Program Listrik 35.000 MW Capai 40 Persen

Ilustrasi/GITA PRATIWI/PR

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 17.024 MegaWatt (MW)‎ pembangkit listrik dalam program 35.000 MW sedang dalam tahan konstruksi, dan 1.584 MW telah beroperasi. Dengan demikian, progress program 35.000 MW saat ini telah mencapai 40 persen per 1 April 2018.

"Progress pembangunan tidak dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja, namun kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan, dan perencanaan,"ujar ‎Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi,  di Jakarta, Minggu 15 April 2018

‎Menurt Agung, proyek sebesar 12.690 MW saat ini sudah dalam tahap kontrak namun belum konstruksi. Dengan demikian, total jumlah proyek yang sudah kontrak sebesar 31.298 MW atau 87 persen. Selebihnya proyek yang berada dalam tahapan pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW.

Agung mengatakan, elektrifikasi menjadi salah satu program prioritas nasional. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, masyarakat di seluruh pelosok tanah air harus dapat menikmati listrik.

2019 99 persen

Menurut Agung, rasio elektrifikasi Indonesia tahun 2019 ditargetkan lebih dari 99 persen. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program kelistrikan terus dipercepat.

"Tahun 2017 kita berhasil capai 95,35%, jauh melampaui targetnya yaitu 92,75%. Kami optimis dan kita kerjakan karena elektrifikasi adalah bagian dari mewujudkan energi berkeadilan," ujar Agung.

Selain Program 35.000 MW, Agung mengatakan, pemerintah juga mencanangkan program 7.000 MW yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program reguler. Per 1 April 2018, progres program tersebut yang telah beroperasi sebesar 6.434 MW dan yang tahap konstruksi sebesar 1.406 MW.

Elektrifikasi Indonesia juga dilakukan PT PLN melalui program listrik desa. Pada tahun 2017 lalu program listrik desa telah menjangkau 75.682 desa. "Dalam dua tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan tahun 2015 sebanyak 70.391 desa,"ujar Agung.

Dia menambahkan, pemerintah juga memberikan lampu surya gratis untuk rumah di desa belum berlistrik. Paket program yang dinamakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) ini, terdiri dari empat buah lampu LED, baterai yang terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya ponsel (charger). Pembiayaan program LTSHE tersebut bersumber dari APBN. Pada tahun 2017 pembagian dan pemasangan LTSHE telah dilakukan untuk sekitar 80 ribu rumah. Sedangkan tahun 2018 ini ditargetkan sebanyak 175 ribu rumah dan untuk tahun 2019 sedang tahap perencanaan untuk 125 ribu rumah.***

Baca Juga

Jelang Ramadan, Kunjungan ke Situs Belanja "Online" Meningkat

JAKARTA, (PR).- Kunjungan ke situs belanja online mulai mengalami peningkatan hingga sepuluh persen sejak sebulan sebelum Ramadan. Berdasarkan data terbaru dari Accenture, hampir setengah atau 43,7 persen dari masyarakat Indonesia

Rupiah Loyo, Dana Asing Kabur

JAKARTA, (PR).- Bank Indonesia mengakui ­pelemahan nilai tukar rupiah ­terhadap dolar AS menyebabkan banyak dana asing yang keluar. Meskipun demikian, BI meya­kini bahwa investasi asing tersebut akan kembali lagi ke ­Indonesia.