Aruna, E-commerce untuk Tingkatkan Kesejahteraan Perikanan

Ikan asin/ADE BAYU INDRA/PR
NELAYAN menjemur ikan asin jengki, di Kampung Palangpang, Desa Cirawu, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 3 Agustus 2017. Produksi ikan asin di daerah tersebut kini sedang menurun hingga hanya bisa memenuhi kebutuhan Pasar Surade Sukabumi saja. Biasanya ikan asin jengki yang dijual Rp 55.000 perkilogram, dan ikan asin teri nasi Rp 75.000 perkilogramnya itu, bisa dipasarkan hingga kawasan Bogor.*

INDONESIA yang dikenal sebagai salah satu negara kepulauan yang terbesar di dunia, memiliki jumlah pulau sekitar 17.508 buah pulau. Dengan luas daratan negara ­Indonesia mencapai 1.9 juta km dan luas perairan laut tercatat ­sekitar 7.9 juta km², memiliki potensi perikanan yang tinggi.

Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas mencapai hingga 5,8 juta km2, dan dі dalam wilayah laut tеrѕеbut dikelilingi garis pantai ѕераnјаng 81.000 km, уаng merupakan garis pantai terpanjang ke­dua dі dunia ѕеtеlаh Kanada. Fakta inilah уаng membuktikan bahwa ­Indonesia adalah negara kepulauan dan maritim terbesar dі dunia.

Potensi yang besar dari sumber daya kelautan di Indonesia juga tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan dengan potensi pemanfaatan lestari mencapai sebesar 9,93 juta ton per tahun (Kepmen KP RI No 47 Tahun 2016). Atau setara dengan nilai sebesar 29,80 miliar dolar AS per tahun. Sektor perikanan menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis karena merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia sampai saat ini. 

Aruna, adalah startup yang memfokuskan pada pengembangan platform pada industri perikanan dan kelautan. Startup ini didirikan oleh Farid Naufal Aslam sebagai President Director, Indraka Fadhlillah ­sebagai Operational Director, dan Utari Octavianty sebagai General Director. Startup ini didirikan karena adanya kesadaran akan potensi besar di bidang kelautan dan per­ikanan, tetapi belum adanya hasil yang optimal dari berbagai sektor dalam mensejahterakan para nelayan dan memajukan kawasan pesisir laut. 

Sejalan dengan Revolusi Industri 4.0, Aruna telah menjadi e-commerce terpadu yang mencakup dua produk utama, yaitu Integrated Fishery System (IFS) dan Fisheries E-Commerce. 

Berbasis cloud

IFS adalah platform berbasis cloud untuk membantu perusahaan, pemerintah dan lembaga yang ter­libat dalam industri perikanan untuk mengelola, menganalisis, dan me­laporkan data secara real time dan mudah. Produk IFS Aruna sendiri terdiri atas 2 kategori.

Yang pertama Aruna Traceability System yaitu aplikasi untuk memantau keterlacakan produk seafood mulai dari penangkapan sampai dengan ke tangan konsumen. Yang kedua adalah Smart Fisheries SmartFisheries adalah ­aplikasi untuk mengumpulkan dan menganalisis data perikanan yang peruntukkan bagi pemerintah dan LSM yang merupakan proses pemantauan kegiatan perikanan di daerah tertentu secara digital. ­Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data di setiap lokasi pendaratan dan dapat menganalisis fitur data analitik pada aplikasi ­secara real time. 

Fiseheries E-Commerce Adalah platform trading perikanan (B2B) yang menghubungkan pembeli yang membeli hasil laut dalam ­jumlah besar dan kelompok nelayan dari seluruh Indonesia. Aruna mengembangkan aplikasi e-commerce untuk memfasilitasi transaksi perikanan yang adil, terbuka dan transparan untuk masyarakat pesisir. Produk e-commerce Aruna adalah pasarlaut.com. Melalui Pasarlaut.com produk perikanan diambil langsung dari mitra kelompok nelayan dari seluruh Indonesia dan pembeli dapat memesan produk perikanan apa pun dalam jumlah besar dengan harga bersaing langsung dari nelayan. 

Saat ini jumlah mitra kelompok nelayan Aruna sebanyak 1.701 kelompok yang tersebar di 15 propinsi dari seluruh wilayah Indonesia yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, NTT, NTB, Maluku Utara, dan Papua. 

Beberapa pencapaian yang diraih oleh Aruna antara lain adalah 1st Winner V.01 Hackaton Merdeka, 1st Winner Klikstart Business Competition , Indigo Incubator, Indonesia Impact Accelerator , Finalis The Best Indonesian Startup dan Runner Up & 1st Winner Fishackaton Indonesia.

Nelayan go online

Selain itu, Aruna sudah menjalan­kan kerja sama dengan Kementeri­an Komunikasi dan Informatika RI untuk Program Nelayan Go ­Online,dengan menyelenggarakan roadshow guna mendigitalisasi kelompok nelayan di beberapa daerah di Indonesia. 

Bisnis startup kelautan sendiri belum banyak dilirik oleh banyak pengembang. Padalah potensi eko­nomi yang tinggi yang masih dapat dikembangkan di bidang maritime masih terbentang luas. Hal ini disebabkan belum seluruhnya masya­rakat Indonesia sadar akan potensi tersebut. Permasalahan ini haruslah segera disadari oleh kita semua, karena jika bukan masyarakat Indonesia yang menyadarinya, maka lambat laun pengembang asinglah yang akan segera menangkap ­peluang bisnis ini dan akan ikut bertarung di kancah bisnis ­Indonesia. 

Dengan kata lain, sumber daya manusia Indonesia yang konsisten terus berpikir maju demi kesejah­teraan bangsanya sangatlah dibutuhkan. Bukan saja berpikir ­untuk membangun bisnis dari kekayaan alam yang kita punyai, tetapi juga bagaimana menjaga keberlangsung­an semua potensi kelautan yang ­kita miliki. Keberhasilan bisnis dan investasi anak negeri di bidang perikanan dan kelautan akan mempercepat terwujudnya kesejahtera­an masyarakat pesisir dan tercapai­nya negara Maritim Indonesia yang merata dan mandiri. (Lia ­Yuldinawati, dosen entre­preneurship Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University)***

Baca Juga

Bisnis Startup Digital Menarik Investasi

REVOLUSI 4.0 yang semakin kencang bergaung di ­Indonesia, mau tidak mau harus membuka ­mata ­seluruh pelaku industri untuk bergerak mengikuti perkembangan zaman.

FishOn, Platform Navigasi ­bagi Nelayan Indonesia

POTONGAN lagu yang pasti kita kenal dengan baik ”Nenek Moyangku Seorang Pelaut!” ini pasti mengingatkan kita akan jati diri bangsa Indonesia sebagai ­negara maritim yang mempunyai potensi kelautan yang sangat besar.