Rp 5,5 Triliun untuk Bangun 1.598 unit Pasar Tahun Ini

Pasar Tradisional/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Kementerian Perdagangan menargetkan pembangunan pasar rakyat sebanyak 1.592 unit tahun 2018 ini. Angaran yang dialokasikan untuk membangun pasar rakyat tersebut adalah senilai Rp 5,5 triliun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, sebanyak 267 pasar dibangun melalui dana ‎tugas pembantuan. Sementara 1.275 pasar dibangun melalui Dana Alokasi Khusus. Sebanyak 50 pasar sisanya akan dibangun melalui dana Kementerian Koperasi dan UKM.

"Total anggaran pembangunan pasar tersebut adalah Rp 5,5 triliun," ujar dia saat konferensi pers pada wartawan di Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

‎Enggar mengatakan, Kementerian Perdagangan telah membangun atau merevitalisasi 909 pasar pada tahun 2017. Jumlah itu terdiri dari 246 pasar melalui dana tugas pembantuan dan 618 pasar melalui Dana Alokasi Khusus APBN, serta 45 pasar melalui anggaran Kementerian Koperasi dan UKM.

"Dengan demikian, sejak tahun 2015, Kemendag telah membangun atau merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 2.715 unit," ujar dia.

Menurut Enggar, pembangunan akan terus dilakukan hingga mencapai target 5.000 pasar rakyat pada tahun 2019. "Ini sesuai dengan target pemerintahan Pak Jokowi yang ingin membangun 5.000 pasar rakyat," ujarnya menambahkan.

Harga bahan pokok

Kemendag juga mengamankan pasar dalam negeri melalui pengawasan barang beredar melalui pengawasan prapasar (registrasi produk yang telah diberlakukan kewajiban SNI) dan pengawasan di pasar secara intesif.

Selain pembangunan dan revitalisasi, Enggar mengatakan, ‎Kementerian Perdagangan bersama dengan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengendalikan harga bahan pokok sepanjang 2017. Hal itu terlihat dari pencapaian inflasi sebesar 3,6 persen pada 2017.

Menurut Enggar, capaian itu merupakan pengaruh dari penetapan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) atas sejumlah bahan pokok, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, dan daging sapi beku. Khusus untuk beras, HET-nya ditetapkan berdasarkan wilayah dan jenisnya.

"Kami merangkul para produsen dan pelaku usaha bapok untuk menentukan HET dan melaporkan ketersediaan stok di gudang secara transparan," ujar dia.

Mendag menambahkan, ‎upaya ini diikuti dengan melakukan pantauan dan pengawasan di 10 pasar induk, 165 pasar rakyat pantauan Kemendag, dan 198 pasar rakyat pantauan BPS. "Kami bersama seluruh stake holder terkait juga bergabung membentuk Satgas Pangan untuk memantau stabilitas harga bapok," ujar dia.***

Baca Juga

Investor Muda Dominasi Pasar Modal

JAKARTA, (PR).- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor di pasar modal mencapai 1,1 juta sampai dengan 20 Desember 2017. Jumlah investor tersebut ternyata didominasi oleh investor muda.