Lima Judul Film yang Terinspirasi dari Perang Korea

Won Bin dan Jang Dong Gun dalam film Tae Guk Gi.*

KETEGANGAN kembali hadir di sepanjang Semenanjung Korea. Korea Utara, seperti biasa dengan berani, menantang Amerika Serikat karena dianggap telah mengganggu kedaulatannya. Korea Utara pun mengancam tengah mempersiapkan perang besar. Negara terdekat Korea Selatan boleh jadi yang paling trauma akan bunyi ancaman itu.

Perang saudara Korea Utara dan Selatan yang terjadi selama 3 tahun lamanya meninggalkan bekas luka yang begitu dalam bagi masyarakat Korea. Tak jarang peristiwa yang terjadi sejak 25 Juni 1950 hingga 27 Juli 1953 ini menginspirasi para sineas. Diangkatlah kisahnya ke layar perak. Berikut film-film yang mengisahkan Perang Korea. Baik yang diangkat dari kisah nyata ataupun karangan belaka.

 

J.S.A.: Joint Security Area (2000)

Diangkat dari novel berjudul “DMZ” karangan Park Chan Wook, Joint Security Area (JSA) bercerita tentang investigasi penembakan dua tentara Korea Utara. Settingnya di perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Peristiwa ini tentu menimbulkan ketegangan dua negara sebangsa itu.

Mayor Sophie E. Jean, diperankan Lee Young Ae, bertugas menyelidiki kasus tersebut. Selama penyelidikan ia menemukan berbagai kejanggalan yang ternyata mengantarkan ia mengetahui rahasia dari masa lalunya.

Selain Lee Young Ae, Lee Byung Hun dan Song Kang Ho pun turut meramaikan jajaran pemeran utama film besutan Park Chan Wook ini. Rilis pada 9 september 2000, JSA telah berhasil meraih berbagai penghargaan seperti Best Film di ajang penghargaan. Misalnya, Blue Dragon Film tahun 2000 dan Grand Bell Award 2001. Ini pun jadi nominasi di Hong Kong Film Award 2002 dan Berlin International Film Festival tahun 2001, dan termasuk salah satu dari 12 film terbaik sejak 1992 pilihan Quentin Tarantino. Joint Security Area sendiri memiliki rating 7,9 di IMDb dan 75% dari Rotten Tomatoes.

 

Taeguk Gi (2004)

Berlatar belakang tahun 1950, Taeguk Gi mengisahkan perjuangan kakak beradik yang terpaksa ikut berperang karena pecahnya Perang Korea. Lee Jin Tae sangat menyayangi adiknya yang sakit-sakitan Lee Jin Seok. Tidak tega dengan kondisi sang adik, Jin Tae berani melakukan berbagai tugas berbahaya asalkan sang adik dapat dibebastugaskan. Keberhasilan Jin Tae dalam menyelesaikan misi membuat ia mendapat penghargaan. Jin Seok berpikir kakaknya berubah dan mulai tergila-gila akan jabatan. Konflik keduanya pun dimulai di samping mereka pun harus bertahan hidup selama perang terjadi.

Film ini diperankan Jang Dong Gun sebagai Lee Jin Tae dan Won Bin sebagai Lee Jin Seok. Memiliki aktor-aktor terbaik, Taeguk Gi meraih sejumlah kemenangan di berbagai ajang penghargaan nasional maupun internasional, yaitu Best Film di ajang Baeksang Arts Award 2004 dan Asia Pacific Film Festival tahun 2005. Selain itu, film ini pun menjadikan Jang Dong Gun sebagai Best Actor dalam ajang penghargaan Grand Bell Award 2004 dan Blue Dragon Film Award 2004. Film arahan Kang Je Kyu ini mendapatkan rating 8,1 dari IMDb dan 80% dari Rotten Tomatoes.

 

71 Into The Fire (2010)

Film ini diangkat dari kisah nyata tentang 71 orang tentara pelajar Korea Selatan yang berjuang mempertahankan negara dari serangan Korea Utara selama Perang Korea tahun 1950. Komandan Kang Suk Dae harus pergi ke benteng yang telah diserang Korea Utara. Selama kepergiannya, Suk Dae menunjuk Oh Jung Bum mimpin tentara pelajar menjaga benteng pertahanan yang ditempati 71 tentara pelajar. Masalah datang ketika pasukan Korea Utara meminta para tentara pelajar menyerah dan melepaskan benteng mereka. Tentu mereka tidak begitu saja menyerah dan berjuang melawan pasukan Korea Utara tersebut.

Film ini diperankan Cha Seung Won, Kwon Sang Woo, anggota grup multitalenta BIGBANG T.O.P, dan Kim Seung Won. Film besutan Lee John H. ini mendapat rating 7,4 dari IMDb dan 90% dari Rotten Tomatoes.

The Front Line (2011)

The Front Line mengisahkan Kang Eun Pyo, dikirim ke perbukitan Aerok Hills untuk menyelidiki kematian seorang komandan yang tertembak peluru pasukannya sendiri. Saat pengasan tersebut Eun Pyo bertemu Kim Soo Hyeok, sang sahabat yang dipikirnya telah mati tertangkap pasukan Korea Utara. Suatu malam, Eun Pyo sempat memergoki Soo Hyeok berpesta dengan para tentara Korea Utara setelah pertempuran. Ia curiga Soo Hyeok telah menjadi seorang mata-mata Korea Utara.

Film ini menjadi perwakilan Korea Selatan dalam ajang tahunan 84th Academy Awards for Best Foreign Language Film. Sayang film besutan Jang Hoon ini tidak berhasil membawa pulang piala penghargaan. Walaupun begitu, The Front Line berhasil menyapu bersih penghargaan di ajang Buil Film Awards ke-20 dan Korean Association of Film Critics Awards ke-31. Film yang dimainkan Shin Ha Kyun dan Go Soo ini pun mendapat beberapa penghargaan di ajang penghargaan Grand Bell Awards 2011dan Blue Dragon Film Awards 2011. Rotten Tomatoes memberikan rating 67% dan IMDb sebesar 7,4 kepada film ini.

 

Operation Chromite (2016)

John H. Lee kembali mengarahkan film bertema perang dengan judul Operation Chromite. Film yang juga dikenal dengan judul Incheon Landing Operation ini mengisahkan perjuangan tentara Korea Selatan merebut kembali Kota Seoul yang telah diduduki pasukan Korea Utara. Film ini diangkat dari kisah nyata Perang Korea yang terjadi selama 1950-1953. Pada saat itu sempat terjadi pertempuran di mana pasukan PBB melakukan serangan mendadak dan memukul mundur pasukan Korea Utara. Peristiwa itu terjadi di daerah Incheon, Korea Selatan dan dikenal sebagai Battle of Incheon. Operation Chromite sendiri menjadi kode nama dari pertempuran tersebut.

Lee jung Jae, Lee Beom Soo, dan Jin Se Yeon menjadi nama-nama yang memerankan peran utama. IMDb memberikan rating 6,2 dan 33% dari Rotten Tomatoes untuk film ini. (Bella Dani)***

Baca Juga