Pertumbuhan Pasar Smartphone Global Merosot Hebat

Ilustrasi/CANVA.COM

PASAR smartphone global turun 9% dalam pada kuartal terakhir  2017.  Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah smartphone, bahkan penjualan iPhone Apple turun 1% karena pengguna bertahan pada telefon seluler model lama.

Permintaan untuk telefon seluler baru tampaknya akan berkurang dengan keruntuhan di pasar Tiongkok yang merupakan pasar terbesar smartphone di dunia. Dikutip dari theguardian.com,  Apple yang telah mengapalkan smartphone 5 juta lebih sedikit dari setahun yang lalu, penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata iPhone, berkat popularitas iPhone X.

Begitu pula dengan Samsung dan merek lainnya, seperti halnya Apple, mendorong harga jual yang lebih tinggi di tengah menurunnya permintaan ponsel baru. Data dari Strategy Analytics menunjukkan pengiriman smartphone global menyusut year on year dari 438,7 juta menjadi 400,2 juta pada kuartal keempat tahun 2017.

Direktur Strategy Analytics, Linda Sui mengatakan, ini merupakan penurunan tahunan terbesar dalam sejarah smartphone. Penyusutan dalam pengiriman smartphone global disebabkan oleh jatuhnya pasar Tiongkok yang besar.

Permintaan pasar Tiongkok turun 16% per tahun karena tingkat penggantian yang lebih lama, lebih sedikit subsidi operator, dan model yang tak banyak berubah.

Terkecuali iPhone X yang mengadopsi tren pasar desain layar penuh yang pertama kali diperkenalkan oleh Samsung Galaxy S8 pada bulan Maret 2017, beberapa lompatan besar pada fitur smartphone, seperti kamera yang lebih bagus, mulai dianggap biasa. Alternatif lain adalah penyematan kecerdasan buatan yang sekarang menjadi tren.

”Kami sampai pada titik di mana kualitas foto sudah begitu bagus sehingga fokusnya beralih ke kecerdasan yang Anda bangun di luar itu,” kata Vice President Product Manager Google, Mario Queiroz. Namun, apakah itu cukup untuk merangsang pembeli untuk membelinya?

Harus lebih murah

Direktur Eksekutif Strategy Analytics, Neil Mawston, menyebutkan, volume  iPhone global benar-benar menurun setiap tahun selama lima dari delapan kuartal terakhir. Jika ingin memperluas volume pengiriman di masa depan, Apple perlu meluncurkan produk baru yang lebih murah dan mulai menekan harga.

Kendati mengalami penyusutan pada kuartal terakhir, keseluruhan pasar melonjak 1,5 miliar smartphone yang diluncurkan untuk pertama kalinya pada 2017, naik 1,3%. Namun, ini jauh di bawah pertumbuhan year on year tahun 2015 sebesar 158 juta atau 12,3% dan lebih kecil lagi dari tahun 2016 sebesar 48 juta atau 3,3% lantaran negara berkembang mencapai titik jenuh dan pembeli pertama kali menjadi upgrader sehingga jauh lebih sulit.

Sejumlah merek smartphone Tiongkok teratas, misalnya Oppo dan Vivo, mengalami penurunan pengiriman masing-masing sebesar 16% dan 7%. Namun Huawei, produsen smartphone nomor satu di Tiongkok  yang berhasil meningkatkan pengiriman hingga 9%, menandai kuartal terbaiknya di pasar asalnya.

LG tinggalkan Tiongkok 

Sementara itu, divisi mobile LG mengalami kerugian beruntun selama 11 kuartal terakhir. Hal ini mengakibatkan goncangan di internal dan penundaan LG G7 sehingga santer dikabarkan bahwa divisi mobile LG telah secara resmi meninggalkan pasar Tiongkok.

Jaringan berita Tiongkok, Sohu, baru-baru ini mengonfirmasi hal ini bahwa perwakilan kantor LG di Beijing telah menyatakan hal tersebut.

Ini merupakan pukulan besar bagi LG, tetapi tidak mengherankan melihat ponsel terbaru yang terdaftar di situs web LG Tiongkok adalah LG G5 SE, versi yang kurang kuat dari G5 asli yang diluncurkan kembali pada Mei 2016. LG akan terus menjual barang elektronik konsumen lainnya di  Tiongkok, tetapi sampai dengan saat ini, bisnis smartphone-nya secara resmi berakhir. 

Tidak jelas apakah ini keputusan CEO LG yang baru diangkat untuk divisi mobile, tetapi jika penjualan di negara tersebut begitu stagnan sehingga tidak ada perangkat baru yang diluncurkan pada 2017, mungkin perusahaan tersebut paling tidak mengurangi kerugian dan fokusnya di pasar di mana penjualan jauh lebih besar.***

Baca Juga

Tren Smartphone Tiga Kamera Sudah Dimulai?

KETIKA Huawei P20 dan P20 Pro ­diluncurkan awal tahun ini dengan tiga sensor kamera belakang, banyak yang ­menganggapnya sebagai anomali. ­Namun, Huawei berhasil menjual P20 dan P20 Pro lebih dari 7 juta unit di seluruh dunia.

Belum Semua Bank Salurkan Kredit UMKM 20 Persen

JAKARTA, (PR).- Jumlah penyaluran kredit UMKM dari seluruh industri perbankan‎ telah mencapai 20,69 persen terhitung Mei 2018. Meskipun demikian, terdapat beberapa bank baik asing maupun lokal yang belum memenuhi target tersebut.