Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji 3 Kg

PEKERJA menunkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang kosong di salah satu agen gas "Subur Abadi" Jln. Emong, Kota Bandung, Rabu (27/9/12). Rencana PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) atau nonsubsidi untuk mengura
Ilustrasi/DOK PR

BANDUNG, (PR).- PT Pertamina (Persero) menambah pasokan gas elpiji 3 kg di sejumlah wilayah Marketing Operation III yang meliputi Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Banten. Penambahan pasokan yang digelontorkan bervariasi untuk masing-masing wilayah, bahkan penambahannya ada yang mencapai 60% penyaluran normal.

Demikian diungkapkan Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati melalui siaran pers yang diterima "PR", Rabu, 6 Desember 2017. Ia mengatakan, penambahan pasokan tersebut dilakukan ke agen/pangkalan resmi dan juga operasi pasar.

“Pertamina sudah melakukan operasi pasar sejak Senin 4 Desember dan rencananya akan berlanjut sampai Kamis 7 Desember," katanya. 

Beberapa wilayah yang sudah menerima operasi pasar, menurut dia, adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Depok. Operasi pasar di ketiga daerah tersebut sudah dilakukan pada 4 dan 5 Desember lalu. "Operasi pasar berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Untuk wilayah Kota Bogor, menurut dia, operasi pasar digelar di 25 titik dengan menyalurkan sekitar 42% tambahan pasoka  dibandingkan rata-rata penyaluran normal. Sementara untuk wilayah Depok, disalurkan sekitar 24% tambahan pasokan dibandingkan penyaluran normal. 

"Operasi pasar dilakukan bukan hanya untuk menambah pasokan di masyarakat, tapi juga sebagai upaya untuk menstabilkan harga. Pada operasi pasar ini elpiji 3 kg dijual sesuai denga harga eceran resmi di masing-masing daerah," ujar Dian.

Adukan pelanggaran

Penambahan pasokan, menurut dia, juga dilakukan di beberapa lokasi lain, seperti wilayah Priangan Timur yang mencakup Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Penambahan pasokan di wilayah tersebut dilakukan hingga 60% dibandingkan kondisi normal. 

Sementara di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, dikatakan Dian, dilakukan penambahan pasokan hingga 46% dibandingkan penyaluran normal. Untuk Bandung, Cimahi, Sumedang dan sekitarnya juga mendapat penambahan pasokan hingga 50%.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat yang bukan target pengguna elpiji 3 kg tidak turut menggunakan. Bahan bakar gas elpiji 3 kg ini merupakan barang yang disubsidi pemerintah khusus untuk masyarakat tidak mampu, sehingga dalam penyalurannya juga harus dijaga kuota atau jumlahnya,” ujarnya.

Pertamina, menurut dia, juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian gas elpiji 3 kg secara berlebihan. Apabila masyarakat masih menemukan adanya kesulitan dalam menemukan gas elpiji 3 kg atau adanya harga yang tidak wajar, Dian mengimbau agar masyarakat menghubungi Contact Pertamina di nomor 1500 000.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir masyarajat di sejjmlah daerah mengeluhkan adanya kekurangan pasokan gas elpiji 3 kg. Mereka juga mengeluhkan harga jual elpiji 3 kg yang jauh di atas harga eceran resmi yang ditetapkan pemerintah daerah.***

Baca Juga

Terminal BBM Bandung Group Sabet Proper Emas

BANDUNG, (PR).- Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bandung berhasil meraih predikat Emas dalam Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) 2017.

Konstruksi PLTU Molor, Pasokan Listrik Aman

BANDUNG, (PR).- Keterlambatan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2 x 1.000 Mega Watt (MW) dipastikan tidak akan mengganggu