Rupiah Hari Ini, Krisis di Turki dan Argentina Pengaruhi Indonesia

Ilustrasi/REUTERS

KRISIS ekonomi yang terjadi di Turki dan Argentina berdampak ke negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini menyebabkan kurs rupiah hari ini merosot ke level terlemahnya terhadap dolar Amerika Serikat sejak krisis dua dekade lalu atau pada 1998.

Nilai tukar rupiah hari ini jatuh ke Rp 14.900 per dolar Amerika Serikat. Bank Indonesia atau BI tidak tinggal diam. Untuk menghentikan pelemahan rupiah, BI menaikkan suku bunga dengan total 125 basis poin sejak Mei 2018 dan melakukan intervensi baik dalam mata uang dan pasar obligasi untuk menahan rupiah.

BI telah mengatakan siap merespons volatilitas pasar yang berlebihan dan telah mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish (menekan sektor usaha). Pemerintah juga sudah meminta Pertamina  menjadi pembeli tunggal minyak mentah yang diproduksi secara lokal untuk membantu mengurangi impor minyak dan menjaga nilai tukar rupiah hari ini.

Indonesia menjadi sasaran karena salah satu dari beberapa pasar negara berkembang di Asia yang mengalami defisit transaksi berjalan seperti India dan Filipina. Data terbaru menunjukkan bahwa defisit itu melesat ke titik tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Defisit ekonomi bergantung pada aliran masuk asing untuk membiayai kebutuhan impor mereka, membuat mereka rentan terhadap penurunan sentimen dan arus keluar yang tajam.

Investor asing memiliki hampir 40 persen dari obligasi pemerintah Indonesia, salah satu yang tertinggi dari pasar negara berkembang di Asia. Ditambah, pemerintah Indonesia mengalami defisit anggaran yang berarti Indonesia perlu meminjam dana untuk membiayai pengeluaran.

Hari ini B20 atau BBM dengan kandungan 20 persen biodiesel mulai berlaku. Meski menuai kritik dari pengusaha, Pemerintah memaksa memanfaatan B20 untuk memangkas impor bahan bakar dan menekan pelemahan rupiah hari ini.

Optimalisasi dan perluasan pemanfaatan B20 diperkirakan sanggup menghemat sekitar 2 miliar dolar pada sisa empat bulan terakhir 2018. Mereka juga mendorong APM atau Angka Partisipasi Kasar untuk menggenjot ekspor kendaraan demi menunjang devisa negara.

Oleh karena potensi dampak krisis ekonomi di Turki yang nyata bagi rupiah hari ini Indonesia, Pemerintah tetap harus mewaspadainya. Pemerintah harus lebih siap dalam segi kebijakan fiskal serta cenderung memberikan sentimen positif kepada pasar.

Ujung dari krisis ekonomi di Turki belum bisa dipastikan akan ke mana. Perkirakan kelanjutan melemahnya lira Turki dapat memunculkan ketidakpastian tersendiri bagi perekonomian global termasuk pelemahan rupiah hari ini.

Hal ini dapat dijadikan contoh oleh para pembuat kebijakan di Indonesia bahwa kebijakan ekonomi harus rasional, utang luar negeri harus benar-benar dijaga dan mengendalikan defisit transaksi berjalan.

Pembayaran hutang dan ketergantungan impor akan menekan rupiah sehingga harus segera dikendalikan. (Angga Trie Septiadi)***

Baca Juga

Rupiah Anjlok, IHSG Ikut Jeblok

JAKARTA, (PR).- Nilai indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot tajam hingga mencapai level 5.600 ‎pada perdagangan Rabu 5 September 2018.