LPE Triwulan IV Jabar Diperkirakan Meningkat

Ilustrasi/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Jawa Barat pada triwulan IV-2017 tumbuh direntang 5,2-5,6 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh dilevel 5,29 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat memaparkan hasil survei Bank Indonesia mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat hingga pertengahan triwulan IV 2017 relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. Adapun perkembangan hasil survei hingga pertengahan triwulan IV-2017 adalah : 

a. Hasil Survei Konsumen mengindikasikan masih terjaganya optimisme konsumen meski mengalami penurunan yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Barat hingga pertengahan triwulan IV-2017 menurun dari 129 menjadi 126. Hal ini dilatarbelakangi oleh menurunnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 113 menjadi 110, khususnya pada komponen Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja. 

b. Hasil Survei Penjualan Eceran pada awal triwulan IV 2017 menunjukkan adanya peningkatan dibanding September 2017. Pada Oktober 2017, pertumbuhan penjualan eceran secara tahunan tumbuh sebesar 0,4% (yoy) atau Iebih tinggi dari pertumbuhan bulan Ialu yang sebesar -1,9% (yoy). Namun penjualan eceran diprediksi mengalami perlambatan pada bulan November 2017 dikarenakan faktor cuaca yang membuat masyarakat menunda pembelian barang-barang kebutuhannya. 

c. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Kota Bandung pada Triwulan III 2017 menunjukkan kinerja yang cukup balk. Meningkatnya kinerja sektor properti tidak terlepas dari membaiknya akses perbankan sebagai alternatif sumber pembiayaan. Pada triwulan IV-2017 harga properti residensial diperkirakan akan mengalami perlambatan sebesar 4,55% (yoy), ‘lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan III-2017. 

d. Hasil Survei Perkembangan Properti Komersial (PPKom) pada Triwulan III 2017 menunjukkan Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) tumbuh -1,07% (yoy) didorong oleh melambatnya permintaan ditengah meningkatnya pasokan properti komersial

Beberapa faktor pendorong pertumbuhan di triwulan IV 2017, lanjut Wiwiek, diantaranya meningkatnya belanja Pemerintah seiring dengan pencairan dana bantuan sosial.

Kemudian meningkatnya permintaan dari beberapa negara mitra dagang Jawa Barat tercermin dari peningkatan PMI Amerika Serikat, Eropa dan Jepang pada November 2017, meningkatnya kegiatan konstruksi khususnya dalam percepatan penyelesaian proyek infrastruktur pemerintah pusat di Jawa Barat, peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang hari natal dan Ii-bur akhir tahun, persiapan menjelang Pilkada 2018. 

"Di sisi Iain, terdapat sejumlah faktor penghambat LPE di triwulan IV, antara Iain  perkiraan adanya kenaikan Fed Fund Rate yang akan mengakibatkan capital outflow, base effect konsumsi pemerintah & penyelenggaraan event PON ke-15 pada tahuri 2016, dan peningkatan risiko kredit yang berpotensi menahan laju kredit perbankan," katanya saat Konferensi Pers Hasil RDG November dan Perkembangan Terkini Indikator Makroekonomi Jabar, di Gedung BI, Jalan Braga, Bandung, Senin, 11 Desember 2017.***

Baca Juga

Inflasi 2017 Capai 3,61%

JAKARTA, (PR).- Badan Pusat Statistik merilis indeks harga konsumen Indonesia tahun kalender 2017.

Libur Panjang, Okupansi Hotel Meningkat Meski di Bawah Target

BANDUNG, (PR).- Tingkat okupansi hotel selama libur Natal dan tahun baru meningkat signi­fikan. Secara umum, rata-rata keterisian kamar hotel menyentuh kisaran target yang ditetapkan meski berada di batas bawah perkiraan.