Atasi Merosotnya Harga, Mendag Minta Bulog Segera Beli Bawang Merah Petani

PETANI mengangkut bawang merah hasil panen di perkebunan Kecamatan Cimeunyan, Kabupaten Bandung, Selasa, 25 April 2017. Harga bawang merah ditingkat petani saat ini mengalami penurunan harga dari sebelumnya Rp 30.000/kg kini menjadi Rp 20.000/kg, hal ters
Bawang Merah/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

CIREBON, (PR).- Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita meminta Bulog untuk segera melakukan pembelian bawang merah dari petani sesuai dengan harga telah ditetapkan. Permintaan tersebut disampaikan Mendag begitu mendapati harga bawang merah yang sangat murah sampai Rp 10.000 per kilogram. Itu terjadi saat Enggartiasto memantau langsung harga pangan di dua pasar tradisional di Kota Cirebon  Minggu 31 Desember 2017.

“Harga bawang merah sangat turun,” kata Enggar di Pasar Jagasatru.

Mendapati fakta itu,  Enggar menyatakan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan  Menteri Pertanian (Mentan). Juga meminta Bulog segera membeli bawang merah dari petani sesuai dengan harga telah ditetapkan, sebesar Rp 15.000 per kilogram.

Menurut Enggar, bawang merah yang dibeli Bulog bisa langsung diedarkan lagi kepada masyarakat. Sehingga Bulog tidak memerlukan cold storage yang memang tidak dimiliki. Cold storage bisa menyimpan bawang dalam waktu yang lama.

Saat melakukan pemantauan harga di dua pasar tradisional di hari terakhir tahun 2017 itu, Enggar didampingi Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis.

Harga komoditas pangan di pasar tradisional Kota Cirebon berangsur mulai menunjukan penurunan signifikan. Harga beras medium memang masih di harga Rp 8.900 per kilogram. Namun untuk komoditas pangan lainnya, seperti cabai merah yang semula harganya mencapai Rp 45 ribu per kilogram, saat ini sudah di kisaran Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Harga gula pasir dan minyak goreng juga masih di bawah HET. Seperti diketahui, HET untuk minyak goreng kemasan sederhana yaitu Rp 11 ribu per liter dan HET gula pasir Rp 12.500 per kilogram.

Sedangkan untuk telur ayam, diakui Enggar harga masih cukup tinggi.  Dari pengakuan pemasok, cuaca mempengaruhi produksi telur ayam, sehingga beberapa bulan ini terjadi penurunan produksi telur. Namun Enggartiasto mengaku dirinya sudah meminta kepada pemasok untuk segera menambah pasokan di pasar. Dengan demikian harga telur ayam perlahan bisa turun.

“Yang terpenting, pasokan pangan jelang dan di awal tahun dalam kondisi aman, “ katanya.

Siapkan pembelian

Menanggapi permintaan Mendag agar Bulog segera menyerap bawang petani, Kepala Bulog Subdivisi Regional Cirebon, Dedi Aprilyadi, mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menerima perintah tertulis dari pusat, soal penyerapan bawang merah petani.

Namun, Dedi yang turut serta dalam kunjungan Menteri Perdagangan tersebut, mengaku pihaknya siap untuk menyerap bawang merah dari petani. “Kami akan siapkan dulu sarana dan prasarananya,” kata Dedi.

Karena, menurutnya, kendala penyerapan bawang merah yakni cepat busuk dan susut cukup banyak jika tidak dikelola dengan benar.

Dibagian lain terkait dengan operasi pasar,  Dedi menyatakan, operasi pasar sudah menggelontorkan 900 ton beras. “Selain beras, produk yang kami jual juga ada menjual minyak goreng dan gula pasir,” katanya.***

Baca Juga

Banyak Atlet Mutasi, KONI Jabar Turun Tangan

SUMBER, (PR).- Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jabar bakal membentuk Pokja Mutasi untuk menuntaskan persoalan mutasi atlet. Mutasi atlet ini biasanya kerap terjadi menjelang even olah raga baik Porda maupun PON.

Sultan Sepuh Titip Cirebon kepada Calon Gubernur Jawa Barat

CIREBON, (PR).- Sejumlah persoalan krusial masih dihadapi wilayah III Cirebon, yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota. Di antara persoalan penting yang urgen untuk segera dituntaskan calon gubernur Jawa Barat mendatang.