Afgan Akan Tinggal Sementara di Inggris

Afgan Syahreza/MUNADY

JAKARTA, (PR).- Penyanyi Afgan Syahreza siapkan album anyar. Rencananya, semua lagu dalam album itu berbahasa Inggris.

Afgan mengatakan, proses rekaman dan pengerjaan album ini akan dilakukan pada 2017. Jika lancar, album itu siap dirilis pada 2018.

"Bulan Februari saya akan pergi ke Eropa, selama dua bulan disana. Kalau recording saya akan menetap disana. Tepatnya di London, Inggris," katanya di Jakarta, Selasa 20 Desember 2016.

London jadi pilihan Afgan lantaran pria berkacamata ini karena ia lebih nyaman berkolaborasi dengan musisi Inggris. Lagu-lagu yang ia sukai pun selama ini asal Inggris. Sehingga saat banyak tawaran untuk rekaman di Amerika Serikat, Afgan tetap memilih Inggris.

Lagu-lagunya sengaja berbahasa Inggris karena pada album ini ia bekerjasama dengan Marteel, produser Ed Sheeran. Afgan tak ragu lagi dengan kepiawaian Mateel memproduksi albumnya.

Menurut Afgan, album ini sarat dengan pengaruh musik Inggris yang ia gemari sejak kecil. Ia menyukai musik dengan electronic base yang sederhana. Musik semacam itu, menurut dia, masih bisa menunjukkan karakter vokalnya. Ia tak ingin terkungkung dengan musik balad yang membesarkan namanya selama ini. Di Inggris, ia ingin menunjukkan kemampuannya.

"Kebetulan saya suka pop british, RnB dan saya suka yang minimalis dan nggak suka yang ribet -ribet. Untuk lagu-lagunya belum bisa saya kasih tahu karena belum ada kontrak resmi. Tapi ini grup musik yang saya lumayan ngefans, dia musisi Inggris," tuturnya.

Sebelum bertolak ke London, Afgan akan menyelesaikan tur keliling Indonesia dan Malaysia. Rencananya, akan ada 11 kota yang akan disambangi Afgan.***

Baca Juga

Endah N Rhesa Banyak Terinspirasi Buku

ENDAH N Rhesa tampil pada hari pertama festival buku dan musik bertema ”Mocosik” yang digelar Rajawali Indonesia Communication di Jogja Expo Center selama tiga hari, mulai Mingu 12 Februari 2017. Penampilan mereka dibuka oleh grup asal Yogyakarta, Jogja Hip Hop Foundation.

Project Pop Tetap Berkarya Meski Tanpa Oon

MESKI tanpa Oon, Project Pop tetep berjalan seperti biasanya. Sebelum meninggal, Oon pernah berpesan, meski tanpanya, Project Pop harus tetep terus berkarya. Pesan itulah yang menginspirasi Project Pop untuk tetap mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan.

Bawa Buku Sebagai Tiket Masuk Festival “Mocosik“

PERTAMA kali di Indonesia, sebuah festival musik yang tiket masuknya dibayar buku senilai Rp 50.000. Festival ini bertemakan “Mocosik“ yang digagas oleh promotor Anas Syahrul Alimi dari Rajawali Indonesia Communication.