Tumbuh Tinggi, Pangsa Pasar Perbankan Syariah Tembus 5,74%

Ilustrasi/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Market share atau pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia pada 2017 sudah mencapai 5,74 persen. Perbankan syariah mengalami pertumbuhan cukup tinggi yakni 15,2 persen atau jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan konvensional secara nasional yang mencapai 8,4 persen.

“Perbankan syariah telah berhasil keluar dari five percent traps. Walaupun market share perbankan syariah telah tembus 5 persen. Meskipun masih kecil market sharenya, namun mengalami pertumbuhan cukup tinggi yakni 15,2 persen atau jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan konvensional secara nasional,” kata Pemimpin Divisi Keuangan BNI Syariah Wahyu Avianto, pada acara workshop perbankan syariah dengan tema "Meneropong celah bisnis melalui akad-akad di perbankan syariah” di Jakarta, Senin 16 April 2018.

Khusus untuk BNI Syariah, market sharenya mencapai 8,21 persen atau lebih tinggi dari market share bank syariah secara nasional. Aset BNI Syariah mencapai Rp 35 triliun dibandingkan aset perbankan syariah secara nasional Rp 240 triliun serta aset perbankan konvensional secara nasional yang mencapai Rp 7.387 triliun.

"Salah satu upaya perbankan syariah untuk meningkatkan market share adalah dengan melakukan sosialisasi produk dan layanannya ke masyarakat mengingat tingkat literasi keuangan," tutur Wahyu.

Sementara itu Ketua V Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto Mingka mengatakan, akad-akad yang bisa dilakukan dalam bisnis syariah antara lain akad Istishna yang digunakan dalam transaksi jual beli dengan adanya pemesanan barang dan pembayaran dilakukan dengan cara dicicil atau bertahap. 

Kemudian, Kafalah yakni akad yang digunakan dengan adanya pemberian jaminan dalam suatu transaksi. Kemudian akad Ijarah. Akad yang digunakan untuk transaksi sewa-menyewa barang atau objek yang dimilik. Selain itu, ada akad Hiwalah yakni akad yang digunakan untuk pemindahan piutang. 

Selain itu, akad Murabahah yakni akad ini juga diguankan untuk transaksi jual beli. Juga ada akad Qardh yakni akad yang digunakan untuk peminjaman di mana pengembalian dana yang dipinjam besarnya tetap sama atau tidak bertambah. 

Ada juga akad Rahn yakni akad yang digunakan dalam proses gadai barang. Ada juga akad Salam. Akad ini hampir sama dengan akad ishtisna’, yaitu akad yang digunakan dalam jual beli barang yang dipesan. Yang membedakan adalah sistem pemabayaran dilakukan secara penuh di awal. 

Juga ada akad Sharf yakni akad yang digunakan dalam penjualan valuta asing. Ada akad Wakalah yakni akad yang digunakan untuk memberikan kuasa atas sesuatu. 

Menurut Agustianto, salah satu upaya untuk meningkatkan market share adalah dengan melakukan sosialisasi produk dan layanan kepada masyarakat. Mengingat tingkat literasi keuangan syariah nasional baru mencapai 8 persen (survei OJK)," katanya.***

Baca Juga

Belum Semua Bank Salurkan Kredit UMKM 20 Persen

JAKARTA, (PR).- Jumlah penyaluran kredit UMKM dari seluruh industri perbankan‎ telah mencapai 20,69 persen terhitung Mei 2018. Meskipun demikian, terdapat beberapa bank baik asing maupun lokal yang belum memenuhi target tersebut.