75 Persen Konsumen Smartphone Merupakan Pembeli Tradisional

Nokia Forum di kawasan Dago, Kota Bandung, Jumat 30 November 2018/DOK. PR

SEKIRA 70-75 persen konsumen smartphone adalah pembeli tradisional yang memilih telefon seluler secara langsung di konter. Tidak heran jika sejumlah merek dagang masih ­mengandalkan penjualan melalui gerai-gerai smartphone.

Area yang dibidik pun masih ­seputar Pulau Jawa. Sementara pasar potensial penjualan smartphone sekitar 40-50 persen masih dari Jabodetabek.

Head of Marketing HMD Global Indonesia Miranda Vania Warokka mengakui kondisi tersebut. Menurut dia, hampir se­mua produk smartphone berebut pasar di Jawa.

Demikian juga yang dilakukan Nokia yang sudah memiliki jajaran produk relatif lengkap dan mewakili keinginan konsumen. Untuk di Indonesia, HMD Global sebagai produsen telefon seluler Nokia itu memfokuskan pasar di Pulau Jawa kemudian menyasar Pulau Sumat­ra dan pulau lainnya.

Miranda Vania Warokka menyatakan, Nokia melangkah pelan-pelan sambil melihat perkembangan smartphone dengan baik. Untuk menarik minat konsumen, pihaknya juga menawarkan benefit tambahan platform Android One di dalam Nokia yang disebutnya murni dan aman.

”Kami perlu edukasi untuk menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami undang komunitas untuk advokasi kepada masyarakat tentang kelebihan Nokia dengan ada­nya Android One,” tuturnya saat acara Nokia Forum di kawasan Dago, Kota Bandung, Jumat 30 November 2018.

Miranda Vania Warokka menegaskan, Nokia tengah berjuang di pasar smartphone setelah memasuki platform Android sejak 2017. Perusahaan asal Finlandia ini menargetkan untuk masuk tiga besar dunia dalam kurun waktu tiga tahun.

”Target tiga tahun ingin jadi tiga besar pemain HP di dunia. Kita usahakan keep pace (jaga langkah),” ucapnya.

Dalam tahap awal, Nokia memfokuskan di segmen produk me­nengah yang pasarnya relatif gemuk. Ke depan, masih harus te­rus berjuang di perkancahan smartphone. ”Nokia akan fokus di line-up market-nya kompetitif di kelas menengah mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,9 juta,” ujarnya.

Murni dan aman

Product Trainer Head HMD Glo­bal Indonesia Irvan Hasibuan me­maparkan, Nokia menggunakan Android One yang dinilai mur­ni dan aman. Aman karena tidak ada apli­kasi ganda dan ik­lan-iklan atau apli­kasi yang memakan RAM. Berbeda dengan platform lain jika ada update aplikasi akan memakan RAM sehingga bekerja dua kali.

Demikian disampaikan Irfan Hasibuan saat memperkenalkan lebih dalam produk terbarunya, yakni Nokia 6.1 Plus dan Nokia 5.1 Plus. Kedua produk yang telah diluncurkan beberapa bulan lalu itu menawarkan desain all-screen dan fitur imaging AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan).

Irfan Hasibuan menjelaskan, Nokia 6.1 Plus sangat cocok bagi konsumen yang akrab dengan media sosial dan para content creator. Produk ini didukung oleh kamera belakang 16 MP/5 MP yang dapat menghasilkan bokeh blur.

Kamera depan sebesar 16 MP dimaksimalkan dengan fitur Bothie. Pengguna bisa menggunakan dual sight yang inovatif untuk ditayang­kan secara live ke Facebook dan Youtube dari aplikasi kamera. Fitur ini diklaim pertama kali tersedia di Nokia.

Untuk Nokia 5.1 Plus, HMD Glo­bal menyasar para pemain gim ­dengan dukungan prosesor Media­tek Helio P60 octa-core. Chipset yang biasanya digunakan pada smartphone kelas atas.

Dengan hadirnya dua produk baru Nokia tersebut, pasar smartphone di kelas menengah semakin lebar. Konsumen sema­kin kaya pi­lihan dengan kelebihan dan kekurangan masing-ma­sing.***

Baca Juga