Smartphone Tiongkok Kian Digdaya di 2018, Siap Rebut Amerika Serikat

Smartphone Huawei/DEDI SUHAERI/PR

SETELAH mendominasi secara global, smartphone asal pabrikan Tiongkok yang dikuasai tiga pabrikan besar  yakni Huawei, Oppo, dan Xiaomi mulai bersiap menyerang Amerika Serikat yang selama ini merupakan kandang utama Apple. 

Dominasi smartphone Tiongkok tampaknya akan terus menggurita sejak beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data IDC Q3 2017, penguasa pasar smartphone global masih dipegang raksasa asal Korea Selatan Samsung yang mencatat nilai pengapalan 83,3 juta unit di Q3 2017 atau menguasai market share sebanyak 22,3%, disusul Apple yang mencetak angka pengapalan 46,7 juta dengan market share 12,5%. 

Akan tetapi, secara fakta, dominasi justru dipegang oleh tiga raksasa Tiongkok yakni Huawei yang mencatat angka pengapalan 39,1 juta (market share 10,5%) , Oppo (30,7 juta/8,2%), dan Xiaomi (27,6 juta/7,4%).

Penguasaan market share Samsung dan lainnya atas Apple tak terlepas dari perang sistem operasi (OS) smartphone antara Android dan iOS di seluruh dunia memang selalu dimenangi Android yang lebih banyak dipakai di seluruh dunia. 

Terakhir, berdasarkan data IDC Q1 2017, disebutkan bahwa pengguna Android  jauh lebih unggul yakni 85,0% dibandingkan dengan mereka yang menggunakan sistem operasi iOS yang hanya 14,7% dan sistem lain seperti Windows Phone sisanya.

Samsung menurun

Akan tetapi, menjelang 2018, kabar tak sedap diembuskan kantor berita di Korea, Yonhap, yang mengutip strategy analytics dan mengabarkan bahwa pada 2018, Samsung akan mengalami penurunan cukup signifikan dengan hanya menguasai market share sebesar 19,2%. 

Pengamat menyebutkan, penurunan Samsung tersebut akan menjadi pertama kalinya terjadi di luar kasus Galaxy Note 7 yang bermasalah. 

Penurunan penguasaan pasar Samsung tersebut disebabkan Apple yang semakin rajin mengeluarkan produk unggulan mereka yakni iPhone berbagai seri serta dominasi smartphone Tiongkok yang terus menggurita

”Di saat iOS (Apple-red) berjalan mulus tanpa ada lawan, Samsung harus bersaing dengan pemain lain di segmen Android,” ujar Park Nam-gyoo, profesor bisnis di Universitas Nasional Soul.

Merebut Amerika Serikat

Setelah secara angka global, pabrikan Tiongkok menguasai pasar smartphone dunia, kini mereka mulai menargetkan Amerika sebagai bidikan pasar smartphone Tiongkok. Apalagi setelah produk-produk unggulan iPhone ternyata sama sekali tidak berdaya di pasar lokal Tiongkok.

Bloomberg Technology pada 15 Desember 2017 menuliskan judul yang cukup provokatif,  ”China's Top Phone Makers Poised to Challenge Apple on Home Turf”. Penyerangan Tiongkok ke Amerika Serikat dimotori dua raksasa Tiongkok yakni Huawei dan Xiaomi.

Huawei dikabarkan dengan merayu raksasa telekomunikasi  AS yakni AT&T dan Verizon untuk memasarkan produk-produk premium dari Huawei. Selain itu, dikabarkan Huawei juga sudah siap untuk menjual produk premium mereka yakni seri Mate-9 di AS melalui e-commerce terkemuka Amazon.com.

Sementara itu, langkah yang dilakukan Xiaomi untuk merebut pasar Amerika Serikat berbeda dengan yang dilakukan Huawei.  Xiaomi Executive Wang Xiang menyebutkan, perusahaannya menargetkan mulai masuk ke pasar Amerika Serikat dalam tempo dua tahun ini. Namun, upaya kerja sama dengan distributor Amerika Serikat memang cukup panjang.

Menghadapi kondisi seperti itu, Xiaomi terlebih dulu membuka outlet di Amerika Serikat dengan memasarkan barang-barang seperti vacuum cleaner, fitness trackers, thermostats bermerek Xiaomi. 

Mereka memperkenalkan dulu merek dagang sebelum melakukan peluncuran smartphone Xiaomi.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Beredar Bocoran Banderol Galaxy S9 Rp 12 Jutaan

SAMSUNG diperkirakan akan mengumumkan peluncuran Samsung Galaxy S9 yang sudah sangat diantisipasi dalam beberapa minggu ke depan. Raksasa teknologi Korea ini sudah mengirimkan undangan sebuah acara pada 25 Februari 2018 mendatang, di Mobil

Harga Beras Kontribusi Tertinggi Inflasi Januari 2018

JAKARTA, (PR).- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen ‎bulan Januari 2018 terjadi inflasi sebesar 0,62 persen. Inflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga beras.

Sentimen Global Sebabkan IHSG Anjlok

JAKARTA, (PR).- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,69 persen pada perdagangan Selasa 6 Februari 2018. Kondisi ini dipengaruhi oleh sentimen global terutama pada kinerja Gubernur Bank Sentral baru Amerika Serikat.