Kepala Daerah Didorong Bangun Pariwisata sebagai Penyumbang Pendapatan

Wisata Yogyakarta/ANTARA
Wisatawan berfoto di komplek Situs Warungboto, Umbulharjo, DI Yogyakarta, Jumat, 7 April 2017 lalu.

JAKARTA, (PR).- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan bahwa peran gubernur, bupati, wali kota menentukan sekitar 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata. Ia sebagai CEO atau Chief Executive Officer bisa memberikan arah pembangunan yang berorientasi bagi pendapatan daerah.

“Diawali dengan komitmen orang nomor satu di daerah itu, maka semua program dengan mudah akan berjalan, begitu pun sebaliknya. Karena tugas pemimpin itu menentukan arah dan mengalokasikan sumber daya. Keseriusan CEO akan terlihat dari bagaimana Pemda memprioritaskan sumber daya dan anggaran mereka di pariwisata,” kata Arief Yahya di Jakarta, Senin malam 12 Februari 2018.

Menpar mengatakan hal itu saat peluncuran ‘Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau’ yang mengangkat tema ‘Svara Jiva Riau Menyapa Dunia’ (makna Svara Jiva sesuatu yang kecil akan menjadi besar, tumbuh dan berkembang serta menjadi kuat). Acara itu dimeriahkan oleh tampilan koreografi peragawati yang berkolaborasi dengan kompilasi foto - video pariwisata unggulan.

Menurut Arief , saat ini pariwisata menempati peringkat kedua sebagai sektor yang berkontribusi terhadap pendapatan negara. Ia berharap pada 2018 kontribusi sektor pariwisata terus meningkat dan bisa lebih besar lagi sehingga menempati urutan pertama. 

Sebelumnya, Arief pernah menyatakan, sektor pariwisata diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15%, Rp 280 triliun untuk devisa negara, 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019. 

Lebih jauh, sektor pariwisata diyakini mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh negeri ini. "Diharapkan pula mampu memutus rantai kemiskinan, pengangguran, juga kesenjangan dengan cepat dan tepat," kata Menpar.

Terus bebenah

Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Provinsi Riau terus berbenah diri untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian. "‘Bumi Lancang Kuning’ bila selama ini identik dengan minyak bumi, ke depan ingin menjadi destinasi pariwisata andalan untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Provinsi Riau memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih terkendala oleh infrastruktur pariwisata yang belum optimal.

“Kami memerlukan investasi pariwisata, khususnya untuk membangun kawasan pariwisata di seputar objek wisata Bono, Pacu Jalur, maupun Bakar Tongkang yang kita jadikan sebagai event unggulan setiap tahun,” kata Arsyadjuliandi. 

Bakar Tongkang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa, Kabupaten Rokan Hilir, yang akan berlangsung di Bagansiapiapi pada 29-30 Juni 2018. Festival Bono (Bekudo Bono) kegiatan mengarungi gelombang (beserlancar) bono dengan menggunakan perahu (sampan) kayu, berlangsung di Kecamatan Teluk Meranti pada 24–25 November 2018, dan Pacu Jalur merupakan perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan perahu atau jalur dari kayu dengan panjang 25-40 meter dan lebar 1,3-1,5 meter yang akan berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi pada 22-25 Agustus 2018.

Provinsi Riau tahun ini menargetkan kunjungan 60.824 wisatawan mancanegara (wisman) dan 6,55 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), dalam rangka berkontribusi pencapaian target pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.

Peluncuran 64 event unggulan parwisata adalah bentuk upaya Pemerintah Provinsi Riau dalam mempromosikan dan menarik minat kunjungan wisatawan. Diantaranya 3 event yang sudah go internasional yaitu Bakar Tongkang, Festival Bono, dan Pacu Jalur, tiga event ini masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia.

Menpar mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau, provinsi yang dikenal sebagai ‘Bumi Lancang Kuning’, selama ini identik dengan penghasil minyak bumi, hamparan kebun kelapa sawit. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian barat, kini giat dan serius mengembangkan diri dalam sektor pariwisata. 

“Launching event Pariwisata Riau ini merupakan wadah yang strategis dalam mempromosikan event tahunan yang akan diadakan di Provinsi Riau sepanjang tahun 2018. Terlebih Provinsi Riau telah memiliki tiga event internasional yang masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia 2018, diharapkan sebagai pemacu mendatangkan banyak wisman,” kata Menpar.***

Baca Juga

Cegah Gejolak, Data Produksi Beras Harus Dibenahi

JAKARTA, (PR).- Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas, mengatakan, klaim Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyatakan adanya surplus beras sebanyak 17,6 juta pada akhir 2017 lalu, telah membuat pemerintah t

Wajib Tanam Bawang Putih Dinilai Hanya Formalitas

JAKARTA, (PR).- Rencana Kementerian Pertanian mendorong produksi bawang putih dengan mewajibkan importir menanam 5% dari volume impor, dinilai hanya formalitas belaka.