Adopsi 5G, Indonesia Diminta Identifikasi Spektrum

TEKNOLOGI memengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Negara-negara yang ingin tetap kompetitif dalam ekonomi glo­bal mau tidak mau harus terus mengikuti perkembangan teknologi termasuk mengadaptasi teknologi broadband terkini yakni 5G. 

Country Manager Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menjelaskan, transisi teknologi 2G ke 3G prosesnya cukup lama karena merupakan fase pertama untuk masuk ke mobile broadband. Kemudian dari teknologi 3G ke 4G, transisinya agak lebih cepat daripada 2G ke 3G karena pelanggan sudah terbiasa dengan data. 

”Teknologi 4G adalah improvement dari data dan range yang lebih baik sehingga adopsinya lebih cepat. Kalau dari 4G ke 5G itu perbedaannya bukan di speed saja, secara teknologi banyak perbedaannya,” tutur Shannedy, awal pekan kemarin.

Menurut dia, dunia sudah memasuki era teknologi 5G di mana beberapa negara maju sudah siap menerapkannya. Fase pertama diperkirakan akan mulai di negara-negara maju, seperti AS, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara kebanyakan negara di dunia baru dapat mengakses jaringan 5G tahun 2020.

”Di Indonesia mungkin masih ngomongin spektrum mana yang mau diambil, baru masuk ke development,” ucapnya.

Dari sisi teknologi, ungkap Shannedy, teknologi 5G cukup berbeda dengan 4G. Menurut dia, memasuki teknologi 5G bukan hanya masalah kecepatan, melainkan juga cara berkomunikasi akan ditransformasi menjadi business model terbaru, di mana teknologi 5G memungkinkan bisnis baru ataupun cara kita interaksi, komunikasi, dan lifestyle.

”Itu disebabkan 5G. Jadi transformasi 4G ke 5G akan masif sekali. Teknologi 5G akan memungkinkan bisnis baru yang memunculkan kesempatan potensial yang baru juga,” ujarnya.

Formulasi ”monetization” 5G

Dia menyebutkan, Qualcomm melakukan kerja sama de­ngan operator-operator dalam ”Qualcomm Economic Modelling” yang khusus memformulasikan business model yang akan muncul dengan memberi input kepada operator. ”Dari 5G itu apa sih yang bisa di-monetized, apa yang paling cocok bisnisnya di Indonesia,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata Shannedy, Qualcomm menunggu rencana solid pemerintah Indonesia untuk menghadirkan teknologi jaringan seluler generasi kelima. Pasalnya, pihaknya belum mendapat informasi kesiapan pemerintah untuk mengadaptasi teknologi tersebut. 

”Tahun ini, kami menunggu rencana solid dari pemerintah. Secara teknologi sudah mampu, tetapi belum ada plan yang lebih solid dari pemerintah. Banyak kompleksitas dan requirement, seperti spektrum mau yang mana, masih banyak lagi kompleksitas yang harus di-address oleh pemerintah,” ujarnya.

Director Government Affairs Qualcomm untuk Asia Tenggara Nies Purwati menambahkan, setiap negara ada yang sama dan berbeda dalam memilih spektrum. Dia menyaran­kan pemerintah mengidentifikasi dulu ruang spektrum yang dapat digunakan.

”Dengan identifikasi bisa dilihat spektrum yang available di mana. Biasanya paling enak di spektrum yang belum dipakai. Tapi, enggak semua keadaan ideal seperti itu. Kadang sudah ada penggunanya, bisa banyak atau sedikit. Kalau sedikit, pemerintah bisa mempertimbangkan alokasikan yang bersihnya aja deh. Kami sarankan mulai identifikasi, kemudian melihat probabilitasnya.

Dia menilai, alangkah lebih baik jika pemilihan spektrum berada di klaster yang sudah ada sehingga mengelompok dan mudah mendesainnya. Namun, hal itu kembali lagi pada kebijakan pemerintah Indonesia yang lebih tahu data pengguna.

”Kalau alokasi spektrum yang digunakan negara lain ternya­ta di sini bisa dipakai, itu akan lebih baik karena dari sisi device akan masuk economy cost,” tuturnya.***

Baca Juga

Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2018 Alami Inflasi

JAKARTA, (PR).- Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2018 mengalami inflasi sebesar 0,1 persen. Hal tersebut terungkap dalam ekspose yang dilakukan Badan Pusat Statistik di Jakarta, 2 Mei 2018.

Line Ventures Suntik Pendanaan iPrice Group

KUALA LUMPUR, (PR).- iPrice Group, platform penyedia penemuan produk dan perbandingan harga di Asia Tenggara meraih pendanaan terbaru dari Line Ventures, dengan partisipasi Cento Ventures dan Venturra.