei 2017.

Tri menjelaskan, bukan menjadi hal sukar untuk membangun jaringan. Namun akan terasa berat jika tidak membangun sebuah jaringan. Seperti halnya saat ini kebanyakan dari lulusan perguruan tinggi lebih memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan di suatu perusahaan. Sebenarnya, dia menuturkan, dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan TI seperti IoT (Internet of Things) itu menjadi lebih baik.

Di tempat yang sama, Selina Wen selaku Director of Public Affairs and Communications, Huawei Indonesia mengungkapkan bahwa Huawei Indonesia memiliki kegiatan Tech Day yang menjadi bagian dari Huawei SmartGen. Secara nasional ada tujuh perguruan tinggi dan tiga diantaranya ada di Bandung.

ITB, Unpad, dan Telkom University. Kemudian untuk Surabaya ada Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Universitas Indonesia (Jakarta).

“Kemudian kenapa tech day dan Unpad? Huawei percaya ICT akan membentuk dan membentuk kembali dunia. Kemudian akan mengkoneksikan segala seuatu ke depannya. Pada tahun 2025 Huawei memprediksi koneksi tidak hanya antara manusia dengan manusia. Tetapi mengkoneksikan manusia dengan sesuatu dan sesuatu dengan sesuatu,” ucapnya.

Dengan demikian nantinya akan ada lebih dari 100 juta koneksi, 6,5 miliar pengguna, dan 8,5 miliar smartphone, yang mana mereka mengkonsumsi 1,7G data setiap harinya.

Berbicara Huawei-Unpad Tech Day yang digelar tersebut, merupakan lanjutan dari ITB yang sebelumnya dilaksanakan pada Minggu, 21 Mei 2017 kemarin. Adapun tujuannya adalah guna berbagi pengetahuan tentang perkembangan teknologi terkini dan pemanfaatannya bagi masyarakat.

“Di Bandung ada dua tema besar, yakni SmartGen in Telemotion: Empowering Indonesia to be a Technosociety di ITB. Lalu Unpad adalah SmartGen: The Future of The Internet of Things. Dari dua kampus ini ada 500 mahasiswa yang ikut serta,” ucapnya.***

Baca Juga

Pemutar Kejutan Ulang Tahun Google yang Penuh Makna

ORANG bilang hidup ini penuh kejutan. Dan, sejarah Google penuh dengan kejutan. Faktanya, Google tak akan seperti sekarang ini tanpa serentetan kejutan. Itulah kenapa hari ini kita mendapati pemutar kejutan ulang tahun Google.

Situs Pikiran Rakyat Lebih Dulu Ada Dibanding Google

SAAT Larry Page dan Sergey Brin masih merancang Google di sebuah garasi yang dijadikannya sebagai kantor, Pikiran Rakyat dengan situsnya www.pikiran-rakyat.com sudah berusia 2 tahun.