Pekan Depan, Operasi Pasar Murah Berlangsung di 10 Kecamatan Kota Bandung

Pasar murah/ASEP BUDIMAN/PR
WARGA rela mengantre untuk membeli bahan pangan pokok beras, daging ayam, bawang, dan cabai pada bazar murah di halaman Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Jumat 12 Januari 2018.*

BANDUNG, (PR).- Beberapa komoditas pangan di Kota Bandung mengalami kenaikan di atas rata-rata, antara lain beras, daging ayam, dan telur. Untuk mencegah sekaligus menekan harga agar tidak melejit, pemerintah menggelar gerakan stabilisasi harga, bazar murah, dan operasi pasar murah di 10 kecamatan pekan depan.

Kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah mengakui, beberapa komoditas pangan di Kota Bandung, seperti beras, daging ayam, dan telur itu yang memang di atas rata-rata. Kenaikan harga terdeteksi sejak 22 Desember 2017 di mana harga beras medium mulai tembus di Rp 10.000 per kg, lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per kg.

Pekan lalu, ungkap Elly, terjadi peningkatan harga cukup tinggi sehingga Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bereaksi dengan segera menggelar rapat pada Rabu lalu. Pasalnya, rata-rata harga beras medium di pasar sudah mencapai Rp 11.500 per kg, mendekati HET beras premium seharga Rp 12.800 per kg.

"Kenaikan harga sudah di posisi 18% melebihi ambang batas di bawah 10%. Sudah di atas rata-rata kenaikan. Jadi harus ada aksi," kata Elly di sela-sela bazar murah di kantornya, Jumat (12/1/2018). 

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan kenaikan harga beberapa bahan pangan pokok tersebut. Saat ini, Bulog Divre Jabar masih melakukan stabilisasi harga beras sejak 22 Desember 2017 yang rencananya diperpanjang hingga 31 Maret 2018. Bulog menggelontorkan beras medium di bawah HET seharga Rp 9.350 di lima pasar yang merupakan titik pantau inflasi, yaitu Pasar Sederhana, Kosambi, Pasar Baru, Andir, dan Kiaracondong.

Aksi pengaruhi kondisi harga

Elly pun menyambut baik bazar murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat selama dua hari, yaitu Jumat-Sabtu (12-13 Januari 2018). Setiap aksi diyakini akan memengaruhi kondisi harga di pasaran supaya kembali normal.

"Untuk kegiatan hari ini (bazar murah), respons masyarakat luar biasa. Warga rela mengantre sejak pagi," tuturnya.

Tak hanya itu, Elly menyatakan, pihaknya pun meminta Bulog Subdivre Bandung untuk melakukan operasi pasar murah mulai Senin, 15 Januari 2018 hingga pertengahan bulan Februari 2018. Rencananya, operasi pasar murah (OPM) itu akan dilaksanakan di 10 kecamatan untuk penetrasi kepada masyarakat langsung.

"Di Bandung ada berbagai aksi, salah satunya OPM di 10 kecamatan secara terjadwal. Kami akan jual beras medium seharga Rp 8.200 per kg. Pendekatan langsung ke masyarakat. Senin, 15 Januari 2018 mulai di Kecamaran Andir dan Rancasari, selanjutnya di kecamatan lainnya

Elly pun menjelaskan perbedaan operasi pasar murah dan stabilisasi harga. OPM dikhususkan untuk warga beridentitas Kota Bandung dengan pembelian beras medium minimal 5 kg per orang dan maksimal 15 kg per orang. Di setiap lokasi OPM disediakan 8 ton beras, di mana Bulog siap menambag jika kekurangan.

"Ini tidak boleh untuk pedagang, beda dengan gerakan stabilisasi harga beras untuk umum tidak dibatasi pembeliannya dan boleh dijual kembali.***

Baca Juga

Keluarga Muda Market Potensial Apartemen

BANDUNG, (PR).- Market apartemen yang sempat melambat dalam tiga tahun terakhir diyakini mulai menggeliat tahun 2018 ini. Pengembang pun kembali memacu penjualan karena melihat tingginya animo masyarakat, terutama keluarga muda yang menjadi target potensial pasar apartemen.