Konser "Ropea" Parahyena Gabungkan Musik, Teater, dan Tari

Grup Band Parahyena/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
PENAMPILAN band Parahyena pada konser album "Ropea" di Lawangwangi Creative Space Jalan Dago Giri Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 16 September 2016.*

NGAMPRAH, (PR).- Kolaborasi pertunjukan antara musik, tari, dan teater ditampilkan pada konser album perawan "Ropea" yang digelar Parahyena. Pertunjukan musik yang dihelat Jumat malam, 16 September 2016 di Lawangwangi Creative Space Jalan Dago Giri Kabupaten Bandung Barat itu merupakan rangkaian edisi ke-12 program "Music Chamber".

Tampil selama hampir 90 menit, Parahyena yang dihuni Sendy Novian (vokal, guitalele), Radi Tajul (gitar), Saipul Anwar (kontrabas), Iman Surya (violin), Fajar Aditya (cajon), dan Fariz Alwan (bangsing) itu menyajikan repertoar dari album debut mereka, "Ropea". Pada narasi konser disebutkan, dalam padanan bahasa Sunda, "ropea" artinya bisa memperbaiki. Tidak hanya memperbaiki objeknya, tapi juga cara berpikir dan berprilaku. Hal ini terangkum secara implisit pada album "Ropea".

Sebagai pembuka, nomor "Kembali" yang menjadi trek pertama di album "Ropea" dihadirkan. Entakan musik yang rancak dipadukan suara kendang dan congo membuat lagu dalam balutan musik akustik racikan Parahyena terdengar asyik. Bahasa musik yang universal tersaji di panggung saat awak Parahyena bersahutan-sahutan instrumen dengan kendang dan congo.

Semalam, vokalis Sendy tak banyak bicara. Dia membiarkan jeda setiap lagu diisi narasi yang dibacakan seorang pelakon teater.

Setelah "Kembali", Parahyena menghadirkan "Lebih Senang", "Penantian Diperempatan Tiongkok", "Berlalu", "Cibaduyut", "Sindoro Sumbing", dan "Penari". Di beberapa lagu, Parahyena menggelar kolaborasi, misalnya di nomor "Penantian Diperempatan Tiongkok" yang mengajak paduan suara Gita Suara. Selain itu, ada pula battle beatbox sebagai pengantar "Sindoro Sumbing".

"Halo selamat malam semuanya. Terima kasih yang sudah datang malam ini. Konser ini dalam rangka rilis album 'Ropea'. Konsep pertunjukannya, kami tuangkan dalam bentuk teater, tari, dan musik," ujar Sendy akhirnya buka suara.

Aksi Parahyena ditutup dengan nomor "Ayakan" yang dilantunkan bersama vokalis Mr Sonjaya, Dimas Wijaksana dan "Dibawah Rembulan". Hujan yang makin deras menyudahi penampilan seru Parahyena.***

Baca Juga

Armand Maulana Terinspirasi Musik Era ’80-an

KEINGINAN Armand Maulana mewujudkan proyek solonya tak main-main. Setelah single "Hanya Engkau yang Bisa" dan "Sebelah Mata", Armand hadir lagi dengan single baru.

Rumah Bintang Rilis Album Lagu Anak

BANDUNG, (PR).- Anak-anak yang tergabung di komunitas belajar Rumah Bintang merilis album berjudul Nyanyian Anak Bintang. Album ini dirilis dalam bentuk CD yang dibantu Maraton Mikrofon, label rekaman asal Bandung.

Tulus: 2017 Tahun Kerja Keras dan Kolaborasi

MUSISI Muhammad Tulus Rusydi (30) menganggap 2017 sebagai tahun kerja keras yang dilaluinya bersama tim, untuk berkiprah dalam dunia musik dan berkegiatan kemasyarakatan.