Indosiar Memperingatkan Pengisi D' Academy 4 Setelah Insiden Makian Dewi Perssik

NAZAR berupaya untuk bertahan di dunia hiburan.*
Nassar/MUNADY/PR
NASSAR dan Dewi Perssik telah berbaikan namun pelanggaran saat siaran D Academy 4 14 Februari 2017 tetap diusut Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.*

JAKARTA, (PR).- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memanggil Indosiar, Jumat, 17 Februari 2017, untuk dimintai klarifikasi terkait tayangan D’Academy 4 pada 14 Februari 2017 yang menampilkan adegan keributan sesama pengisi acara hingga keluarnya kata-kata makian dan tidak pantas.

GM Programming Indosiar Ekin Gabriel Surbakty mengatakan akibat kejadian itu, pihak Indosiar langsung melakukan pertemuan pada tanggal 14 dan 15 Februari untuk memberikan peringatan kepada pengisi acara. Bahkan, pihak Indosiar berserta pengisi acara sudah pula melakukan permintaan maaf kepada publik melalui program infotainment ataupun siaran langsung program yang sama pada 15 Februari 2017.

“Kami sangat menyesalkan keluarnya kata-kata itu karena tidak sesuai etika dan nilai kesopanan. Kami dari pihak Indosiar pun telah melakukan permintaan maaf ke masyarakat baik secara on air maupun off air,” jelas Ekin ke KPI Pusat.

Terkait penjelasan dari Indosiar, Dewi Setyarini menyatakan pihaknya akan menyampaikan bahan klarifikasi yang disampaikan Indosiar ke rapat pleno Komisioner KPI Pusat. Klarifikasi ini, menurut Komisioner bidang Isi Siaran ini, merupakan bagian dari mekanisme untuk proses selanjutnya. “Rapat pleno nanti akan menentukan keputusan yang diberikan untuk program D’Academy 4 Indosiar. KPI akan membuat keputusan segera mungkin terutama untuk kebaikan masyakat sebagai penikmat utama tayangan,” katanya.

Pemanggilan Indosiar diinisiasi karena KPI telah menerima lebih dari 300 laporan terkait siaran tersebut. Komisioner KPI Pusat Dewi Setyarini menjelaskan pelanggaran yang dibuat dalam siaran tersebut.

"Program siaran itu wajib memperhatikan dan melindungi keberagaman khalayak baik itu terkait norma kesopanan ataupun norma kesusilaan. Program siaran dilarang untuk menampilkan muatan yang merugikan dan menimbulkan dampak negatif, menampilkan kata-kata kasar dan makin baik itu secara verbal atau nonverbal. Program siaran juga dilarang menampilkan muatan yang mendorong anak dan remaja untuk belajar tentang perilaku yang tidak pantas,” jelas Dewi kepada perwakilan Indosiar yang hadir dalam pertemuan, seperti disiarkan dalam KPI.go.id.

Sementara, ditambahkan Komisioner KPI Pusat Agung Suprio, tayangan itu dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak terutama adanya peniruan oleh khalayak tertentu seperti anak-anak. Hal lain yang menurut Agung sangat disayangkan adalah keluarnya kata yang mendiskriditkan kelompok tertentu dan itu sangat dilarang dalam aturan P3 dan SPS KPI tahun 2012.***

Baca Juga

Melalui MUI, Uus Minta Maaf Kepada Umat Islam

KOMIKA Uus meminta maaf kepada umat Islam terkait tulisannya di media sosial Twitter, 21 Januari 2017 lalu. Saat itu, ia mencuit soal ulama dan mempertanyakan gelar ulama Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Aktor Krisno Bossa Meninggal Dunia

BANDUNG, (PR).- Aktor senior Krisno Bossa meninggal dunia, Kamis, 23 Februari 2017 di RS Cikini, Jakarta Pusat sekitar pukul 11.32 WIB.