Ini Penyebab Samsung Galaxy Note 7 Mudah Terbakar

Karyawan Samsung mencoba Galaxy Note 7 di salah satu toko penjualannya di Seoul, Korea Selatan/REUTERS

SEOUL, (PR).- Samsung mengonfirmasi penyebab sering terbakarnya HP canggih Galaxy Note 7. Ternyata, penyebab terbakarnya telefon seluler canggih tersebut adalah baterai. Sebelumnya perusahaan gadget dan elektronik raksasa ini pun terpaksa menarik kembali produk mereka di pasaran Oktober 2016 silam.

Dikutip BBC, penarikan ini pun menghabiskan biaya yang tidak sedikit yaitu 5,3 miliar dolar AS. Bahkan penarikan ini menghancurkan reputasi besar perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Senin 23 Januari 2017, Samsung mengkonfirmasi bahwa tak ada yang salah dari perangkat keras dan perangkat lunak ponsel pesaing Iphone 7 tersebut. Masalah utama mereka ternyata datang dari baterai. Pernyataan ini berdasarkan tim investigasi internal yang dilakukan Samsung.

Jadi apa yang salah dari baterai Samsung Galaxy Note 7? Samsung menjelaskan, kesalahan karena desain dan pembuatan baterai yang dilakukan oleh dua perusahaan manufaktur yang berbeda. Dari investigasi tersebut ditemukan bahwa permasalahannya bersumber pada material baterai dan desainnya tidak memberikan ruang yang cukup untuk mengakomodasi elektroda baterai. Samsung pun bertanggungjawab penuh atas kesalahannya tersebut dalam memilih pemasok baterai.

Meski demikian, Samsung tak memberi tahu siapa pemasok baterai Galaxy Note 7 tersebut. Namun, dari informasi yang dihimpun tahun lalu Samsung mengambil pemasok baterai dari Samsung SDI dan Amperex Technology, sebuah perusahaan yang berasal dari Tiongkok. Samsung pun berencana akan terus memperbaiki produknya sehingga diharapkan tahun depan ini meraih kembali kepercayaan konsumen yang sempat meredup.***

Baca Juga

Ragam Batik Pasundan Akan Hadir di 23 Paskal

BANDUNG, (PR).- Sebagai bentuk kebanggaan terhadap batik yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia, sebuah acara tentang batik akan digelar di Atrium 23 Paskal Bandung, Jumat-Minggu 6-8 Oktober 2017.

Mengangkasa Bersama Gerald Situmorang

AULA Goethe Institue Indonesia di Jakarta, Rabu, 20 September 2017 malam riuh suara dan dentuman-dentuman ala film luar angkasa. Raungan-raungan itu berkelindan dengan beat elektronik yang menggema di seluruh penjuru aula.