Pedagang Tradisional Didorong Melek Teknologi

Pelatihan/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Era digitalisasi, para pedagang konvensional didorong untuk melek teknologi dan mau melakukan inovasi. Selain bisa meningkatkan omzet, pengelolaan yang baik dapat menjaga kegiatan usaha stabil.

Pada Senin 30 Juli 2018, puluhan pedagang tradisional mendapat pelatihan manajemen ritel yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya di Gedung Technopark Cimahi Jalan Baros Kota Cimahi. Materi pengelolaan usaha diberikan termasuk pemanfaatan aplikasi untuk mempermudah distribusi barang.

Branch Manager Alfamart, Suriadi mengatakan, semakin berkembangnya teknologi mendorong pihaknya sebagai salah satu ritel modern untuk melaksanakan pelatihan manajemen ritel bagi para pemilik warung tradisional.

"Tujuannya, mengajak para UMKM terutama pedagang warungan tradisional untuk memahami managemen ritel modern. Ritel tradisional dan modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi," ujarnya.

Pihaknya mengklaim telah merangkul sekitar 2 ribu pelaku usaha atau warung tradisional di Kota Cimahi. "Mereka terus diberikan pelatihan agar lebih 'melek' teknologi. Tujuannya, agar para usaha kecil bisa lebih berkembang lagi," katanya.

Aplikasi

Member Development PT Sumber Alfaria Trijaya, Tri Wiyono menambahkan, untuk mengembangkan para pelaku usaha kecil, pihaknya mendorong agar pelaku lebih memaksimalkan aplikasi resmi, yakni 'alfa mikro'. 

"Iya aplikasi ini diharapkan bisa dinikmati teman-teman warung, pedagang tradisional," katanya.

Dikatakannya, aplikasi resmi dari Alfamart itu bisa dimanfaatkan bagi pedagang tradisional sebagai mitra Alfamrat untuk mengembangkan usahanya. Seperti jualan pulsa dan sebagainya.

"Dasarnya membantu pedagang mendapat stok barang. Lalu kita kembangkan, dia bisa juga menambah transaksi dengan membayar token listrik dan lainnya. Juga bisa terima pembayaran dengan barcode," ujarnya.

Namun, untuk membuat pedagang tradisional ini melek teknologi, tentunya itu menjadi tantangan bagi pihaknya untuk terus melakukan pelatihan.

"Perlu proses panjang. Latar belakang pendidikan, umur jadi tantangan bagi pedagang tradisional. Tapi jangan berhenti karena perkembangan jaman mendorong semua orang menggunakan perangkat gawai yang bisa berdampak positif terhadap usaha," pungkasnya.***

Baca Juga