Mari Menghitung Laba dan Investasi Asian Games 2018

Asian Games 2018/DOK. PR

HARI ini, tanggal 18 Agustus 2018, pesta olah raga terbesar se-Asia yakni Asian Games 2018, resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Hajatan ini tak melulu hanya ­membicarakan medali dan prestasi, melainkan ada sisi ekonomi yang ­diharapkan mampu memberikan dorongan kepada geliat ekonomi ­Indonesia.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, penyelenggaraan major sport events akan dapat memberikan banyak manfaat jangka pendek dan jangka panjang.

Dari sisi prasarana atau sarana, momen tersebut dapat menambah fa­silitas olah raga baru, mendorong pembenahan infrastruktur umum, dan penataan kota.

Sementara itu, dari sisi ekonomi, dampak penyelenggaraan event olah raga juga dapat meningkatkan pariwisata, kesempatan kerja, dan kesempatan usaha.

Selain itu, menjadi tuan rumah Asian Games juga dapat sekaligus mempromosikan kota penyelenggara dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

Asian Games 2018 akan diikuti oleh 46 negara dengan 462 pertandingan dari 40 cabang olah raga. Penyelenggaraan kegiatan tersebut tentunya akan menarik jumlah massa besar. ”Semakin banyak orang yang datang, tentu akan semakin besar potensi perputaran uang di sana,” ujar dia.

Asian Games 2018 akan diikuti 11.429 atlet, 5.000 ofisial, 11.567 relawan, dan 7.000 media baik lokal maupun internasional. Selain itu, kegiatan ini juga diprediksi akan didatangi dua juta penonton yang 200.000 di antaranya adalah wisatawan mancanegara.

Berdasarkan estimasi, menurut Bambang, atlet dan ofisial tersebut akan tinggal selama 12 hari di sekitar lokasi Asian Games.

”Diprediksi mereka rata-rata tinggal 7 hari lama pertandingan dan 5 hari di luar pertandingan,” ujar dia.

Sementara itu, awak media diprediksi akan tinggal selama 14 hari dan wisatawan mancanegara rata-rata akan tinggal enam hari. Penyebaran jumlah massa tersebut berada di sekitar Jakarta dan Palembang.

”Untuk tinggal tersebut mereka kan mengeluarkan uang baik untuk makan, meginap, rekreasi, dan sebagainya, ini yang bisa menjadi potensi ekonomi,” ujarnya.

Bambang mengatakan, dampak langsung penyelenggaraan Asian Games pada ekonomi bisa mencapai Rp 40 triliun lebih. Jumlah tersebut terbagi dua yaitu Jakarta sebesar Rp 22 triliun terdir atas investasi ­konstruksi Rp 13, 7 triliun, ope­rasionalisasi penyelenggaraan Rp 5,8 triliun, dan pengeluaran ­pengunjung sebanyak Rp 2,6 triliun.

Sementara itu, untuk dampak ekonomi Sumatra Selatan mencapai Rp 18, 5 triliun. Jumlah itu terdiri atas investasi konstruksi Rp 15,4 ­triliun, operasional penyelenggaraan sebesar Rp 2,1 triliun, dan penge­luaran pengunjung Rp 968 miliar.

Efek domino

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengata­kan, investasi untuk Asian Games 2018 yang sudah dikeluarkan sudah ­sangat besar. Selain itu, panitia Asian Games 2018 juga telah bekerja sama dengan 400 UMKM dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Hal ini tentunya dapat memberikan efek domino bagi prekonomian Indonesia terutama di sektor makanan, ­pakaian jadi, dan suvenir.

”Nanti juga akan ada ribuan wisatawan asing yang masuk sehingga akan mendongkrak devisa. Secara tidak langsung hal ini juga mem­bantu untuk memperkuat rupiah di tengah pele­mah­an yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, Bhima ­mengatakan, dampak Asian Games 2018 terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak akan sekuat momen Ramadan dan Idulfitri. Seperti diketahui, momen hari raya tersebut berlangsung selama triwulan II tahun 2018 yang memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,27%. Bhima memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III mencapai 5,1%.

Optimistis

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Erick Thohir ­sangat optimistis bila dampak yang bisa diberikan oleh Asian Games bisa menjadikan ekonomi Indonesia lebih baik.

Dengan kedatangan target 200.000 turis, 3 juta penonton secara langsung akan terjadi transaksi secara ekonomi, baik penjualan ritel atau hotel, dll.

Untuk okupansi hotel saja, penyelenggaraan Asian Games, Inasgoc telah memesan 54 hotel dengan hampir 8.000 kamar secara keseluruhan di Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat. Angka itu belum ditambah dengan kontingen negara lain yang memesan hotelnya sendiri. Qatar misalnya, mereka sudah memesan 29 kamar untuk medio tinggal selama tiga pekan. Jadi kalau dihitung-hitung, untuk satu kontingen saja, pemasukan yang diperoleh hotel sudah Rp 1,8 miliar.

”Itu baru kamar. Belum lagi kalau di hotelnya ada fasilitas restoran dan mal. Bisa ada tambahan lagi untuk belanja makanan dan barang. Contoh lagi, tim Jepang. Mereka punya dapur umum sendiri, menyewa tempat dan membawa chef sendiri. Belum lagi untuk sewa mobil, ada 500 mobil yang disewa sendiri oleh kontingen peserta. Arab, membawa pesawat sendiri. Pasti kan ada pemasukan untuk biaya parkir pesa­wat, bahan bakarnya, dll.,” katanya.

Jika ditanya berapa jumlahnya, dari kontingen saja minimal Rp 3 triliun sudah ada pemasukannya. Itu belum dari wisatawan yang datang untuk menonton, karena kabarnya ekstra penerbangan untuk ke Palembang saja bahkan bertambah hingga 17 kali.

Erick Thohir yakin dampak ekonominya ada secara jangka pendek. Akan tetapi, bila berbicara dampak jangka panjang, Erick Thohir menilai arahnya menyasar turisme.

Wisatawan akan semakin banyak berdatangan, investasi masuk, dll. artinya itu akan memiliki efek yang beragam. Dengan kata lain, investasi pemerintah yang dikeluarkan saat ini sekitar Rp 7 triliun menjadi tidak berarti kalau nanti ada pemasukan berpuluhan juta kali.

”Turis akan datang lebih banyak karena dianggap Indonesia aman. Indonesia bisa menyelenggarakan event internasional dengan baik, Jakarta tidak macet lagi, hal-hal positif pasti akan ditulis dari 5.000 media yang datang. Itu secara makro. Akan tetapi, tidak mungkin kita berhitung secara apple to apple dan itu akan keliatan justru efeknya setelah Asian Games ini,” ujar Direktur Revenue Inasgoc Hasani Abdulgani.***

Baca Juga

Dorong Pertumbuhan UKM, Akseleran Bidik Ribuan Investor di Bandung

BANDUNG, (PR).- PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia, perusahaan Peer to Peer Lending (P2P Lending) yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik ribuan investor di Bandung guna mendorong pertumbuhan UKM yang s