Ekonom Sebut Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp 15.000

Rupiah/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Nilau tukar rupiah melemah semakin dalam hingga menembus Rp 14.800 per Dolar AS. Pelemahan nilai tukar mata uang Indonesia tersebut diprediksi terus berlanjut hingga adanya normalisasi suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh prediksi kebijakan The Fed yang akan menaikan suku bunganya di bulan ini. Hal ini menyebabkan investor menghindari risiko dengan membeli aset berdominasi Dolar AS. 

Menurut Bhimas hal itu bisa dilihat dari kenaikan index Dolar AS sebesar 0,13 persen ke level 95,2. Index Dolar merupakan perbandingan nilai mata uang Dolar AS dengan enam mata uang lainnya.

"Tekanan terhadap rupiah ini akan berlanjut sampai ada normalisasi suku bunga The Fed.‎ Ada kemungkinan Dolar AS bisa menembus batas level psikologis hingga Rp 15 ribu per Dolar AS,"ujar Bhima di Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Turki dan Argentina

Selain itu, Bhima mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh krisis ekonomi di Turki dan Argentina. Hal itu menimbulkan sentimen negatif terhadap negara ‎berkembang lainnya termasuk Indonesia.

Dia menambahkan, pemerintah perlu melakukan dobrakan untuk mengembalikan nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya. Namun dia memprediksi hal itu tidak akan berlangsung alam waktu dekat. "Rupiah sudah melemah terlalu dalam. Untuk kembali ke level Rp 14.000 sulit dilakukan dalam waktu dekat,"ujar dia.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Rupiah Anjlok, IHSG Ikut Jeblok

JAKARTA, (PR).- Nilai indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot tajam hingga mencapai level 5.600 ‎pada perdagangan Rabu 5 September 2018.

Pajak 1.147 Barang Impor Dinaikkan

JAKARTA, (PR).- Pemerintah menaikkan tarif pajak penghasilan (pph) 1.147 jenis barang impor. Kebijakan ini berlaku mulai tujuh hari dari hari ini sejak Peraturan Menteri Keuangan ditandatangani.