Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Rp 14.328

Rupiah/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Nilai tukar rupiah Senin 9 Juli 2018, bergerak menguat 47 poin. Meski demikian nilainya masih tinggi pada kisaran Rp 14.328, dibanding posisi sebelumnya Rp 14.375 per dolar AS.

Mengutip Antara, analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, masih ada potensi pelemahan nilai tukar rupiah pada dolar AS. Terutama dengan pelemahan pada beberapa data ekonomi AS membuat rupiah kembali terapresiasi.

"Masih meningkatnya klaim pengangguran yang dibarengi dengan tingginya angka pengangguran dan kenaikan angka inflas. Serta pertumbuhan angka gaji di bawah perkiraan sebelumnya, diharapkan dapat menjadi faktor penyeimbang untuk mempertahankan rupiah di zona hijaunya," ujar Reza.

Rupiah pada Senin ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp14.378 hingga Rp14.359 per dolar AS.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, rupiah mampu bergerak positif, bahkan melampaui target resisten Rp14.395 menuju ke Rp14.365-Rp14.363 per dolar AS meski diiringi masih adanya kekhawatiran pasar terhadap imbas perang dagang yang dapat meningkatkan permintaan atas mata uang "safe haven".

Di sisi lain, sejumlah mata uang lainnya terlihat menguat setelah pelaku pasar menahan diri terhadap dolar AS jelang dirilisnya data-data ketenagakerjaan.

Bahkan berkebalikan dengan kekhawatiran yang terjadi di dalam negeri, sejumlah mata uang lain juga menguat terhadap yuan China seiring kekhawatiran adanya perang dagang dapat menghalangi akselerasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Akibatnya, rupiah pun di pasar spot valas ikut terimbas naik seiring dengan pelemahan yuan dan dolar.

Senada dengan rupiah, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin dibuka menguat sebesar 24,95 poin atau 0,44 persen ke posisi 5.719,86. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 6,31 poin (0,7 persen) menjadi 901,69.

Prioritas Bank Indonesia

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa stabilitas rupiah menjadi prioritasnya dalam jangka pendek. Untuk mencapai  hal itu, Bank Indonesia akan mengkombinasikan kebijakan suku bunga dan intervensi ganda.

Hal itu disampaikan Perry Warjiyo usai pelantikan dirinya sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 di Gedung Mahkamah Agung, Kamis, 24 Mei 2018. Perry menggantikan Gubernur Bank Indonesia terdahulu Agus Martowardojo.

Perry mengatatakan, suku bunga BI 7 Days Repo Rate sudah dinaikan sebesar 25 basis poin bulan ini. "Kami merencanakan untuk lebih pre-emptive dalam merespon kebijakan suku bunga," ujar dia.

Selain lebih responsif dalam kebijakan suku bunga, Perry mengatakan, BI juga akan melakukan intervensi ganda dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah. Intervensi tersebut yaitu di pasar valas dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sekunder.

Sejak Januari- Mei 2018, Perry mengatakan, BI sudah membeli SBN yang dijual asing sebesar hampir Rp 50 triliun.***

 

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga

Belum Semua Bank Salurkan Kredit UMKM 20 Persen

JAKARTA, (PR).- Jumlah penyaluran kredit UMKM dari seluruh industri perbankan‎ telah mencapai 20,69 persen terhitung Mei 2018. Meskipun demikian, terdapat beberapa bank baik asing maupun lokal yang belum memenuhi target tersebut.