Keluarga Muda Market Potensial Apartemen

Launching Grand Asia Afrika Residence/ASEP BUDIMAN/PR
DIREKTUR Kagum Land, Nugroho Tjondrojono (tengah), menerangkan progres pembangunan apartemen Grand Asia Afrika Residence di Jalan Sunda, Kota Bandung, saat grand launching, Senin 8 Januari 2018. Penjualan apartemen diyakini mulai menggeliat pada tahun politik saat ini.*

BANDUNG, (PR).- Market apartemen yang sempat melambat dalam tiga tahun terakhir diyakini mulai menggeliat tahun 2018 ini. Pengembang pun kembali memacu penjualan karena melihat tingginya animo masyarakat, terutama keluarga muda yang menjadi target potensial pasar apartemen.

Direktur Kagum Land, Nugroho Tjondrojono, mengakui, perlambatan penjualan properti mulai terasa pada 2015 hingga 2017. Meskipun demikian, pertumbuhan properti masih terus berlangsung meski di bawah ekspektasi.

Dia menjelaskan, salah satu proyeknya di Kota Bandung, yaitu apartemen Grand Asia Afrika Residence yang berlokasi di Jalan Sunda, yang sempat mengalami kelesuan dalam dua tahun belakangan, mulai menggenjot penjualannya. Dengan mengedepankan lokasi yang strategis di pusat kota, apartemen kelas menengah-atas itu menjadi pilihan terbaik.

"Dua tahun terakhir target penjualan tidak tercapai karena kelesuan ekonomi. Tapi di Bandung, dilihat dari benchmark ini lokasi terbaik," ucap Nugroho saat grand launching Grand Asia Afrika Residence, Kota Bandung, Senin 8 Januari 2018.

Apartemen yang dibangun mulai tahun 2012 itu, ungkap Nugroho, berada di lokasi seluas 12.000 meter persegi yang terdiri atas sekitar 22 lantai dan 2.288 unit. Tipe yang dijual pun beragam, mulai dari tipe 22 seharga Rp 388 juta hingga tipe 74 seharga Rp 1,2 miliar. Dalam dua tahun, pihaknya telah menjual setidaknya 1.500 unit, kemudian mengalami perlambatan akibat kondisi ekonomi dan daya beli yang lesu.

Akan tetapi, Nugroho meyakini, perekonomian dan daya beli masyarakat menggeliat pada tahun politik ini. Hingga kini, apartemen tersebut sudah terjual 1.754 unit, sebanyak 60% merupakan pembeli asal Bandung dan 40% lagi dari Jakarta dan kota lainnya. Sisa unit diharapkan dapat terjual seluruhnya tahun ini seiring dengan penyelesaian pembangunan yang sudah mencapai 92,7%.

Untuk mencapai target, pihaknya menyasar market potensial, terutama keluarga muda, mengingat keberadaan apartemen ini mendukung aktivitas kerja lantaran berada di jantung kota dan bisnis. Pengembang pun memberikan kepastian waktu serah terima unit kepada konsumen, sebagian di antaranya pada 1 Maret 2018.

Dia menjelaskan, sebanyak 89% pembelian dilakukan secara tunai dan tunai bertahap, sedangkan 11% bisa melalui kredit pemilikan apartemen hingga jangka waktu 25 tahun. Dalam memudahkan pembeli, Nugroho menyatakan, Kagum Land menjalin kerja sama dengan tiga bank, yaitu Bank Arthagraha, BNI, dan Bukopin.

Meskipun pembangunan apartemen ini sempat tertunda, CEO dan Chairman Kagum Group, Henry Husada, menjamin bahwa nilai investasi apartemen terus tumbuh signifikan setiap tahun. Harga perdana apartemen ini di bawah Rp 10 juta per meter persegi pada 2012, tetapi sekarang berkisar Rp 16,8 juta per meter persegi pada 2018.

"Kenaikannya cukup baik. Ini adalah lokasi terbaik di pusat kota. Kami yakin tahun ini bangkit. Apalagi, pemasaran tidak dibatasi di Kota Bandung saja," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ali, salah seorang pembeli mengaku telah membeli unit tipe 40 seharga Rp 340 juta tahun 2012. Kendati belum mendiami huniannya lantaran masih dalam penyelesaian interior dan fasilitas umum, Ali sudah mengantongi keuntungan investasi dua kali lipat karena harga unit yang sama kini dijual Rp 699 juta.***

Baca Juga