Kirik-kirik Si Pengembara

Bee eater Ade mamad.jpg

Bee Eater/SAM ADE
BURUNG ini bernama Latin Merops philippinus Linnaeus atau dalam bahasa Inggris disebut blue-tailed bee-eater. Di Indonesia, burung ini disebut burung kirik-kirik. 
 
Burung ini sering hidup di pinggir laut atau singgah di pinggir pantai. Kirik-kirik memiliki warna bulu yang unik, kuning kehijauan, ekor berwarna biru, dan paruh panjang terbang dalam kawanan kecil berjumlah 5-10 individu. Mereka memakan serangga seperti kupu-kupu, capung, lebah, tonggeret, belalang, serta jangkrik.
 
Meski kecil, burung kirik-kirik berekor biru ini merupakan burung tangguh dan tergolong burung migran, umum terdapat di Semenanjung India. Burung ini tertangkap kamera Sam Ade di Wonorejo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Sam Ade adalah pegiat komunitas fotografer alam bebas yang aktif di Komunitas Bandung Birding (Bandring) dan bermukim di Bandung.
 
Jepretan indah foto atau karya video Anda juga dapat tampil di Pikiran Rakyat. Kirimkan karya fotografi atau video Anda yang memiliki nilai jrunalistik (objek bebas kecuali kondisi lalu lintas) ke email sosial@pikiran-rakyat.com dengan judul (subject) email JARAS <judul foto>. (Contoh: JARAS Kirik-kirik Si Pengembara).
 
Pengirim foto yang ditampilkan tidak mendapat imbalan materi tapi Anda dapat menampilkan eksistensi diri maupun komunitas di laman media tertua dan terbesar di Jawa Barat dengan melampirkan tautan akun media sosial Anda.***

Baca Juga

Benarkah Sukarno tak Terlalu Suka Lukisan Affandi?

BANDUNG, (PR).- Lukisan-lukisan Affandi telah menghiasi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di antara ribuan koleksi lukisan terbaik di negeri ini. Tahun lalu, 28 lukisan terbaik dari maestro Indonesia, dua di antaranya karya Affandi, d

Hoax, Tantangan Terbesar Dunia Pers

JAKARTA, (PR).- Tantangan terbesar dunia pers saat ini adalah banyaknya hoax, berita bohong dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat.

Majelis Hakim Sidang Ahok Hari Ini di Bawah Tekanan?

JAKARTA, (PR).- Vonis 2 tahun penjara untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mejadi kasus penodaan agama ke 97. Hal itu berdasarkan catatan Setara Institut atas kasus penodaan agama sepanjang 1965-2017.