Entrepreneur Belum Jadi Pilihan Generasi Muda

Ilustrasi/CANVA

BANDUNG, (PR).- Kendati trennya terus meningkat, entrepreneur belum menjadi pilihan utama generasi muda. Sebagian besar angkatan kerja usia 16-34 tahun di Jawa Barat (Jabar) lebih memilih untuk menjadi pekerja dibandingkan entrepreneur.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Bidang Usaha dan Kemandirian Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar yang juga Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jabar, Mustopa Djamaludin, pada Revitalisasi Kedai Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar. Kegiatan tersebut berlangsung di Kwarda Jabar, Jln. Cikutra, Bandung, Rabu, 29 Agustus 2018.

"Masih banyak generasi muda yang setelah lulus sekolah atau kuliah memilih untuk melamar pekerjaan dibandingkan membangun wirausaha," tuturnya.

Menurut dia, dari 22,77 juta angkatan kerja di Jabar, sekitar 7,55 juta orang di antaranya, atau sekitar 33,3%, adalah pekerja berusia 16-34 tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tingkat partisipasi angkatan kerja Jabar per Februari 2018 mencapai 63,82%.

"Di kalangan anggota Gerakan Pramuka sendiri baru sekitar 5%-7% Pandega yang menjadi entrepreneur," ujarnya. Pandega adalah anggota Pramuka yang berusia 21-25 tahun.

Mustopa menilai, diperlukan upaya berbagai pihak untuk mendongkrak minat wirausaha generasi muda. Untuk itu, menurut dia, Pramuka Kwarda Jabar secara reguler menggelar program pelatihan kewirausahaan. 

"Kami, Gerakan Pramuka Jabar juga merasa turut bertanggung jawab untuk mendorong semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Setiap tahunnya kami menggelar datu dampai dua angkatan pelatihan wirausaha," ujarnya. 

Melalui pelatihan tersebut, menurut dia, Gerakan Pramuka Jabar ingin membangun jiwa entrepreneur bagi generasi muda. Bukan hanya menumbuhkan minat, Gerakan Pramuka Jabar juga ingin membangun kemampuan managerial yang baik.

"Kami menargetkan, jumlah entrepreneur dari anggota Gerakam Pramuka Jabar akan bertambah sekitar 5%-10% per tahun. Bukan hanya dari sisi kuantitas, harapan kami entrepreneur yang terbentuk juga bisa terus tumbuh dan berkembang menjadi besar," ujar Mustopa.

Menurut dia, banyak potensi usaha yang bisa digali, dimulai dari kecenderungan minat anggota. Salah satu sektor yang paling potensial adalah jenis usaha yang masuk dalam golongan ekonomi kreatif.

Selain makanan dan minuman, menurut dia, aksesoris dan peralatan pramuka juga bisa menjadi pilihan. Produk tersebut sudah memiliki pasar yang pasti, dari sesama anggota Gerakan Pramuka Jabar.

"Di Jabar ada sekitar 5 juta anggota Gerakan Pramuka. Ini adalah pasar potensial bagi entrepreneur yang juga anggota Gerakan Pramuka," tuturnya.***

Baca Juga

FishOn, Platform Navigasi ­bagi Nelayan Indonesia

POTONGAN lagu yang pasti kita kenal dengan baik ”Nenek Moyangku Seorang Pelaut!” ini pasti mengingatkan kita akan jati diri bangsa Indonesia sebagai ­negara maritim yang mempunyai potensi kelautan yang sangat besar.

DPR: Aturan Iklan Produk Tak Boleh Diskriminatif

JAKARTA, (PR).- Rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merevisi aturan label dan iklan produk pangan, khususnya susu kental manis (SKM), dinilai diskriminatif.

Bisnis Startup Digital Menarik Investasi

REVOLUSI 4.0 yang semakin kencang bergaung di ­Indonesia, mau tidak mau harus membuka ­mata ­seluruh pelaku industri untuk bergerak mengikuti perkembangan zaman.