Rupiah Lemah, Produsen Tahu Cibuntu Ikut Resah

PEKERJA menyelesaikan proses pembuatan tahu di Sentra Tahu Cibuntu, Kota Bandung, Kamis (18/12/2014).  Melemahnya rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat membuat harga bahan baku kedelai mengalami kenaikan yang berimbas membengkaknya biaya produksi pera
Olah/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Produsen tahu di kawasan Cibuntu, Kota Bandung, harus rela memperkecil ukuran tahu akibat terdampak pelemahan rupiah atas dolar. Pada Jumat, 7 September pagi nilai tukar rupiah mencapai Rp14.881 per dolar AS. Pelemahan rupiah terhadap dolar berdampak pada harga kedelai yang ikut merangkak naik. Terlebih hingga kini Indonesia masih mengimpor kedelai.

"Harga kedelai naik menjadi Rp 76.000 sampai 77.000, harga awalnya Rp68.000 per kilogram. Kemarin sempat turun, tapi hanya turun Rp 50," ujar salah satu pemilik pabrik tahu Cibuntu, Iis Nata, ditemui Antara di Cibuntu, Jumat, 9 September 2018.

Dengan naiknya harga kedelai sebagai bahan utama produksi tahu, produsen dibuat galau. Ada beberapa opsi yang bisa mereka lakukan. Beberapa di antaranya menaikkan harga, pengurangan produksi, hingga memperkecil ukuran.

Bagi Iis, menaikkan harga merupakan pilihan yang sulit. Agar tetap mendapat keuntungan serta usahanya tetap berjalan. Ia lebih memilih mengurangi produksi dan mengurangi ukuran tahu.

Menurut dia, tahu hasil produksinya biasa dibeli para pedagang dari sejumlah pasar tradisional di Bandung dan sekitarnya. Sistem pembelian yang diterapkan adalah pembayaran dilakukan setelah tahu habis terjual ke konsumen "Ya mau bagaimana lagi, kalau harganya dinaikkan komplainnya banyak," katanya.

Pengurangan produksi

Ia menjelaskan, sebelum rupiah melemah, dalam satu kali produksi usaha pabrik tahu miliknya bisa menghabiskan 800 kilogram hingga satu ton kedelai. Namun beberapa hari terakhir ia hanya mampu mengolah sekitar 500 kilogram.

Pengurangan ini juga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Bahkan ia menyebut keuntungan menurun hingga 50 persen. "Hampir 50 persen keuntungan kita berkurang,"tandas IIS.

Dia berharap, nilai tukar rupiah atas dolar kembali stabil dalam waktu cepat,sehingga produksi tahu kembali normal dan produsen hingga pedagang tidak kembali dipusingkan. "Satu papan (tahu) tetap 35 ribu,tetapi keuntungan kita dikurangi. Permintaan juga menurun sekarang sudah rata-rata menangis," tandas Iis.***

You voted 'marah'.

Baca Juga